Anindita A

21 Januari 2025 06:18

Iklan

Anindita A

21 Januari 2025 06:18

Pertanyaan

kebijakan pada masa orde baru dibidang kesehatan, dan dampak positif dan negatif di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, kesehatan, pendidikan

kebijakan pada masa orde baru dibidang kesehatan, dan dampak positif dan negatif di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, kesehatan, pendidikan

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

00

:

22

:

53

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Rizkia I

23 Januari 2025 15:08

Jawaban terverifikasi

<p>Pada masa Orde Baru (1966-1998), pemerintahan Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Soeharto melaksanakan berbagai kebijakan dalam bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa kebijakan utama di bidang kesehatan antara lain:</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Kebijakan di Bidang Kesehatan:</strong></p><p>1. <strong>Program Keluarga Berencana (KB)</strong></p><p>Program KB menjadi salah satu kebijakan utama Orde Baru untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Program ini didorong oleh pemerintah melalui penyuluhan dan distribusi alat kontrasepsi kepada masyarakat. Tujuannya adalah untuk mengurangi angka kelahiran yang tinggi dan memperbaiki kualitas hidup.</p><p>2. <strong>Pembangunan Infrastruktur Kesehatan</strong></p><p>Pemerintah Orde Baru juga berfokus pada pembangunan infrastruktur kesehatan seperti pembangunan rumah sakit, puskesmas, dan klinik di berbagai daerah. Ini untuk memastikan akses pelayanan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat, terutama yang berada di daerah pedesaan.</p><p>3. <strong>Imunisasi dan Pengendalian Penyakit Menular</strong></p><p>Orde Baru meningkatkan program imunisasi untuk mencegah penyakit menular seperti polio, campak, dan difteri. Selain itu, pemerintah juga melakukan pengendalian penyakit endemik seperti malaria dan tuberkulosis (TBC).</p><p>4. <strong>Pendidikan Kesehatan dan Sanitasi</strong></p><p>Program pendidikan kesehatan juga digalakkan, misalnya dengan memperkenalkan hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi yang baik untuk mencegah penyebaran penyakit.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Dampak Positif dan Negatif Kebijakan Orde Baru di Berbagai Bidang:</strong><br>&nbsp;</p><p><strong>1. Politik</strong></p><p>&nbsp;</p><p><strong>Positif:</strong></p><p>• Stabilitas politik tercapai dalam jangka panjang, yang memungkinkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan lainnya.</p><p>• Pemerintahan yang terpusat dengan kekuasaan yang kuat membuat kebijakan bisa lebih cepat diterapkan.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Negatif:</strong></p><p>• Pemerintahan yang otoriter membatasi kebebasan politik dan hak asasi manusia. Penindasan terhadap oposisi dan kebebasan berbicara terjadi.</p><p>• Korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan meluas karena adanya konsentrasi kekuasaan yang besar pada tangan presiden dan aparatnya.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>2. Ekonomi</strong></p><p>&nbsp;</p><p><strong>Positif:</strong></p><p>• Pembangunan infrastruktur yang pesat, terutama di bidang transportasi dan perumahan, mendorong pertumbuhan ekonomi.</p><p>• Pembangunan sektor industri dan ekspor meningkatkan perekonomian negara.</p><p>• Pertumbuhan ekonomi yang stabil selama beberapa dekade memberi kemakmuran bagi sebagian besar masyarakat.<br>&nbsp;</p><p><strong>Negatif:</strong></p><p>• Ketergantungan pada sektor pertambangan dan minyak menyebabkan ketidakstabilan ekonomi ketika harga komoditas turun.</p><p>• Terjadinya kesenjangan sosial dan ekonomi yang lebar antara kota dan desa serta antara golongan kaya dan miskin.</p><p>• Korupsi di kalangan pejabat negara menyebabkan pemborosan sumber daya dan ketidakmerataan pembangunan.<br>&nbsp;</p><p><strong>3. Sosial Budaya</strong><br>&nbsp;</p><p><strong>Positif:</strong></p><p>• Proyek pembangunan pendidikan dan fasilitas sosial memperbaiki kualitas hidup sebagian besar masyarakat.</p><p>• Peningkatan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan kesehatan bagi pembangunan sosial.<br>&nbsp;</p><p><strong>Negatif:</strong></p><p>• Dominasi budaya Jawa dalam kebijakan politik dan sosial, yang menyebabkan marginalisasi budaya daerah lainnya.</p><p>• Pembatasan terhadap kebebasan berbicara dan ekspresi budaya yang berbeda dari pandangan resmi pemerintah.</p><p>• Pemaksaan untuk menerima ideologi tertentu, seperti Pancasila sebagai satu-satunya ideologi negara, menekan keragaman pemikiran.<br>&nbsp;</p><p><strong>4. Kesehatan</strong><br>&nbsp;</p><p><strong>Positif:</strong></p><p>• Penyuluhan kesehatan dan program imunisasi meningkatkan angka harapan hidup dan menurunkan angka kematian bayi.</p><p>• Perbaikan infrastruktur kesehatan di berbagai daerah meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.</p><p>• Program KB berhasil menurunkan angka kelahiran dan mengendalikan pertumbuhan penduduk.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Negatif:</strong></p><p>• Ketergantungan pada bantuan luar negeri untuk program kesehatan, yang terkadang menghambat kemandirian dalam penyelesaian masalah kesehatan.</p><p>• Terdapat ketidakmerataan dalam distribusi fasilitas kesehatan, terutama di daerah terpencil.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>5. Pendidikan</strong><br>&nbsp;</p><p><strong>Positif:</strong></p><p>• Pendidikan dasar menjadi lebih merata dengan banyaknya sekolah yang dibangun di daerah pedesaan.</p><p>• Kebijakan pendidikan gratis bagi sekolah dasar dan menengah meningkatkan angka partisipasi sekolah.</p><p><br>&nbsp;</p><p><strong>Negatif:</strong></p><p>• Sistem pendidikan yang terlalu terpusat pada nilai dan ujian menyebabkan kurangnya pengembangan kreativitas dan keterampilan siswa.</p><p>• Pendidikan menjadi alat untuk memperkuat ideologi pemerintah, sehingga kurang mendorong kebebasan berfikir dan kritik terhadap pemerintah.</p><p>• Kurangnya perhatian terhadap kualitas pendidikan di daerah terpencil, yang menyebabkan kesenjangan pendidikan antara kota dan desa.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Kesimpulan:</strong></p><p>Kebijakan pada masa Orde Baru, terutama di bidang kesehatan, berhasil meningkatkan akses layanan kesehatan, menurunkan angka kelahiran, dan memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Namun, kebijakan tersebut juga memiliki dampak negatif, seperti ketergantungan pada bantuan luar negeri, ketidakmerataan dalam distribusi layanan, serta kurangnya perhatian terhadap keberagaman budaya dan kebebasan politik.</p>

