Farhan C

31 Januari 2022 15:38

Iklan

Iklan

Farhan C

31 Januari 2022 15:38

Pertanyaan

Kembali ke Sekolah dengan Semangat Waktu liburan telah berlalu dan kini saatnya kamu kembali ke bangku sekolah. Ayo, pompa kembali semangatmu untuk belajar. Bagaimana caranya? Belilah peralatan sekolah yang baru . Masa kembali ke sekolah bukan berarti harus membeli barang-barang yang baru. Akan tetapi, mempunyai tas atau sepatu yang baru akan membuat kamu lebih bersemangat. Agar tidak menguras keuangan orang tua, belilah peralatan sekolah dengan uang hasil tabunganmu. Bisa membeli peralatan sekolah dengan uang sendiri tentu akan sangat membanggakan, bukan? Rapikanlah penampilanmu. Berlibur memang waktu yang mengasyikkan sehingga kadang kamu tidak punya perhatian terhadap penampilan. Nah , sekarang berdirilah di depan cermin dan lihatlah dirimu di sana. Perhatikan baik-baik. Apa yang kamu temukan? Ya, mungkin rambutmu sudah terlalu panjang. Kamu harus segera pergi ke tukang pangkas rambut ata u ke sa lon kesukaanmu. Rapikanlah rambutmu di sana. Adakah yang lain? Lihat kuku jari-jarimu, sudah lama tidak dipotongkan? Kembali ke sekolah dengan penampilan yang rapi dan bersih tentu akan lebih menyena ngkan bagimu. Hubungilah teman-teman akrabmu. Berapa banyak ternan akrab atau sahabat yang kamu punyai? Apakah empat, lima, atau lebih? Selama berlibur, kamu tidak bertemu dengan mereka, bukan? Hubungilah mereka dan saling berceritalah mengenai liburan rnasing-rnasing. lni pasti akan seru. Setelah itu, ajak rnereka untuk bersemangat kernbali ke sekolah. Mereka pasti bersedia. Kesediaan rnereka secara otornatis akan rnenarnbah sernangatrnu. Pahamilah, bahwa sekolah adalah bagian dari proses hidupmu menjadi seorang yang terpelajar. Pemahaman ini sangat penting untuk karnu rniliki. Sekolah adalah rurnah keduarnu. Di ternpat inilah karnu rnenirnba ilrnu dan pengalarnan-pengalarnan lain bersarna ternan-ternanrnu. Di sekolah karnu rnendapat bekal untuk rnenjadi orang yang pintar, bekal untuk rneraih cita-citarnu. Nah, kernbalilah ke sekolah dengan penuh sernangat untuk rnenuntut ilrnu. Ayo, bersekolah! Uraikan arti dari kata bekal!


11

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

N. Dwi

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

03 Februari 2022 13:42

Jawaban terverifikasi

Halo, Farhan C. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Kakak bantu jawab, ya. Bekal adalah modal atau sesuatu hal yang disediakan sebelumnya untuk digunakan ketika diperlukan. Untuk memahami jawaban tersebut, berikut pembahasannya. Makna atau arti kata adalah maksud yang terkandung dalam suatu kata. Untuk mengetahui makna suatu kata, kita dapat menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Berdasarkan penjelasan, kata "bekal" terdapat pada kalimat (4) dalam paragraf (5), yaitu "Di sekolah karnu rnendapat bekal untuk rnenjadi orang yang pintar, bekal untuk meraih cita-citamu." Menurut KBBI, bekal adalah: 1) sesuatu yang disediakan (seperti makanan, uang) untuk digunakan dalam perjalanan; 2) sesuatu yang dapat digunakan kelak apabila perlu; atau 3) modal. Dengan demikian, arti kata "bekal" adalah modal atau sesuatu hal yang disediakan sebelumnya untuk digunakan ketika diperlukan. Semoga membantu, ya. :)


