Anindra A

25 Agustus 2021 05:46

Iklan

Anindra A

25 Agustus 2021 05:46

Pertanyaan

jelaskan sejarah terjadinya perang padri

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

09

:

31

:

11

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Shoimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

25 Agustus 2021 11:55

Jawaban terverifikasi

Halo Anindra Perang Padri adalah perang saudara yang pernah terjadi di Minangkabau, tepatnya di wilayah Kerajaan Pagaruyung yang kini termasuk Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Pertikaian antara sesama orang Minang ini berlangsung pada awal abad ke-17 Masehi, tepatnya dari tahun 1803 hingga 1838. Ada beberapa golongan yang terlibat, yakni kaum Padri (kelompok agamis), kaum adat, serta Belanda yang kemudian menerapkan taktik licik untuk memecah-belah rakyat Minangkabau. Penyebab perang Padri dikarenakan pertentangan antara kaum Padri dengan kaum Adat. Kala itu, muncul gerakan Wahabiah di Sumatera Barat yang bertujuan memurnikan kehidupan Islam oleh kaum Padri. Hanya saja, kaum Adat merasa tak sejalan. Pemerintah kolonial pun mendukung kaum Padri dan melakukan perjanjian di mana pasukan Belanda menduduki beberapa daerah di Sumatera Barat. Peristiwa ini lah yang mengawali terjadinya perang Padri. Kronologi perang Padri terjadi mulai tahun 1821 di mana pasukan Belanda mulai menduduki beberapa daerah di Sumatera Barat, dan mengawali peperangan. Perang tersebut berlangsung hingga 1825. Tak berhenti di situ, perang Padri kedua kembali terjadi dengan strategi serangan kaum Padri ke pos-pos Belanda di Sumawang, Sulit Air, Enam Kota, Rau, dan Tanjung Alam. Pada tanggal 22 Januari 1824, perang Padri dihentikan dengan perjanjian damai di Bonjol. Namun, perjanjian tersebut dilanggar oleh Belanda sehingga memicu pertempuran lagi. Kaum Padri kembali melakukan perjanjian perdamaian pada tanggal 15 November 1825 di Padang untuk menghentikan perang. Sebenarnya, perjanjian tersebut dilakukan Belanda hanya untuk berfokus pada perlawanan Diponegoro di Jawa. Setelah selesai perang Diponegoro, Belanda kembali mendirikan pos di wilayah kekuasaan kaum Padri dan memicu perang Padri jilid dua. Perang pun berlangsung antara 1830 hingga 1837. Akhirnya, perang berakhir setelah pimpinan perang, yakni Tuanku nan Alahan menyerah. Dampak dari perang Padri menyebabkan banyak korban jiwa berjatuhan. Selain itu, perang Padri juga menyebabkan kesengsaraan pada rakyat karena Belanda mengerahkan ribuan tenaga untuk kerja paksa membuat jalan agar pasukan bisa menyerang Bonjol. Dengan demikian, perang Padri pada awalnya adalah peperangan antara kaum Padri melawan kaum adat. Setelah masuknya Belanda ke tanah Minangkabau, perang ini berubah menjadi perang antara masyarakat Minangkabau melawab Belanda. Mapel: Sejarah Kelas: 9 SMP Topik: Penjajahan Bangsa Eropa dan Perlawanan Rakyat Semoga membantu ya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

9

5.0

Jawaban terverifikasi