Clarissa A

29 September 2023 03:02

Iklan

Clarissa A

29 September 2023 03:02

Pertanyaan

Kegiatan pertambangan menjadi ladang usaha masyarakat, tetapi sering memicu terjadinya pencemaran lingkungan. Identifikasikan aspek-aspek geografi yang terdapat pada pernyataan tersebut!

Kegiatan pertambangan menjadi ladang usaha masyarakat, tetapi sering memicu terjadinya pencemaran lingkungan. Identifikasikan aspek-aspek geografi yang terdapat pada pernyataan tersebut!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

17

:

14

:

08

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Rendi R

Community

29 September 2023 03:13

Jawaban terverifikasi

<p>Berikut adalah aspek-aspek geografi yang terdapat pada pernyataan "Kegiatan pertambangan menjadi ladang usaha masyarakat, tetapi sering memicu terjadinya pencemaran lingkungan":</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Aspek fisik</strong></p><ul><li><strong>Lokasi:</strong> Kegiatan pertambangan umumnya dilakukan di lokasi-lokasi yang memiliki sumber daya mineral atau bahan tambang. Aspek ini melibatkan pemilihan lokasi pertambangan yang sering kali terletak di daerah pedesaan atau wilayah alami yang rentan terhadap dampak lingkungan.</li><li><strong>Topografi dan Morfologi:</strong> Bentuk dan kemiringan tanah di area pertambangan dapat mempengaruhi proses penambangan dan potensi terjadinya pencemaran lingkungan.</li><li><strong>Hidrologi dan Drainase:</strong> Pengaruh pertambangan terhadap aliran air dapat menyebabkan pencemaran air tanah dan sungai.</li><li><strong>Biodiversitas dan Ekosistem:</strong> Dampak pertambangan terhadap flora dan fauna dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.</li><li><strong>Polusi Udara dan Tanah:</strong> Pencemaran udara dan tanah oleh limbah pertambangan dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan.</li></ul><p>&nbsp;</p><p><strong>Aspek sosial-ekonomi</strong></p><ul><li><strong>Kegiatan ekonomi:</strong> Kegiatan pertambangan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, seperti lapangan kerja dan peningkatan pendapatan. Namun, kegiatan pertambangan juga dapat menimbulkan dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan dan konflik sosial.</li><li><strong>Kebijakan:</strong> Pemerintah dapat berperan dalam mengatur kegiatan pertambangan untuk meminimalkan dampak negatifnya terhadap lingkungan.</li><li><strong>Komunitas:</strong> Masyarakat yang tinggal di sekitar area pertambangan dapat menjadi pihak yang paling terdampak oleh kegiatan pertambangan.</li></ul><p>&nbsp;</p><p>Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai aspek-aspek geografi tersebut:</p><p><strong>Aspek fisik</strong></p><p>Kegiatan pertambangan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan fisik, seperti pencemaran air, tanah, dan udara. Dampak ini dapat terjadi karena penggunaan bahan kimia dan peralatan berat dalam proses penambangan.</p><p><strong>Aspek sosial-ekonomi</strong></p><p>Kegiatan pertambangan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga dapat menimbulkan dampak negatif. Manfaat ekonomi yang dapat diperoleh dari kegiatan pertambangan antara lain lapangan kerja dan peningkatan pendapatan. Dampak negatif yang dapat ditimbulkan antara lain pencemaran lingkungan dan konflik sosial.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Kesimpulan</strong></p><p>Kegiatan pertambangan merupakan kegiatan yang memiliki aspek-aspek geografi yang kompleks. Aspek-aspek ini perlu dipertimbangkan secara cermat untuk meminimalkan dampak negatif kegiatan pertambangan terhadap lingkungan dan masyarakat.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Sumber referensi:</strong></p><ul><li>Geografi Lingkungan oleh M. Arifin</li><li>Dampak Lingkungan Kegiatan Pertambangan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia</li><li>Pencemaran Lingkungan Akibat Kegiatan Pertambangan oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal)</li></ul>

Berikut adalah aspek-aspek geografi yang terdapat pada pernyataan "Kegiatan pertambangan menjadi ladang usaha masyarakat, tetapi sering memicu terjadinya pencemaran lingkungan":

 

Aspek fisik

  • Lokasi: Kegiatan pertambangan umumnya dilakukan di lokasi-lokasi yang memiliki sumber daya mineral atau bahan tambang. Aspek ini melibatkan pemilihan lokasi pertambangan yang sering kali terletak di daerah pedesaan atau wilayah alami yang rentan terhadap dampak lingkungan.
  • Topografi dan Morfologi: Bentuk dan kemiringan tanah di area pertambangan dapat mempengaruhi proses penambangan dan potensi terjadinya pencemaran lingkungan.
  • Hidrologi dan Drainase: Pengaruh pertambangan terhadap aliran air dapat menyebabkan pencemaran air tanah dan sungai.
  • Biodiversitas dan Ekosistem: Dampak pertambangan terhadap flora dan fauna dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
  • Polusi Udara dan Tanah: Pencemaran udara dan tanah oleh limbah pertambangan dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan.

 

Aspek sosial-ekonomi

  • Kegiatan ekonomi: Kegiatan pertambangan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, seperti lapangan kerja dan peningkatan pendapatan. Namun, kegiatan pertambangan juga dapat menimbulkan dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan dan konflik sosial.
  • Kebijakan: Pemerintah dapat berperan dalam mengatur kegiatan pertambangan untuk meminimalkan dampak negatifnya terhadap lingkungan.
  • Komunitas: Masyarakat yang tinggal di sekitar area pertambangan dapat menjadi pihak yang paling terdampak oleh kegiatan pertambangan.

 

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai aspek-aspek geografi tersebut:

Aspek fisik

Kegiatan pertambangan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan fisik, seperti pencemaran air, tanah, dan udara. Dampak ini dapat terjadi karena penggunaan bahan kimia dan peralatan berat dalam proses penambangan.

Aspek sosial-ekonomi

Kegiatan pertambangan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga dapat menimbulkan dampak negatif. Manfaat ekonomi yang dapat diperoleh dari kegiatan pertambangan antara lain lapangan kerja dan peningkatan pendapatan. Dampak negatif yang dapat ditimbulkan antara lain pencemaran lingkungan dan konflik sosial.

 

Kesimpulan

Kegiatan pertambangan merupakan kegiatan yang memiliki aspek-aspek geografi yang kompleks. Aspek-aspek ini perlu dipertimbangkan secara cermat untuk meminimalkan dampak negatif kegiatan pertambangan terhadap lingkungan dan masyarakat.

 

 

Sumber referensi:

  • Geografi Lingkungan oleh M. Arifin
  • Dampak Lingkungan Kegiatan Pertambangan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
  • Pencemaran Lingkungan Akibat Kegiatan Pertambangan oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal)

Iklan

Nanda R

Community

29 September 2023 04:00

Jawaban terverifikasi

<p>&nbsp;</p><p>Kegiatan Pertambangan: Ini adalah aspek kunci yang menunjukkan kegiatan ekstraksi bahan tambang dari dalam bumi, seperti logam, batu bara, atau mineral lainnya.</p><p>Ladang Usaha Masyarakat: Merujuk pada dampak ekonomi dan sosial dari pertambangan yang menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat di daerah tersebut.</p><p>Pencemaran Lingkungan: Ini adalah dampak negatif dari pertambangan, yang mencakup pelepasan limbah atau zat beracun ke dalam lingkungan, yang dapat merusak tanah, air, udara, serta ekosistem lokal.</p><p>Aspek Geografi: Merupakan fokus utama, yang melibatkan lokasi fisik pertambangan, kondisi geologis, iklim, topografi, serta elemen-elemen geografis lain yang mempengaruhi aktivitas pertambangan dan potensi dampaknya terhadap lingkungan.</p><p>Keterkaitan Antara Pertambangan dan Lingkungan: Ini adalah hubungan dinamis antara aktivitas pertambangan dan lingkungan di sekitarnya, yang bisa menjadi fokus kajian geografis terkait dampak-dampak tersebut.</p>

 

Kegiatan Pertambangan: Ini adalah aspek kunci yang menunjukkan kegiatan ekstraksi bahan tambang dari dalam bumi, seperti logam, batu bara, atau mineral lainnya.

Ladang Usaha Masyarakat: Merujuk pada dampak ekonomi dan sosial dari pertambangan yang menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat di daerah tersebut.

Pencemaran Lingkungan: Ini adalah dampak negatif dari pertambangan, yang mencakup pelepasan limbah atau zat beracun ke dalam lingkungan, yang dapat merusak tanah, air, udara, serta ekosistem lokal.

Aspek Geografi: Merupakan fokus utama, yang melibatkan lokasi fisik pertambangan, kondisi geologis, iklim, topografi, serta elemen-elemen geografis lain yang mempengaruhi aktivitas pertambangan dan potensi dampaknya terhadap lingkungan.

Keterkaitan Antara Pertambangan dan Lingkungan: Ini adalah hubungan dinamis antara aktivitas pertambangan dan lingkungan di sekitarnya, yang bisa menjadi fokus kajian geografis terkait dampak-dampak tersebut.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

indonesia merupakan negara yang sangat subur yang mana sektor pertanian sangat berpotensi untuk menjadi pendorong kemajuan nasional, namun saaat ini sektor agrikutur masih mengalami banyak hambatan, jelaskan yang menjadi penghambat perkembangan agrikultur di indonesia

29

3.7

Jawaban terverifikasi