Pada masa Orde Baru (1966-1998), pemerintahan Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Soeharto melaksanakan berbagai kebijakan dalam bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa kebijakan utama di bidang kesehatan antara lain:

 

Kebijakan di Bidang Kesehatan:

1. Program Keluarga Berencana (KB)

Program KB menjadi salah satu kebijakan utama Orde Baru untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Program ini didorong oleh pemerintah melalui penyuluhan dan distribusi alat kontrasepsi kepada masyarakat. Tujuannya adalah untuk mengurangi angka kelahiran yang tinggi dan memperbaiki kualitas hidup.

2. Pembangunan Infrastruktur Kesehatan

Pemerintah Orde Baru juga berfokus pada pembangunan infrastruktur kesehatan seperti pembangunan rumah sakit, puskesmas, dan klinik di berbagai daerah. Ini untuk memastikan akses pelayanan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat, terutama yang berada di daerah pedesaan.

3. Imunisasi dan Pengendalian Penyakit Menular

Orde Baru meningkatkan program imunisasi untuk mencegah penyakit menular seperti polio, campak, dan difteri. Selain itu, pemerintah juga melakukan pengendalian penyakit endemik seperti malaria dan tuberkulosis (TBC).

4. Pendidikan Kesehatan dan Sanitasi

Program pendidikan kesehatan juga digalakkan, misalnya dengan memperkenalkan hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi yang baik untuk mencegah penyebaran penyakit.

 

Dampak Positif dan Negatif Kebijakan Orde Baru di Berbagai Bidang:
 

1. Politik

 

Positif:

• Stabilitas politik tercapai dalam jangka panjang, yang memungkinkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan lainnya.

• Pemerintahan yang terpusat dengan kekuasaan yang kuat membuat kebijakan bisa lebih cepat diterapkan.

