AKA C

03 September 2025 12:19

Iklan

AKA C

03 September 2025 12:19

Pertanyaan

Jelaskan proses transkripsi dan translasi pada sintesis protein!

Jelaskan proses transkripsi dan translasi pada sintesis protein!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

16

:

07

:

30

Klaim

2

2


Iklan

Annisa P

04 September 2025 16:17

<p>Transkripsi</p><p>1. <strong>Inisiasi</strong>:</p><p>Enzim RNA polimerase akan menempel pada bagian DNA yang disebut promotor dan membuka helai DNA ganda.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>2. <strong>Elongasi</strong>:</p><p>RNA polimerase menyalin urutan basa DNA ke dalam molekul mRNA yang baru, menggunakan satu helai DNA sebagai cetakan.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>3. <strong>Terminasi</strong>:</p><p>Setelah menyalin seluruh segmen gen, molekul mRNA akan lepas dari DNA dan RNA polimerase akan berhenti bekerja.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Translasi&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>1. <strong>Inisiasi</strong>:</p><p>Molekul mRNA yang telah selesai dari transkripsi akan bergerak ke ribosom di dalam sitoplasma. Ribosom akan menempel pada mRNA dan memulai pembacaan kode genetik, diawali dari kodon awal (AUG), yang mengkode asam amino metionin.</p><p>2. <strong>Elongasi</strong>:</p><p>Transfer RNA (tRNA) akan membawa asam amino spesifik ke ribosom, mencocokkan antikodonnya dengan kodon pada mRNA, dan menambakannya ke rantai polipeptida yang sedang tumbuh.</p><p>3. <strong>Terminasi</strong>:</p><p>Proses ini berakhir ketika ribosom mencapai kodon stop (UAA, UAG, atau UGA), yang menandakan akhir sintesis protein dan pelepasan rantai polipeptida baru.</p>

Transkripsi

1. Inisiasi:

Enzim RNA polimerase akan menempel pada bagian DNA yang disebut promotor dan membuka helai DNA ganda. 

 

2. Elongasi:

RNA polimerase menyalin urutan basa DNA ke dalam molekul mRNA yang baru, menggunakan satu helai DNA sebagai cetakan. 

 

3. Terminasi:

Setelah menyalin seluruh segmen gen, molekul mRNA akan lepas dari DNA dan RNA polimerase akan berhenti bekerja. 

 

Translasi 

 

1. Inisiasi:

Molekul mRNA yang telah selesai dari transkripsi akan bergerak ke ribosom di dalam sitoplasma. Ribosom akan menempel pada mRNA dan memulai pembacaan kode genetik, diawali dari kodon awal (AUG), yang mengkode asam amino metionin.

2. Elongasi:

Transfer RNA (tRNA) akan membawa asam amino spesifik ke ribosom, mencocokkan antikodonnya dengan kodon pada mRNA, dan menambakannya ke rantai polipeptida yang sedang tumbuh.

3. Terminasi:

Proses ini berakhir ketika ribosom mencapai kodon stop (UAA, UAG, atau UGA), yang menandakan akhir sintesis protein dan pelepasan rantai polipeptida baru.


Iklan

Veny J

11 Oktober 2025 04:19

<p>Mekanisme sintesis protein terdiri atas dua tahap, yaitu transkripsi dan translasi.</p><p><i><strong>1) Transkripsi</strong></i></p><p>Transkripsi adalah sintesis RNA pada suatu cetakan DNA dengan enzim RNA polimerase. DNA memiliki dua untai, untai yang satu sebagai cetakan (disebut juga template/noncoding/antisense) dan untai komplemennya sebagai pengode (disebut juga coding/sense/nontemplate/noncetakan). Rentangan DNA yang ditranskripsi menjadi molekul RNA dan disebut sebagai unit transkripsi. Tahapan transkripsi berfungsi untuk menyintesis mRNA, tRNA, dan rRNA. Namun, hanya urutan basa nitrogen pada mRNA yang menentukan jenis asam amino penyusun protein yang disintesis.</p><p>Transkripsi meliputi tiga tahap, yaitu inisiasi transkripsi, elongasi untai RNA, dan terminasi transkripsi.</p><p><strong>a) Inisiasi (permulaan) transkripsi</strong></p><p>RNA polimerase menempel pada DNA. Tempat menempelnya RNA polimerase pada untai DNA disebut promoter. Promoter menentukan salah satu untai DNA yang menjadi cetakan. RNA polimerase mulai membentuk RNA pada titik awal (start point) promoter.</p><p><strong>b) Elongasi (pemanjangan) untai RNA</strong></p><p>RNA polimerase bergerak di sepanjang DNA cetakan sehingga heliks ganda DNA terbuka secara berurutan, sekitar 10-20 basa nitrogen sekaligus. RNA mulai terbentuk dan RNA polimerase menambahkan nukleotida ke ujung 3 pada RNA yang sedang memanjang. Perakitan nukleotida RNA selalu dimulai dari arah 5' ke 3. Basa nitrogen pada RNA yang dibentuk merupakan pasangan komplementer basa nitrogen untai DNA cetakan yang terbuka, kecuali A pada DNA untuk cetakan U pada RNA. Basa nitrogen T pada DNA untuk cetakan A pada RNA, G pada DNA untuk cetakan C pada RNA, dan C pada DNA untuk cetakan G pada RNA. Apabila untai DNA ditranskripsi, triplet basa nitrogen ATG pada DNA akan menyediakan cetakan untuk UAC dalam molekul RNA</p><p><strong>c) Terminasi (pengakhiran) transkripsi</strong></p><p>Proses transkripsi akan berhenti pada saat RNA polimerase mentranskripsi suatu urutan DNA terminator. Pada sel prokariotik, transkripsi berhenti tepat saat RNA polimerase berada pada titik terminasi. Sementara itu, pada sel eukariotik, transkripsi akan berhenti setelah RNA polimerase melewati titik terminasi hingga 10-35 nukleotida. Setelah pembentukan RNA selesai, heliks ganda DNA menutup kembali dan RNA terlepas dari enzim RNA polimerase.</p><p>Pada sel eukariotik, transkrip RNA memiliki rentangan nukleotida bukan pengkode (urutan penyela disebut intron atau daerah yang tidak ditranslasi) yang tersebar berselang-seling di antara segmen pengode (ekson). Transkripsi terjadi kira-kira 60 nukleotida per detik dan menghasilkan pra-mRNA. Pra-mRNA disambung dan dimodifikasi menjadi mRNA. mRNA yang terbentuk kemudian keluar dari inti sel melalui pori-pori membran inti dan menempel pada ribosom.</p><p><i><strong>2) Translasi</strong></i></p><p>Translasi adalah sintesis polipeptida dengan menggunakan informasi genetik yang dikode pada suatu molekul mRNA. Translasi dilakukan oleh ribosom dan tRNA. Ribosom merupakan organel kecil yang biasanya berderet membentuk poliribosom. Ribosom terdiri atas dua subunit, yaitu subunit besar dan subunit kecil. tRNA mempunyal antikodon yang merupakan urutan basa nitrogen komplementer dari mRNA. Setiap tiga urutan basa nitrogen (triplet) pada mRNA merupakan kodon yang akan menentukan jenis asam amino. Setiap asam amino digabungkan dengan tRNA yang sesuai oleh enzim sintetase tRNA-aminoasil. Di dalam sel, terdapat 20 jenis enzim tersebut karena satu enzim spesifik digunakan untuk satu jenis asam amino. Translasi membutuhkan energi dari GTP (guanosin 5-trifosfat).</p><p>Translasi meliputi tiga tahap, yaitu sebagai berikut.</p><p><strong>a) Inisiasi translasi</strong></p><p>Subunit kecil ribosom berikatan dengan molekul mRNA di ujung 5. Translasi selalu dimulai dari kodon inisiasi AUG pada mRNA yang berfungsi sebagai sinyal "start". tRNA inisiator yang memiliki antikodon UAC membawa asam amino metionin (Met) dan melekat pada kodon inisiasi AUG. Metionin selalu menjadi asam amino awal dalam proses sintesis protein. Penyatuan mRNA, tRNA, Inisiator, dan subunit ribosom kecil yang diikuti perlekatan subunit ribosom besar, menyempurnakan kompleks inisiasi translasi.</p><p><strong>b) Elongasi translasi</strong></p><p>Asam-asam amino ditambahkan satu per satu dari asam amino pertama. Siklus ini berlangsung sekitar 1/10 detik dan terus diulang pada saat penambahan asam amino hingga terbentuk rantai polipeptida yang lengkap.</p><p>Siklus elongasi translasi meliputi tiga tahap, yaitu sebagai berikut.</p><p>•<u>Pengenalan kodon</u>: Kodon mRNA (situs A ribosom) membentuk ikatan hidrogen dengan antikodon tRNA yang baru masuk membawa asam amino.</p><p>•<i>Pembentukan ikatan peptida: </i>Molekul rRNA dari subunit besar berfungsi sebagai enzim (ribozim) yang mengatalisis pembentukan peptida dengan menggabungkan polipeptida (situs P) ke asam amino yang baru datang (situs A).</p><p><i>•Translokasi</i>: tRNA (situs A) yang sudah terikat pada polipeptida yang sedang tumbuh ditranslokasikan ke situs P. Saat tRNA berpindah tempat, antikodon akan tetap berikatan dengan hidrogen pada kodon mRNA.mRNA ikut bergerak dan membawa kodon berikutnya untuk ditranslasi (situs A). tRNA "kosong yang tadinya berada di situs P bergerak ke situs E, lalu keluar dari ribosom.</p><p><strong>c) Terminasi translasi</strong></p><p>Elongasi berakhir setelah kodon stop mencapai tempat A di ribosom. Triplet basa nitrogen kodon stop, yaitu UAA, UAG, dan UGA yang berfungsi sebagai sinyal untuk menghentikan translasi dan pengodean asam amino. Protein faktor pelepas langsung mengikatkan diri pada kodon stop dan menghidrolisis ikatan antara tRNA dengan asam amino terakhir pada rantai polipeptida. Selanjutnya, polipeptida dilepaskan dari ribosom, kemudian kedua subunit ribosom dan komponen lainnya terdisosiasi (terpisah-pisah).</p>

