Riva I

21 Februari 2024 02:50

Iklan

Iklan

Riva I

21 Februari 2024 02:50

Pertanyaan

Kakaknya pun rela untuk tidak menikah tahun ini, karena ia harus menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai tugas akhir dan biaya-blaya laboratorium serta praktikum yang cukup tinggi untuk Rin, Kini diba saatnya Rini harus mengikuti ujian semester akhir, mata kullah yang diberikan oleh dosennya cukup unik. Saat tu sang dosen ingin memberikan pertanyaan-pertanyaan ujian secara lisan. "Agar aku bisa dekat dengan mahasiswa cerita Riri menirukan kata dosennya kepada mahasiswa beberapa waktu lalu. Satu per satu pertanyaan pun dia lontarkan, para mahasiswa berusaha menjawab pertanyaan itu semampu mungkin dalam. Struktur yang membangun pada teks tersebut adalah ....

Kakaknya pun rela untuk tidak menikah tahun ini, karena ia harus menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai tugas akhir dan biaya-blaya laboratorium serta praktikum yang cukup tinggi untuk Rin, Kini diba saatnya Rini harus mengikuti ujian semester akhir, mata kullah yang diberikan oleh dosennya cukup unik. Saat tu sang dosen ingin memberikan pertanyaan-pertanyaan ujian secara lisan. "Agar aku bisa dekat dengan mahasiswa cerita Riri menirukan kata dosennya kepada mahasiswa beberapa waktu lalu. Satu per satu pertanyaan pun dia lontarkan, para mahasiswa berusaha menjawab pertanyaan itu semampu mungkin dalam. Struktur yang membangun pada teks tersebut adalah ....


5

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

22 Februari 2024 14:14

Jawaban terverifikasi

<p>Struktur yang membangun pada teks tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:</p><p><strong>Latar Belakang:</strong></p><ul><li>Kakaknya rela tidak menikah tahun ini untuk mendukung biaya studi Rin.</li></ul><p><strong>Pernyataan Kondisi:</strong></p><ul><li>Kakaknya harus menyisihkan sebagian gajinya untuk biaya tugas akhir, biaya laboratorium, dan praktikum Rin.</li></ul><p><strong>Pemantapan Keputusan:</strong></p><ul><li>Saatnya Rin menghadapi ujian semester akhir.</li></ul><p><strong>Deskripsi Mata Kuliah:</strong></p><ul><li>Mata kuliah yang diberikan oleh dosen Rin cukup unik.</li></ul><p><strong>Pemberian Tantangan:</strong></p><ul><li>Dosen memberikan pertanyaan ujian secara lisan, menciptakan suasana unik dan menantang.</li></ul><p><strong>Cerita Pendek:</strong></p><ul><li>Riri menirukan kata-kata dosennya, menciptakan gambaran situasi yang menghibur.</li></ul><p><strong>Aksi Mahasiswa:</strong></p><ul><li>Para mahasiswa berusaha menjawab pertanyaan sebaik mungkin dalam situasi unik tersebut.</li></ul><p><strong>Pesan yang Dikomunikasikan:</strong></p><ul><li>Teks tersebut dapat menyampaikan pesan tentang pengorbanan keluarga untuk pendidikan, tantangan akademis yang dihadapi mahasiswa, dan suasana unik dalam ujian lisan.</li></ul>

Struktur yang membangun pada teks tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

Latar Belakang:

  • Kakaknya rela tidak menikah tahun ini untuk mendukung biaya studi Rin.

Pernyataan Kondisi:

  • Kakaknya harus menyisihkan sebagian gajinya untuk biaya tugas akhir, biaya laboratorium, dan praktikum Rin.

Pemantapan Keputusan:

  • Saatnya Rin menghadapi ujian semester akhir.

Deskripsi Mata Kuliah:

  • Mata kuliah yang diberikan oleh dosen Rin cukup unik.

Pemberian Tantangan:

  • Dosen memberikan pertanyaan ujian secara lisan, menciptakan suasana unik dan menantang.

Cerita Pendek:

  • Riri menirukan kata-kata dosennya, menciptakan gambaran situasi yang menghibur.

Aksi Mahasiswa:

  • Para mahasiswa berusaha menjawab pertanyaan sebaik mungkin dalam situasi unik tersebut.

Pesan yang Dikomunikasikan:

  • Teks tersebut dapat menyampaikan pesan tentang pengorbanan keluarga untuk pendidikan, tantangan akademis yang dihadapi mahasiswa, dan suasana unik dalam ujian lisan.

Iklan

Iklan

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bacalah teks hikayat berikut, kemudian tentukan konjungsi temporal akibat di dalamnya! Hikayat Abu Nawas: Botol Ajaib Tidak ada henti-hentinya. Tidak ada kapok-kapoknya, Baginda selalu memanggil Abu Nawas untuk dijebak dengan berbagai pertanyaan atau tugas yang aneh-aneh. Hari ini Abu Nawas juga dipanggil ke istana. Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. "Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin," kata Baginda Raja memulai pembicaraan "Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil?" tanya Abu Nawas. "Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya," kata Baginda. Abu Nawas hanya diam. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Ia tidak memikirkan cara menangkap angin nanti tetapi ia masih bingung cara membuktikan bahwa yang ditangkap itu memang benar-benar angin. Karena angin tidak bisa dilihat. Tidak ada benda yang lebih aneh dari angin. Tidak seperti halnya air walaupun tidak berwarna tetapi masih bisa dilihat. Sedangkan angin tidak. Baginda hanya memberi Abu Nawas waktu tidak lebih dari tiga hari. Abu Nawas pulang membawa pekerjaan rumah dari Baginda Raja. Abu Nawas tidak begitu sedih karena berpikir sudah merupakan bagian dari hidupnya, bahkan merupakan suatu kebutuhan. la yakin bahwa dengan berpikir akan terbentang jalan keluar dari kesulitan yang sedang dihadapi. Dan dengan berpikir pula ia yakin bisa menyumbangkan sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan, terutama orang-orang miskin. Karena tidak jarang Abu Nawas menggondol sepundi penuh uang emas hadiah dari Baginda Raja atas kecerdikannya.Sudah dua hari ini Abu Nawas belum juga mendapat akal untuk menangkap angin apalagi memenjarakannya. Sementara besok adalah hari terakhir yang telah ditetapkan Baginda Raja. Abu Nawas hampir putus asa. Abu Nawas benar-benar tidak bisa tidur walau hanya sekedar. Mungkin sudah takdir, sepertinya kali ini Abu Nawas harus menjalani hukuman karena gagal melaksanakan perintah Baginda. la berjalan gontai menuju istana. Di sela-sela kepasrahannya kepada takdir ia mengumpulkan sesuatu, yaitu Aladin dan lampu wasiatnya. "Bukankah jin itu tidak terlihat?" Abu Nawas bertanya kepada diri sendiri. la berjingkrak girang dan segera berlari pulang. Sesampai di rumah secepat mungkin menyiapkan segala sesuatunya kemudian menuju istana. Di pintu gerbang istana Abu Nawas langsung dipersilahkan masuk oleh para pengawal karena Baginda sedang menunggu kehadirannya. Dengan tidak sabar Baginda langsung bertanya kepada Abu Nawas, "Sudahkah engkau berhasil memenjarakan angin, hai Abu Nawas?" "Sudah Paduka yang mulia," jawab Abu Nawas dengan muka berseri-seri sambil botol yang sudah disumbat, kemudian menyerahkan botol itu. Baginda menimang-nimang botol itu. "Mana angin itu, hai Abu Nawas?" tanya Baginda. "Di dalam, Tuanku yang mulia," jawab Abu Nawas penuh takzim. "Aku tak melihat apa-apa," kata Baginda Raja. "Ampun Tuanku, memang angin tak bisa dilihat, tetapi bila Paduka ingin tahu angin, tutup botol itu harus dibuka terlebih dahulu," kata Abu Nawas menjelaskan. Setelah tutup botol dibuka Baginda mencium bau busuk. Bau kentut yang begitu menyenangkan hidung. "Bau apa ini, hai Abu Nawas?! tanya Baginda marah. "Ampun Tuanku yang mulia, tadi hamba buang angin dan hamba masukkan ke dalam botol. Karena hamba takut angin yang hamba buang itu keluar, hamba memenjarakannya dengan cara menyumbat mulut botol," kata Abu Nawas ketakutan. Tetapi baginda tidak jadi marah karena penjelasan Abu Nawas memang masuk akal. Dan untuk kesekian kali Abu Nawas selamat

8

0.0

Jawaban terverifikasi

B. Jawablah soal-soal di bawah ini! Bacalah teks cerita inspiratif di bawah ini dan jawablah pertanyaannya! RAJA DAN KOTA MEGAHYA Alkisah, hiduplah seorang rata yang kaya raya. Pada suatu hari ia memanggil seluruh pakar bangunan, insinyur, dan desainer kita yang ada di dunia. Kepada mereka ia meminta untuk dibuatkan sebuah kota yang paling megah dan paling pindah di seluruh dunia. Pekerjaan pun dimulai. Semua dikerjakan dengan sangat teliti untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Rata tidak menawar harga. Berapa pun biaya yang dibutuhkan ia siap membayarnya. Setelah sekian lama dikerjakan, akhirnya semuanya selesai. Sebuah kota yang teramat megah dan pindah hasil karya para pakar dunia pun tercipta. Memasuki kota itu seperti masuk surga. Raja mengadakan pesta dan mengundang rakyatnya dan tamu-tamu negara. Setiap orang yang datang pasti berdetak kagum menyaksikan karya jagung yang dahsyat dan sempurna itu. Rata pun sangat bangga dan puas karena semua itu berkat kecemerlangan idenya. Rata memerintahkan kepada penjaga agar menandai setiap tamu yang datang tentang celah kekurangan kota yang dibangunnya. Tiba-tiba ada seorang pengunjung rakyat bisa berseloroh. "Ah, seindah apa pun kota ini, tetap tidak sempurna". Mendengar kalimat itu rata tersinggung. Apa lagi yang mengatakannya adalah orang desa yang tidak tahu sama sekali tentang arsitektur kota. “Hai, memang dirimu siapa? Apa maksudmu kota ini tidak sempurna? Coba katakan, apa yang kurang dari karya hebat ini?" "Maafkan, tuan raja. Benar, memang kota yang Anda bangun sangat pindah. Tapi tetap saja mengandung dua cacat". "Apa itu? Sebutkan!" "Pertama, suatu ketika kota ini akan pudar keindahannya, akan rusak, bahkan boleh jadi musnah. Yang kedua, pemilik kota ini juga akan musnah, suatu saat kematian akan menjemputnya. Apakah hal ini bisa dibilang sempurna?" "Aha, memangnya ada yang tak akan rusak dan pemiliknya tak akan mati? Tentu saja ada, Tuan Rata. Yang tak akan rusak adalah kota pindah surganya Allah, dan pemiliknya yaitu Allah, yang tak akan pernah mati. Itulah tempat yang sempurna". "Kau benar, saudaraku. Hamper saja kemewahan dan kemegahan dunia melarikan dan menjerumuskanku. Terima kasih kau telah menyadarkanku". Selanjutnya yang rata memeluk orang yang memberikan usul tersebut. Pertanyaan : 1. Apa ide sang raja itu? 2. Mengapa ia mewujudkan ide tersebut? 3. Apa yang dilakukan raja agar idenya bisa dilaksanakan? 4. Apa yang dilakukan raja setelah idenya terwujud? 5. Apa yang diperintahkan raja kepada setiap tamu yang datang? 6. Mengapa raja melakukan hal tersebut? 7. Siapakah yang memberikan usul? 8. Apakah usulnya tersebut? 9. Siapa saja yang diundang? 10. Di manakah pesta itu diadakan? 11. Kapankah pesta itu dilaksanakan? 12. Bagaimana reaksi raja setelah mendengar salah satu rakyatnya memberikan usul?

25

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Bacalah teks di bawah ini! (1) Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Salam sejahterah untuk kita semua. (2) Yang terhormat Kepala sma Negeri Negeri 1 Watugunung, yang kami hormati Bapak dan Ibu guru serta karyawan, dan teman-teman yang berbahagia. (3) Puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan hanya kepada Tuhan Yang Mahakuasa, karena dengan rohmat-Nya kita dapat bertemu di ruang ini tanpa halangan apa pun. (4) Izinkan kami menyampaikan gagasan dan pesan yang terkait dengan kewirausahaan yang bisa kita lakukan zaman sekarang. (5) Hadirin yang berbahagia. Siapakah yang tidak ingin sukses? Tentu tidak ada manusia yang tidak ingin sukses dalam hidupnya. Untuk menjadi sukses kita tidak bisa hanya dengan berdiam diri, melamun, hanya halusinasi yang ada di otak. Tidak bisa! Tentu harus ada kerja keras, tekun, doa, dan strategi yang cerdas. (6) Salah satu pintu yang harus kita buka untuk memasuki kesuksesan adalah dengan menjadi wirausaha. Kita harus berani mengubah hidup dengan langkah yang berani. Keputusan besar yang kalian ambil akan membuat perubahan besar dalam hidup kalian. Apalagi dengan teknologi yang serba canggih seperti sekarang ini haruslah jadi pemicu kita untuk memanfaatkannya sebagai peluang menghasilkan keuntungan. Generasi yang dekat dengan teknologi adalah sumber pasar yang barus bagi para wirausaha. (7) Menjadi pengusaha dengan cara memanfaatkan kecanggihan teknologi adalah kunci kesuksesan. Problematika di lingkungan kalian bisa dijadikan peluang usaha. Misalnya lihat orang harus pergi jauh untuk membeli bahan bangunan, kita bisa menyediakan bahan bangunan dengan memanfaatkan teknologi pesan dan siap antar. Tetapi jangan lupa, transaksi tetap nomor satu. Terus lihat orang harus pergi bersepeda untuk membeli pulsa, kita bisa sediakan pulsa yang sudah barang tentu berkaitan dengan teknologi IT. Lihat orang harus pergi jauh untuk berbelanja barang kelontong, kita buka usaha di bidang itu dengan memanfaatkan kecanggihan somed. Atau lihat orang harus pergi jauh untuk sekedar menambah angin pada motor atau mobilnya. Bukalah bengkel dengan memanfaatkan teknologi perbengkelan. Nah, jika itu sudah kita buka peluang, lakukan dengan ikhlas, dengan telaten, tekun. Apa pun yang kita tekun, insyaa allah hasilnya akan nikmat di kemudian hari. Jika kita tidak bisa sendiri, bekerjalah dengan kawan. Rintik bareng usaha yang kalian pilih. Tunggu apa lagi. Marilah kita melangkah. Indonesia menunggu kalian untuk berkiprah. (8) Bapak dan ibu, serta adik-adik yang membanggakan. Demikian apa yang dapat kami sampaikan. Semoga ke depan kalian menjadi pengusaha-pengusaha andal yang sukses, yang siap mengharumkan nama Indonesia di percaturan dunia. Aamiin. Terima kasih atas atensi hadirin. Mohon maaf jika ada kalimat yang kurang berkenan. (9) Wassalaamu alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Pesan orator disampaikan pada paragraf nomor .... a. (4) b. (5) c. (6) d. (7)

2

0.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah teks di bawah ini! (1) Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh Salam sejahterah untuk kita semua. (2) Yang terhormat Kepala sma Negeri Negeri 1 Watugunung, yang kami hormati Bapak dan Ibu guru serta karyawan, dan teman-teman yang berbahagia. (3) Puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan hanya kepada Tuhan Yang Mahakuasa, karena dengan rohmat-Nya kita dapat bertemu di ruang ini tanpa halangan apa pun. (4) Izinkan kami menyampaikan gagasan dan pesan yang terkait dengan kewirausahaan yang bisa kita lakukan zaman sekarang. (5) Hadirin yang berbahagia. Siapakah yang tidak ingin sukses? Tentu tidak ada manusia yang tidak ingin sukses dalam hidupnya. Untuk menjadi sukses kita tidak bisa hanya dengan berdiam diri, melamun, hanya halusinasi yang ada di otak. Tidak bisa! Tentu harus ada kerja keras, tekun, doa, dan strategi yang cerdas. (6) Salah satu pintu yang harus kita buka untuk memasuki kesuksesan adalah dengan menjadi wirausaha. Kita harus berani mengubah hidup dengan langkah yang berani. Keputusan besar yang kalian ambil akan membuat perubahan besar dalam hidup kalian. Apalagi dengan teknologi yang serba canggih seperti sekarang ini haruslah jadi pemicu kita untuk memanfaatkannya sebagai peluang menghasilkan keuntungan. Generasi yang dekat dengan teknologi adalah sumber pasar yang baguss bagi para wirausaha. (7) Menjadi pengusaha dengan cara memanfaatkan kecanggihan teknologi adalah kunci kesuksesan. Problematika di lingkungan kalian bisa dijadikan peluang usaha. Misalnya lihat orang harus pergi jauh untuk membeli bahan bangunan, kita bisa menyediakan bahan bangunan dengan memanfaatkan teknologi pesan dan siap antar. Tetapi jangan lupa, transaksi tetap nomor satu. Terus lihat orang harus pergi bersepeda untuk membeli pulsa, kita bisa sediakan pulsa yang sudah barang tentu berkaitan dengan teknologi IT. Lihat orang harus pergi jauh untuk berbelanja barang kelontong, kita buka usaha di bidang itu dengan memanfaatkan kecanggihan somed. Atau lihat orang harus pergi jauh untuk sekedar menambah angin pada motor atau mobilnya. Bukalah bengkel dengan memanfaatkan teknologi perbengkelan. Nah, jika itu sudah kita buka peluang, lakukan dengan ikhlas, dengan telaten, tekun. Apa pun yang kita tekun, insyaa allah hasilnya akan nikmat di kemudian hari. Jika kita tidak bisa sendiri, bekerjalah dengan kawan. Rintik bareng usaha yang kalian pilih. Tunggu apa lagi. Marilah kita melangkah. Indonesia menunggu kalian untuk berkiprah. (8) Bapak dan ibu, serta adik-adik yang membanggakan. Demikian apa yang dapat kami sampaikan. Semoga ke depan kalian menjadi pengusaha-pengusaha andal yang sukses, yang siap mengharumkan nama Indonesia di percaturan dunia. Aamiin. Terima kasih atas atensi hadirin. Mohon maaf jika ada kalimat yang kurang berkenan. (9) Wassalaamu alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Pendapat dan gagasan orator disampaikan pada paragraf nomor .... a. (2), (3), (4) b. (3), (4), (5) c. (4), (5), (6) d. (5), (6), (7)

1

0.0

Jawaban terverifikasi

Menjaga Kebersihan : Hadirin yang saya hormati , Warga perumahan Asri , pada kesempatan ini saya akan menyampaikan tentang cara menjaga kebersihan . Yang bertepatan dengan hari Lingkungan Hidup . Tuhan Yang Maha Esa sangat mencintai orang yang bersih dan suka membersihkan segala sesuatu yang ada di dalamnya . Jadi marilah kita mulai menjaga kebersihan demi terciptanya keselamatan dan kebaikan untuk diri kita maupun orang lain . Hadirin sekalian , Jika kita menjaga kebersihan lalu ditiru oleh anak - anak kita dan orang - orang di dekat kita maka kita pun akan mendapat manfaatnya , oleh karena itu mari ajarkan sedini mungkin terhadap anak - anak tentang pentingnya menjaga kebersihan agar kelak mereka menjadi anak yang sehat . cerdas dan suka berbuat baik. Dengan mengajarkan menjaga kebersihan kepada anak - anak , diharapkan mereka bisa mandiri dan terbiasa mengatasi hal - hal yang sulit untuk diselesaikan , seperti kita ketahui di masa sekarang masih banyak orang - orang yang tidak peduli dengan kebersihan lingkungan dan membiarkan menjadi kotor . Penutup Pidato tentang Kebersihan : Hadirin yang berbahagia , Demikianlah pidato singkat yang bisa saya sampaikan , mudah - mudahan apa yang sudah saya sampaikan bermanfaat dan dapat dilaksanakan , akhir kata saya ucapkan ucapkan atas perhatiannya . Jawablah pertanyaan - peranyaan berikut berdasarkan teks pidato persuasif di atas ! 1. Dalam peristiwa apa pidato yang disampaikan ? 2. Sudah lengkapkah pidato tersebut ? 3. Siapakah yang menjadi pendengar pada pidato tesebut ? 4. Menurutmu apakah harapan dari orator dalam idato tersebut ? 5. Setujukah kamu dengan materi pidato tersebut ? Berikan penjelasan!

1

5.0

Jawaban terverifikasi