 

Negatif:

• Pemerintahan yang otoriter membatasi kebebasan politik dan hak asasi manusia. Penindasan terhadap oposisi dan kebebasan berbicara terjadi.

• Korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan meluas karena adanya konsentrasi kekuasaan yang besar pada tangan presiden dan aparatnya.

 

2. Ekonomi

 

Positif:

• Pembangunan infrastruktur yang pesat, terutama di bidang transportasi dan perumahan, mendorong pertumbuhan ekonomi.

• Pembangunan sektor industri dan ekspor meningkatkan perekonomian negara.

• Pertumbuhan ekonomi yang stabil selama beberapa dekade memberi kemakmuran bagi sebagian besar masyarakat.
 

Negatif:

• Ketergantungan pada sektor pertambangan dan minyak menyebabkan ketidakstabilan ekonomi ketika harga komoditas turun.

• Terjadinya kesenjangan sosial dan ekonomi yang lebar antara kota dan desa serta antara golongan kaya dan miskin.

• Korupsi di kalangan pejabat negara menyebabkan pemborosan sumber daya dan ketidakmerataan pembangunan.
 

3. Sosial Budaya
 

Positif:

• Proyek pembangunan pendidikan dan fasilitas sosial memperbaiki kualitas hidup sebagian besar masyarakat.

• Peningkatan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan kesehatan bagi pembangunan sosial.
 

Negatif:

• Dominasi budaya Jawa dalam kebijakan politik dan sosial, yang menyebabkan marginalisasi budaya daerah lainnya.

• Pembatasan terhadap kebebasan berbicara dan ekspresi budaya yang berbeda dari pandangan resmi pemerintah.

• Pemaksaan untuk menerima ideologi tertentu, seperti Pancasila sebagai satu-satunya ideologi negara, menekan keragaman pemikiran.
 

4. Kesehatan
 

Positif:

• Penyuluhan kesehatan dan program imunisasi meningkatkan angka harapan hidup dan menurunkan angka kematian bayi.

• Perbaikan infrastruktur kesehatan di berbagai daerah meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

• Program KB berhasil menurunkan angka kelahiran dan mengendalikan pertumbuhan penduduk.

 

Negatif:

• Ketergantungan pada bantuan luar negeri untuk program kesehatan, yang terkadang menghambat kemandirian dalam penyelesaian masalah kesehatan.

• Terdapat ketidakmerataan dalam distribusi fasilitas kesehatan, terutama di daerah terpencil.

 

5. Pendidikan
 

Positif:

• Pendidikan dasar menjadi lebih merata dengan banyaknya sekolah yang dibangun di daerah pedesaan.

• Kebijakan pendidikan gratis bagi sekolah dasar dan menengah meningkatkan angka partisipasi sekolah.


 

Negatif:

• Sistem pendidikan yang terlalu terpusat pada nilai dan ujian menyebabkan kurangnya pengembangan kreativitas dan keterampilan siswa.

• Pendidikan menjadi alat untuk memperkuat ideologi pemerintah, sehingga kurang mendorong kebebasan berfikir dan kritik terhadap pemerintah.

• Kurangnya perhatian terhadap kualitas pendidikan di daerah terpencil, yang menyebabkan kesenjangan pendidikan antara kota dan desa.

 

Kesimpulan:

Kebijakan pada masa Orde Baru, terutama di bidang kesehatan, berhasil meningkatkan akses layanan kesehatan, menurunkan angka kelahiran, dan memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Namun, kebijakan tersebut juga memiliki dampak negatif, seperti ketergantungan pada bantuan luar negeri, ketidakmerataan dalam distribusi layanan, serta kurangnya perhatian terhadap keberagaman budaya dan kebebasan politik.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Selegram merupakan salah satu profesi yang berkaitan erat dengan media sosial . Profesi ini sering kali menunjukkan gaya hidup di media sosial untuk membangun citra positif pada dirinya. Akan tetapi, profesi ini rentan sekali mendapat ujaran kebencian dari orang yang tidak dikenal di media sosial. Bentuk pelanggaran hak warga negara yang terjadi pada ilustrasi tersebut adalah ... Question 41Answer a. intoleransi beragama b. cyberbulling c. diskriminasi d. persekusi e. genosida

5

0.0

Jawaban terverifikasi

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

19

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan