Gabriel G

28 Oktober 2020 04:40

Iklan

Gabriel G

28 Oktober 2020 04:40

Pertanyaan

Jika seseorang memiliki darah Rh- (rhesus negatif) mendapatkan transfusi dari donor yang memiliki Rh+ (rhesus positif), pada awalnya tidak membahayakan, tetapi transfusi darah Rh+ selanjutnya akan berbahaya. Analisislah kasus tersebut sehingga dapat terjadi! Uraikan alasannya! 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

10

:

57

:

06

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Nurrismawati

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

21 Maret 2022 06:06

Jawaban terverifikasi

Halo Gabriel G! Kakak bantu jawab ya :) Pada saat transfusi donor pertama, tubuh penerima akan membentuk antibodi untuk melawan rhesus positif. Darah yang mengandung rhesus positif masih sedikit sehingga tubuh masih dalam kondisi aman. Namun ketika dilakukan transfusi yang kedua maka tubuh sudah mengenali antigen rhesus positif dari pendonor yang kemudian menyebabkan penolakan dari tubuh penerima. Mari kita bahas! Darah dalam tubuh terdiri atas eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), dan trombosit. Darah dapat digunakan untuk menentukan golongan darah dengan adanay antigen dan antibodi. Antibodi merupakan sejenis protein yang terdapat di dalam plasma darah dan bagian dari pertahanan alami tubuh. Antibodi akan mengenali benda atau zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Sementara itu, antigen adalah molekul protein yang ditemukan di permukaan sel darah merah. Klasifikasi golongan darah berdasarkan antigen dan antibodinya dibedakan menjadi golongan darah A,B,O, dan AB. Selain itu, golongan darah dapat ditentukan pula melalui rhesus (Rh). Pengklasifikasian Rh ini dipengaruhi faktor keberadaan substansi antigen-D pada darah. Seseorang yang memiliki antigen D pada sel darah merah, berarti ia dinyatakan memiliki rhesus positif (Rh+). Sementara, jika seseorang tidak memiliki protein tersebut, berarti ia dinyatakan memiliki rhesus negatif (Rh-). Saat transfusi darah, golongan darah rhesus positif bisa diberikan darah orang yang memiliki golongan darah rhesus negatif maupun positif. Namun, orang yang memiliki golongan darah rhesus negatif hanya bisa diberikan darah dari orang yang memiliki golongan darah rhesus negatif Semoga membantu! semangat!


Iklan

Hanna A

29 November 2020 12:01

karena ketika donor untuk yang pertama kali, tubuh pasien akan langsung distimulir untuk memproduksi anti rh karena mendapat darah dari pendonor. Dan darah yang memilki anti rh akan beredar ditubuh pasien namun masih dalam jumlah yang sedikit sehingga masih aman, karena jumlah eritosit yang rusak hanya sedikit. Namun, ketika sudah terjadi pendonoran darah untuk yang kedua kalinya, eritrosit yang ada dalam tubuh pasien akan semakin banyak yang rusak karena mengandung anti rh yang disebabkan oleh darah pendonor. karena eritosit yang rusak semakin banyak, bilirubin akan dihasilkan lebih banyak juga. sarah pasien akan mengandung eritoblast dalam jumlah yang banyak. hati dan limpa pasien akan membengkak, sehingga akan menjadi berbahaya bagi pasien. *anti rh yang dimaksud disini adalah bawaan dari darah Rh+ dari pendonor


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

jelaskan mekanisme pernapasan perut

2

5.0

Jawaban terverifikasi