Myiesha N

11 November 2022 14:03

Iklan

Myiesha N

11 November 2022 14:03

Pertanyaan

Jelaskan upaya preventif dan reprersif dalam pencegahan pelanggaran norma.

Jelaskan upaya preventif dan reprersif dalam pencegahan pelanggaran norma.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

21

:

40

:

51

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Erwin A

Community

11 November 2022 23:42

Jawaban terverifikasi

<p>sebelum menjewab pertanyyan kita harus tau apa upaya preventif dan represif&nbsp;</p><p>nah, jadi upaya preventif adalah upaya pencegahan sedangkan represif yaitu upaya yang bersifat menekan&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>upaya preventif dalam pelanggaran norma &nbsp;adalah pencegahan supaya tidak terjadi pelanggaran contohnya Polisi melakukan sosialisasi tentang peraturan lalu lintas .</p><p>upaya represif adalah upaya menekan contohnya &nbsp;seorang guru yang menghukum murid nya karena berkelahi di kelas &nbsp;</p>

sebelum menjewab pertanyyan kita harus tau apa upaya preventif dan represif 

nah, jadi upaya preventif adalah upaya pencegahan sedangkan represif yaitu upaya yang bersifat menekan 

 

upaya preventif dalam pelanggaran norma  adalah pencegahan supaya tidak terjadi pelanggaran contohnya Polisi melakukan sosialisasi tentang peraturan lalu lintas .

upaya represif adalah upaya menekan contohnya  seorang guru yang menghukum murid nya karena berkelahi di kelas  


Iklan

Nanda R

Community

24 Maret 2024 08:10

Jawaban terverifikasi

<p>Upaya preventif dan represif adalah dua pendekatan yang berbeda dalam pencegahan pelanggaran norma dalam masyarakat. Berikut adalah penjelasan untuk kedua pendekatan tersebut:</p><p><strong>Upaya Preventif</strong>:</p><ul><li><strong>Pendidikan dan Penyuluhan</strong>: Upaya preventif sering kali dimulai dengan pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya norma-norma sosial, nilai-nilai, dan aturan yang ada. Ini bisa dilakukan melalui program-program pendidikan di sekolah, kampanye sosialisasi di masyarakat, atau media massa.</li><li><strong>Pembangunan Alternatif</strong>: Memberikan alternatif yang positif bagi individu atau kelompok yang rentan melakukan pelanggaran norma. Ini bisa berupa program-program pelatihan keterampilan, kesempatan pendidikan atau pekerjaan, atau kegiatan rekreasi yang konstruktif.</li><li><strong>Penguatan Institusi Sosial</strong>: Meningkatkan keberadaan dan peran institusi sosial seperti keluarga, sekolah, gereja, dan organisasi masyarakat dalam memperkuat norma-norma sosial dan memberikan dukungan sosial kepada anggotanya.</li><li><strong>Pembangunan Lingkungan yang Aman dan Sehat</strong>: Membangun lingkungan fisik dan sosial yang mendukung penerapan norma-norma sosial, termasuk pembangunan infrastruktur, peningkatan keamanan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.</li></ul><p><strong>Upaya Represif</strong>:</p><ul><li><strong>Penegakan Hukum</strong>: Upaya represif melibatkan penegakan hukum terhadap pelanggar norma dengan menggunakan aturan-aturan dan sanksi yang ada. Ini bisa berupa penangkapan, penuntutan, atau hukuman terhadap individu yang melanggar hukum atau norma-norma sosial.</li><li><strong>Sistem Peradilan yang Adil</strong>: Membangun sistem peradilan yang adil dan transparan untuk menangani kasus-kasus pelanggaran norma, sehingga memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.</li><li><strong>Sanksi Sosial</strong>: Selain sanksi hukum, upaya represif juga bisa melibatkan sanksi sosial seperti stigma, pengecualian dari komunitas, atau penolakan sosial terhadap individu yang melanggar norma. Hal ini bertujuan untuk menegaskan norma-norma sosial dan memperkuat pemahaman akan konsekuensi dari pelanggaran tersebut.</li></ul><p><br>&nbsp;</p>

Upaya preventif dan represif adalah dua pendekatan yang berbeda dalam pencegahan pelanggaran norma dalam masyarakat. Berikut adalah penjelasan untuk kedua pendekatan tersebut:

Upaya Preventif:

  • Pendidikan dan Penyuluhan: Upaya preventif sering kali dimulai dengan pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya norma-norma sosial, nilai-nilai, dan aturan yang ada. Ini bisa dilakukan melalui program-program pendidikan di sekolah, kampanye sosialisasi di masyarakat, atau media massa.
  • Pembangunan Alternatif: Memberikan alternatif yang positif bagi individu atau kelompok yang rentan melakukan pelanggaran norma. Ini bisa berupa program-program pelatihan keterampilan, kesempatan pendidikan atau pekerjaan, atau kegiatan rekreasi yang konstruktif.
  • Penguatan Institusi Sosial: Meningkatkan keberadaan dan peran institusi sosial seperti keluarga, sekolah, gereja, dan organisasi masyarakat dalam memperkuat norma-norma sosial dan memberikan dukungan sosial kepada anggotanya.
  • Pembangunan Lingkungan yang Aman dan Sehat: Membangun lingkungan fisik dan sosial yang mendukung penerapan norma-norma sosial, termasuk pembangunan infrastruktur, peningkatan keamanan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Upaya Represif:

  • Penegakan Hukum: Upaya represif melibatkan penegakan hukum terhadap pelanggar norma dengan menggunakan aturan-aturan dan sanksi yang ada. Ini bisa berupa penangkapan, penuntutan, atau hukuman terhadap individu yang melanggar hukum atau norma-norma sosial.
  • Sistem Peradilan yang Adil: Membangun sistem peradilan yang adil dan transparan untuk menangani kasus-kasus pelanggaran norma, sehingga memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
  • Sanksi Sosial: Selain sanksi hukum, upaya represif juga bisa melibatkan sanksi sosial seperti stigma, pengecualian dari komunitas, atau penolakan sosial terhadap individu yang melanggar norma. Hal ini bertujuan untuk menegaskan norma-norma sosial dan memperkuat pemahaman akan konsekuensi dari pelanggaran tersebut.


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Pertandingan sepak bola antara dua kesebelasan menunjukkan bentuk hubungan sosial …. a. Kelompok dengan kelompok b. Individu dengan kelompok c. Individu dengan Individu d. Kelompok dengan individu

4

2.3

Jawaban terverifikasi