Iklan

Iklan

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

iklan harus membuat konsumen percaya kepada produk yang diiklankan. hal tersebut termasuk unsur iklan yaitu... a. perhatian b. keinginan c. tindakan d. rasa percaya diri tolong di bantu ya kak 🙏

197

5.0

Jawaban terverifikasi

"Pemimpin Idola, Pemimpin yang Jujur" Ida, temanku sebangku. Mungil, berkulit hitam manis, tidak banyak bicara, dan pandai itulah cirinya. Ia seorang anak yang sederhana. Ayahnya sudah lama meninggal. Ia tinggal bersama ibu dan adiknya. Ida anak yang sangat pandai. Nilai-nilainya yang selalu bagus, memberinya kesempatan meneruskan sekolah tanpa biaya. Semua buku pelajaran dan perlengkapan ditanggung oleh sekolah. Ida tak pernah malu dengan kondisi keluarganya. Bahkan ia semakin rajin belajar dan terus berprestasi. Ida juga selalu menjadi tempat bertanya jika teman-temannya mengalami kesulitan dalam pelajaran. Teman-teman memilih Ida sebagai ketua kelas. Pandai, tenang, dapat berkomunikasi dengan baik, serta mampu menjaga ketertiban kelas menjadi modal utamanya. Hari ini, Ibu Tati mengingatkan tentang ulangan matematika. Sebagian siswa tidak siap. Termasuk Gugut, si jagoan bola, yang duduk di belakang kami. “Waduh, saya belum belajar, Bu! Kemarin saya seharian bermain bola sampai sore. Pulang ke rumah langsung tidur, Bu!” protesnya. Ulangan tetap berlangsung. Gugut resah. Ia menengok ke kiri dan ke kanan. Tiba-tiba, ditendangnya kursi Ida dari belakang. “Ssstt..Ida! Bantu aku dong! Geser sedikit ke kiri, agar aku bisa melihat jawaban di kertas ulanganmu!” pinta Gugut. Ida bergeming. Ia hanya menggelengkan kepala pelan, tanpa menengok ke belakang. Gugut mengganggunya lagi. “Ayo dong, Ida. Sekali ini saja. Nanti aku beri kamu uang sepuluh ribu rupiah. Kamu bisa jajan kue di kantin,” rayunya. Gugut tahu benar Ida tidak pernah jajan di kantin. Ibunya tidak memberinya bekal uang jajan. Ida selalu membawa sebungkus nasi dan lauk dari rumah. Namun, di luar dugaan Gugut, Ida tidak terusik. Sekali lagi ia menggeleng pelan. Sampai waktu berakhir, Gugut terpaksa menyerahkan kertas ulangannya dengan lunglai. Pada waktu istirahat Ida menghampiri Gugut. “Maaf ya, Gugut. Aku bukan tidak ingin membantumu. Menyontek dan memberi contekan kepada teman, adalah perbuatan tidak jujur. Bahkan, perbuatan tersebut bisa dianggap sebagai korupsi kecil-kecilan,” katanya kepada Gugut. “Ah, Ida. Masa menyontek sekali saja dianggap korupsi? Setahuku korupsi nilainya milyaran, dan hanya dilakukan oleh pejabat berkuasa,” kata Gugut. “Gugut, justru kita harus melatih diri. Korupsi dan menyontek sama-sama mengambil hak orang lain. Bernilai kecil atau besar, tetap saja tidak jujur. Kita membiasakan diri bertingkah laku lurus, mudah-mudahan ketika besar nanti kita tidak akan tergoda untuk melakukan korupsi. Dalam bentuk apapun!” Ida menambahkan dengan panjang lebar. Aku dan teman-teman sekelas yang ikut mendengarkan percakapan Ida dan Gugut terdiam setuju. Memang tidak salah kami memilih Ida sebagai pemimpin di kelas. Tidak sekadar pandai, Ida juga patut dijadikan teladan. Berdasarkan cerita di atas, jawablah pertanyaan berikut! Apa yang dilakukan Gugut pada saat ulangan?

95

0.0

Jawaban terverifikasi