Putri R

13 Januari 2024 05:19

Iklan

Iklan

Putri R

13 Januari 2024 05:19

Pertanyaan

Judul : WABAH Penulis : Jujur Prananto Pertanyaan: 1. Tentukan penokohan! 2. Tentukan point of view! 3. Tentukan setting! 4. Tentukan amanat! 5. apa yg terjadi di dalam cerita tersebut? 6. serta bagaimana pandangan anda terhadap hal hal yg terjadi dalam cerita tersebut?

Judul : WABAH
Penulis : Jujur Prananto

Pertanyaan: 
1. Tentukan penokohan!
2. Tentukan point of view!
3. Tentukan setting!
4. Tentukan amanat!
5. apa yg terjadi di dalam cerita tersebut?
6. serta bagaimana pandangan anda terhadap hal hal yg terjadi dalam cerita tersebut?


1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Mercon M

Community

28 April 2024 15:42

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban:</p><p><strong>1. Penokohan:</strong></p><ul><li>Tokoh Utama: Dr. Fahmi, seorang dokter yang berjuang untuk mengatasi wabah yang menyebar di kota.</li><li>Tokoh Pendukung: Warga kota yang terinfeksi, tim medis, pemerintah setempat.</li></ul><p><strong>2. Point of View:</strong></p><ul><li>Penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga. Cerita disampaikan dari perspektif yang melibatkan banyak karakter, tetapi fokus pada pengalaman dan perjuangan Dr. Fahmi.</li></ul><p><strong>3. Setting:</strong></p><ul><li>Kota metropolitan modern yang tengah dilanda wabah penyakit misterius. Tempat-tempat yang menjadi latar termasuk rumah sakit, klinik, laboratorium medis, dan kawasan perkotaan yang padat.</li></ul><p><strong>4. Amanat:</strong></p><ul><li>Pentingnya solidaritas dan kebersamaan dalam menghadapi bencana dan tantangan bersama.</li><li>Perlunya tanggung jawab individu dan pemerintah dalam menangani situasi krisis kesehatan.</li></ul><p><strong>5. Sinopsis:</strong> Dalam cerita "WABAH" karya Jujur Prananto, kota metropolitan tiba-tiba diguncang oleh wabah penyakit misterius yang menular dengan cepat dan mengancam ribuan nyawa. Dr. Fahmi, seorang dokter yang berdedikasi, memimpin tim medis dalam upaya menyelamatkan korban dan menghentikan penyebaran penyakit tersebut. Di tengah kepanikan dan ketidakpastian, Dr. Fahmi dan timnya bekerja keras untuk mencari obat dan menangani pasien yang terinfeksi. Dalam perjalanannya, mereka dihadapkan pada berbagai rintangan dan tantangan, termasuk kurangnya sumber daya dan penolakan dari sebagian masyarakat. Namun, dengan tekad dan ketabahan, mereka terus berjuang untuk melawan wabah dan menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin.</p><p><strong>6. Pandangan Pribadi:</strong> Cerita "WABAH" menggambarkan betapa rapuhnya kondisi kemanusiaan dihadapi oleh ancaman penyakit yang tidak terduga. Saya percaya bahwa cerita ini mengajarkan kita tentang pentingnya persatuan dan kerja sama dalam menghadapi krisis yang mengancam nyawa banyak orang. Hal ini juga menyoroti pentingnya peran para petugas kesehatan dan pemerintah dalam menangani situasi darurat seperti ini. Selain itu, cerita ini juga menegaskan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi wabah penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat secara keseluruhan.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Jawaban:

1. Penokohan:

  • Tokoh Utama: Dr. Fahmi, seorang dokter yang berjuang untuk mengatasi wabah yang menyebar di kota.
  • Tokoh Pendukung: Warga kota yang terinfeksi, tim medis, pemerintah setempat.

2. Point of View:

  • Penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga. Cerita disampaikan dari perspektif yang melibatkan banyak karakter, tetapi fokus pada pengalaman dan perjuangan Dr. Fahmi.

3. Setting:

  • Kota metropolitan modern yang tengah dilanda wabah penyakit misterius. Tempat-tempat yang menjadi latar termasuk rumah sakit, klinik, laboratorium medis, dan kawasan perkotaan yang padat.

4. Amanat:

  • Pentingnya solidaritas dan kebersamaan dalam menghadapi bencana dan tantangan bersama.
  • Perlunya tanggung jawab individu dan pemerintah dalam menangani situasi krisis kesehatan.

5. Sinopsis: Dalam cerita "WABAH" karya Jujur Prananto, kota metropolitan tiba-tiba diguncang oleh wabah penyakit misterius yang menular dengan cepat dan mengancam ribuan nyawa. Dr. Fahmi, seorang dokter yang berdedikasi, memimpin tim medis dalam upaya menyelamatkan korban dan menghentikan penyebaran penyakit tersebut. Di tengah kepanikan dan ketidakpastian, Dr. Fahmi dan timnya bekerja keras untuk mencari obat dan menangani pasien yang terinfeksi. Dalam perjalanannya, mereka dihadapkan pada berbagai rintangan dan tantangan, termasuk kurangnya sumber daya dan penolakan dari sebagian masyarakat. Namun, dengan tekad dan ketabahan, mereka terus berjuang untuk melawan wabah dan menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin.

6. Pandangan Pribadi: Cerita "WABAH" menggambarkan betapa rapuhnya kondisi kemanusiaan dihadapi oleh ancaman penyakit yang tidak terduga. Saya percaya bahwa cerita ini mengajarkan kita tentang pentingnya persatuan dan kerja sama dalam menghadapi krisis yang mengancam nyawa banyak orang. Hal ini juga menyoroti pentingnya peran para petugas kesehatan dan pemerintah dalam menangani situasi darurat seperti ini. Selain itu, cerita ini juga menegaskan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi wabah penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

 

 

 


 


Iklan

Iklan

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

B. Jawablah soal-soal di bawah ini! Bacalah teks cerita inspiratif di bawah ini dan jawablah pertanyaannya! RAJA DAN KOTA MEGAHYA Alkisah, hiduplah seorang rata yang kaya raya. Pada suatu hari ia memanggil seluruh pakar bangunan, insinyur, dan desainer kita yang ada di dunia. Kepada mereka ia meminta untuk dibuatkan sebuah kota yang paling megah dan paling pindah di seluruh dunia. Pekerjaan pun dimulai. Semua dikerjakan dengan sangat teliti untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Rata tidak menawar harga. Berapa pun biaya yang dibutuhkan ia siap membayarnya. Setelah sekian lama dikerjakan, akhirnya semuanya selesai. Sebuah kota yang teramat megah dan pindah hasil karya para pakar dunia pun tercipta. Memasuki kota itu seperti masuk surga. Raja mengadakan pesta dan mengundang rakyatnya dan tamu-tamu negara. Setiap orang yang datang pasti berdetak kagum menyaksikan karya jagung yang dahsyat dan sempurna itu. Rata pun sangat bangga dan puas karena semua itu berkat kecemerlangan idenya. Rata memerintahkan kepada penjaga agar menandai setiap tamu yang datang tentang celah kekurangan kota yang dibangunnya. Tiba-tiba ada seorang pengunjung rakyat bisa berseloroh. "Ah, seindah apa pun kota ini, tetap tidak sempurna". Mendengar kalimat itu rata tersinggung. Apa lagi yang mengatakannya adalah orang desa yang tidak tahu sama sekali tentang arsitektur kota. “Hai, memang dirimu siapa? Apa maksudmu kota ini tidak sempurna? Coba katakan, apa yang kurang dari karya hebat ini?" "Maafkan, tuan raja. Benar, memang kota yang Anda bangun sangat pindah. Tapi tetap saja mengandung dua cacat". "Apa itu? Sebutkan!" "Pertama, suatu ketika kota ini akan pudar keindahannya, akan rusak, bahkan boleh jadi musnah. Yang kedua, pemilik kota ini juga akan musnah, suatu saat kematian akan menjemputnya. Apakah hal ini bisa dibilang sempurna?" "Aha, memangnya ada yang tak akan rusak dan pemiliknya tak akan mati? Tentu saja ada, Tuan Rata. Yang tak akan rusak adalah kota pindah surganya Allah, dan pemiliknya yaitu Allah, yang tak akan pernah mati. Itulah tempat yang sempurna". "Kau benar, saudaraku. Hamper saja kemewahan dan kemegahan dunia melarikan dan menjerumuskanku. Terima kasih kau telah menyadarkanku". Selanjutnya yang rata memeluk orang yang memberikan usul tersebut. Pertanyaan : 1. Apa ide sang raja itu? 2. Mengapa ia mewujudkan ide tersebut? 3. Apa yang dilakukan raja agar idenya bisa dilaksanakan? 4. Apa yang dilakukan raja setelah idenya terwujud? 5. Apa yang diperintahkan raja kepada setiap tamu yang datang? 6. Mengapa raja melakukan hal tersebut? 7. Siapakah yang memberikan usul? 8. Apakah usulnya tersebut? 9. Siapa saja yang diundang? 10. Di manakah pesta itu diadakan? 11. Kapankah pesta itu dilaksanakan? 12. Bagaimana reaksi raja setelah mendengar salah satu rakyatnya memberikan usul?

25

5.0

Jawaban terverifikasi