Sanjaya S

30 Januari 2022 21:06

Iklan

Sanjaya S

30 Januari 2022 21:06

Pertanyaan

Jelaskan ritual pemakaman suku Dayak secara singkat! Jelaskan kaitannya dengan sejarah perkembangan manusia pra aksara!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

03

:

52

:

39

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Andrian

Mahasiswa/Alumni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

25 Februari 2022 05:48

Jawaban terverifikasi

Hallo Sanjaya S, kakak bantu jawab ya. Ritual pemakaman suku Dayak adalah mengikuti ajaran Kaharingan dengan membakar mayat, adapun ritual lainnya dengan meletakkan mayat di Kulambu. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami pembahasan dibawah ini. Suku Dayak merupakan kelompok etnis yang mendiami wilayah Kalimantan, suku dayak terdiri dari enam rumpun, antara lain: rumpun Klemantan alias Kalimantan, rumpun Iban, rumpun Apokayan yaitu Dayak Kayan, Kenyah dan Bahau, rumpun Murut, rumpun Ot Danum-Ngaju dan rumpun Punan. Suku dayak memiliki kepercayaan Kaharingan, yaitu agama yang masih dianut hingga saat ini. Namun, karena di Indonesia hanya mengakui enam agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu) Kaharingan dimasukkan dalam bagian agama Hindu (Hindu Kaharingan). Salah satu yang menarik dalam tradisi suku Dayak adalah proses pemakaman manusia dengan cara upacara Tiwah, yaitu sebuah upacara bertujuan untuk mengantarkan jiwa atau roh manusia yang telah meninggal dunia menuju tempat yang dituju. Sedangkan ada sebagian suku dayak yang melaksanakan ritual pemakaman di rumah Kulambu. Rumah Kulambu adalah rumah duka atau mayat tradisional masyarakat suku dayak Taman Mendalam dimana jenazah tidak dimakamkan atau dikuburkan tidak juga dibakar, melainkan diletakkan di Kulambu/Surambi dengan peti kayu yang melalui proses ritual Gawai Mulambu (Jenazah dibawa dengan kapal dan diiringi dengan musik). Tradisi ini sudah dilakukan turun menurun melalui ajaran nenek moyang, suku Dayak melakukan karena kepercayaan yang telah diajarkan turun menurun, hal ini menjadikan sejarah dalam konsep yang berkesinambungan karena nilai dan tradisi sudah melekat bagi masyarakat Dayak sehingga melakukan tradisi yang sudah dilakukan sejak dahulu. Semoga membantu ya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

8

5.0

Jawaban terverifikasi