Nuoyi N

17 September 2023 15:46

Iklan

Nuoyi N

17 September 2023 15:46

Pertanyaan

jelaskan teori pewarisan sifat yang dikemukakan oleh mendel!

jelaskan teori pewarisan sifat yang dikemukakan oleh mendel!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

20

:

08

:

35

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Farah T

18 September 2023 05:07

Jawaban terverifikasi

<p><strong>Gregor Johann Mendel, </strong>Ia membawa pencerahan tentang <strong>hereditas </strong>atau pewarisan sifat melalui pembuktian prinsip dasar genetika. Nah, pembuktian itu didasari lewat percobaan yang telah dilakukan. Lalu, dari hasil percobaan itu, ia rumuskan menjadi hukum pewarisan sifat, yang dikenal sampai saat ini dengan <strong>Hukum Mendel</strong>.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>pewarisan sifat atau hereditas merupakan <strong>penurunan sifat yang diturunkan dari induk atau orang tua terhadap anak atau keturunannya</strong>.</p>

Gregor Johann Mendel, Ia membawa pencerahan tentang hereditas atau pewarisan sifat melalui pembuktian prinsip dasar genetika. Nah, pembuktian itu didasari lewat percobaan yang telah dilakukan. Lalu, dari hasil percobaan itu, ia rumuskan menjadi hukum pewarisan sifat, yang dikenal sampai saat ini dengan Hukum Mendel

 

pewarisan sifat atau hereditas merupakan penurunan sifat yang diturunkan dari induk atau orang tua terhadap anak atau keturunannya.


Iklan

Vincent M

Community

18 September 2023 13:49

Jawaban terverifikasi

<p>Teori pewarisan sifat yang dikemukakan oleh Gregor Mendel dikenal sebagai "Hukum Pewarisan Mendel" atau "Hukum Mendel tentang Pewarisan Sifat." Teori ini merupakan dasar dari genetika modern dan ditemukan melalui eksperimen yang dilakukan oleh Mendel pada tanaman kacang polong (Pisum sativum) pada abad ke-19. Teori ini menggambarkan cara sifat-sifat yang diwariskan dari generasi ke generasi.</p><p>Berikut adalah prinsip-prinsip utama teori pewarisan sifat Mendel:</p><p>Hukum Pewarisan Mendel Pertama (Hukum Segregasi): Mendel mengamati bahwa setiap individu memiliki dua alel (varian genetik) untuk setiap sifat yang diwariskan, satu dari ibu dan satu dari ayah. Alel ini dapat berupa alel dominan (yang menentukan sifat yang tampak) atau alel resesif (yang hanya terlihat jika tidak ada alel dominan). Selama pembentukan gamet, alel-alel ini terpisah satu sama lain (segregasi) dan kemudian digabungkan kembali saat fertilisasi.</p><p>Hukum Pewarisan Mendel Kedua (Hukum Pemisahan Bebas): Mendel juga mengamati bahwa alel untuk sifat-sifat yang berbeda dapat diwariskan secara independen satu sama lain. Artinya, pewarisan alel untuk satu sifat tidak memengaruhi pewarisan alel untuk sifat lainnya. Ini adalah konsep penting dalam genetika yang dikenal sebagai hukum pemisahan bebas.</p><p>Hukum Pewarisan Mendel Ketiga (Hukum Dominansi): Menurut Mendel, alel dominan akan menentukan sifat yang terlihat pada organisme ketika ada satu atau dua salinan alel dominan dalam genotipe. Alel resesif hanya akan menghasilkan sifatnya jika kedua alel dalam genotipe adalah alel resesif.</p><p>Hukum Pewarisan Mendel Keempat (Hukum Penyusunan Bebas): Mendel juga mengamati bahwa alel-alel untuk sifat-sifat yang berbeda dapat menggabungkan diri secara acak dalam gamet keturunan. Ini berarti kombinasi alel dalam keturunan tidak selalu terikat pada kombinasi tertentu.</p><p>Penting untuk diingat bahwa saat Mendel pertama kali mengembangkan teori ini, konsep gen dan DNA masih belum diketahui. Namun, eksperimen Mendel dan hukum-hukum yang dia temukan menjadi dasar bagi pemahaman kita tentang pewarisan genetik dan dasar dari ilmu genetika modern. Teori pewarisan sifat Mendel membantu menjelaskan bagaimana gen-gen diwariskan dari generasi ke generasi dan bagaimana variasi genetik muncul dalam populasi.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Teori pewarisan sifat yang dikemukakan oleh Gregor Mendel dikenal sebagai "Hukum Pewarisan Mendel" atau "Hukum Mendel tentang Pewarisan Sifat." Teori ini merupakan dasar dari genetika modern dan ditemukan melalui eksperimen yang dilakukan oleh Mendel pada tanaman kacang polong (Pisum sativum) pada abad ke-19. Teori ini menggambarkan cara sifat-sifat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Berikut adalah prinsip-prinsip utama teori pewarisan sifat Mendel:

Hukum Pewarisan Mendel Pertama (Hukum Segregasi): Mendel mengamati bahwa setiap individu memiliki dua alel (varian genetik) untuk setiap sifat yang diwariskan, satu dari ibu dan satu dari ayah. Alel ini dapat berupa alel dominan (yang menentukan sifat yang tampak) atau alel resesif (yang hanya terlihat jika tidak ada alel dominan). Selama pembentukan gamet, alel-alel ini terpisah satu sama lain (segregasi) dan kemudian digabungkan kembali saat fertilisasi.

Hukum Pewarisan Mendel Kedua (Hukum Pemisahan Bebas): Mendel juga mengamati bahwa alel untuk sifat-sifat yang berbeda dapat diwariskan secara independen satu sama lain. Artinya, pewarisan alel untuk satu sifat tidak memengaruhi pewarisan alel untuk sifat lainnya. Ini adalah konsep penting dalam genetika yang dikenal sebagai hukum pemisahan bebas.

Hukum Pewarisan Mendel Ketiga (Hukum Dominansi): Menurut Mendel, alel dominan akan menentukan sifat yang terlihat pada organisme ketika ada satu atau dua salinan alel dominan dalam genotipe. Alel resesif hanya akan menghasilkan sifatnya jika kedua alel dalam genotipe adalah alel resesif.

Hukum Pewarisan Mendel Keempat (Hukum Penyusunan Bebas): Mendel juga mengamati bahwa alel-alel untuk sifat-sifat yang berbeda dapat menggabungkan diri secara acak dalam gamet keturunan. Ini berarti kombinasi alel dalam keturunan tidak selalu terikat pada kombinasi tertentu.

Penting untuk diingat bahwa saat Mendel pertama kali mengembangkan teori ini, konsep gen dan DNA masih belum diketahui. Namun, eksperimen Mendel dan hukum-hukum yang dia temukan menjadi dasar bagi pemahaman kita tentang pewarisan genetik dan dasar dari ilmu genetika modern. Teori pewarisan sifat Mendel membantu menjelaskan bagaimana gen-gen diwariskan dari generasi ke generasi dan bagaimana variasi genetik muncul dalam populasi.

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Jodohkan gambar dengan pola interaksi yang sesuai! 10. Beruang dengan ikan Pola interaksi a. Netralisme b. Predasi c. Simbiosis mutualisme d. Simbiosis komensalisme e. Simbiosis parasitisme f. Antibiosis

16

3.5

Jawaban terverifikasi