Mekanisme sintesis protein terdiri atas dua tahap, yaitu transkripsi dan translasi.

1) Transkripsi

Transkripsi adalah sintesis RNA pada suatu cetakan DNA dengan enzim RNA polimerase. DNA memiliki dua untai, untai yang satu sebagai cetakan (disebut juga template/noncoding/antisense) dan untai komplemennya sebagai pengode (disebut juga coding/sense/nontemplate/noncetakan). Rentangan DNA yang ditranskripsi menjadi molekul RNA dan disebut sebagai unit transkripsi. Tahapan transkripsi berfungsi untuk menyintesis mRNA, tRNA, dan rRNA. Namun, hanya urutan basa nitrogen pada mRNA yang menentukan jenis asam amino penyusun protein yang disintesis.

Transkripsi meliputi tiga tahap, yaitu inisiasi transkripsi, elongasi untai RNA, dan terminasi transkripsi.

a) Inisiasi (permulaan) transkripsi

RNA polimerase menempel pada DNA. Tempat menempelnya RNA polimerase pada untai DNA disebut promoter. Promoter menentukan salah satu untai DNA yang menjadi cetakan. RNA polimerase mulai membentuk RNA pada titik awal (start point) promoter.

b) Elongasi (pemanjangan) untai RNA

RNA polimerase bergerak di sepanjang DNA cetakan sehingga heliks ganda DNA terbuka secara berurutan, sekitar 10-20 basa nitrogen sekaligus. RNA mulai terbentuk dan RNA polimerase menambahkan nukleotida ke ujung 3 pada RNA yang sedang memanjang. Perakitan nukleotida RNA selalu dimulai dari arah 5' ke 3. Basa nitrogen pada RNA yang dibentuk merupakan pasangan komplementer basa nitrogen untai DNA cetakan yang terbuka, kecuali A pada DNA untuk cetakan U pada RNA. Basa nitrogen T pada DNA untuk cetakan A pada RNA, G pada DNA untuk cetakan C pada RNA, dan C pada DNA untuk cetakan G pada RNA. Apabila untai DNA ditranskripsi, triplet basa nitrogen ATG pada DNA akan menyediakan cetakan untuk UAC dalam molekul RNA

c) Terminasi (pengakhiran) transkripsi

Proses transkripsi akan berhenti pada saat RNA polimerase mentranskripsi suatu urutan DNA terminator. Pada sel prokariotik, transkripsi berhenti tepat saat RNA polimerase berada pada titik terminasi. Sementara itu, pada sel eukariotik, transkripsi akan berhenti setelah RNA polimerase melewati titik terminasi hingga 10-35 nukleotida. Setelah pembentukan RNA selesai, heliks ganda DNA menutup kembali dan RNA terlepas dari enzim RNA polimerase.

Pada sel eukariotik, transkrip RNA memiliki rentangan nukleotida bukan pengkode (urutan penyela disebut intron atau daerah yang tidak ditranslasi) yang tersebar berselang-seling di antara segmen pengode (ekson). Transkripsi terjadi kira-kira 60 nukleotida per detik dan menghasilkan pra-mRNA. Pra-mRNA disambung dan dimodifikasi menjadi mRNA. mRNA yang terbentuk kemudian keluar dari inti sel melalui pori-pori membran inti dan menempel pada ribosom.

2) Translasi

Translasi adalah sintesis polipeptida dengan menggunakan informasi genetik yang dikode pada suatu molekul mRNA. Translasi dilakukan oleh ribosom dan tRNA. Ribosom merupakan organel kecil yang biasanya berderet membentuk poliribosom. Ribosom terdiri atas dua subunit, yaitu subunit besar dan subunit kecil. tRNA mempunyal antikodon yang merupakan urutan basa nitrogen komplementer dari mRNA. Setiap tiga urutan basa nitrogen (triplet) pada mRNA merupakan kodon yang akan menentukan jenis asam amino. Setiap asam amino digabungkan dengan tRNA yang sesuai oleh enzim sintetase tRNA-aminoasil. Di dalam sel, terdapat 20 jenis enzim tersebut karena satu enzim spesifik digunakan untuk satu jenis asam amino. Translasi membutuhkan energi dari GTP (guanosin 5-trifosfat).

Translasi meliputi tiga tahap, yaitu sebagai berikut.

a) Inisiasi translasi

Subunit kecil ribosom berikatan dengan molekul mRNA di ujung 5. Translasi selalu dimulai dari kodon inisiasi AUG pada mRNA yang berfungsi sebagai sinyal "start". tRNA inisiator yang memiliki antikodon UAC membawa asam amino metionin (Met) dan melekat pada kodon inisiasi AUG. Metionin selalu menjadi asam amino awal dalam proses sintesis protein. Penyatuan mRNA, tRNA, Inisiator, dan subunit ribosom kecil yang diikuti perlekatan subunit ribosom besar, menyempurnakan kompleks inisiasi translasi.

b) Elongasi translasi

Asam-asam amino ditambahkan satu per satu dari asam amino pertama. Siklus ini berlangsung sekitar 1/10 detik dan terus diulang pada saat penambahan asam amino hingga terbentuk rantai polipeptida yang lengkap.

Siklus elongasi translasi meliputi tiga tahap, yaitu sebagai berikut.

Pengenalan kodon: Kodon mRNA (situs A ribosom) membentuk ikatan hidrogen dengan antikodon tRNA yang baru masuk membawa asam amino.

Pembentukan ikatan peptida: Molekul rRNA dari subunit besar berfungsi sebagai enzim (ribozim) yang mengatalisis pembentukan peptida dengan menggabungkan polipeptida (situs P) ke asam amino yang baru datang (situs A).

•Translokasi: tRNA (situs A) yang sudah terikat pada polipeptida yang sedang tumbuh ditranslokasikan ke situs P. Saat tRNA berpindah tempat, antikodon akan tetap berikatan dengan hidrogen pada kodon mRNA.mRNA ikut bergerak dan membawa kodon berikutnya untuk ditranslasi (situs A). tRNA "kosong yang tadinya berada di situs P bergerak ke situs E, lalu keluar dari ribosom.

c) Terminasi translasi

Elongasi berakhir setelah kodon stop mencapai tempat A di ribosom. Triplet basa nitrogen kodon stop, yaitu UAA, UAG, dan UGA yang berfungsi sebagai sinyal untuk menghentikan translasi dan pengodean asam amino. Protein faktor pelepas langsung mengikatkan diri pada kodon stop dan menghidrolisis ikatan antara tRNA dengan asam amino terakhir pada rantai polipeptida. Selanjutnya, polipeptida dilepaskan dari ribosom, kemudian kedua subunit ribosom dan komponen lainnya terdisosiasi (terpisah-pisah).


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah ini benar?? Tolong jelaskan step by step yaaa

11

0.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi