Urijinnie U

11 November 2022 14:54

Iklan

Urijinnie U

11 November 2022 14:54

Pertanyaan

jelaskan peran pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi konflik laut china selatan

jelaskan peran pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi konflik laut china selatan

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

16

:

48

:

24

Klaim

0

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

K. KSheilaTA

11 Juli 2023 10:02

Jawaban terverifikasi

<p><strong>Jawaban: Menginisiasi sebuah&nbsp;workshop&nbsp;yang berjudul&nbsp;</strong><i><strong>Workshop on Management of Potential Conflict in the South China Sea </strong></i><strong>(1990), sebagai inisiator pembentukan&nbsp;</strong><i><strong>Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea</strong></i><strong>&nbsp;(DOC) di Kamboja (2002), dan berperan aktif dalam mendorong negara-negara yang bersengketa menyetujui kode etik Laut China Selatan (sampai sekarang).</strong></p><p>&nbsp;</p><p><strong>Pembahasan:</strong></p><p><strong>Konflik Laut Cina Selatan merupakan salah satu konflik di kawasan Asia Timur yang timbul karena adanya kepentingan negara akan sumber daya alam yang melimpah di kawasan tersebut.</strong> Pulau Natuna yang saat ini terletak di Kabupaten Natuna Propinsi Kepulauan Riau, berada di tengah Laut China Selatan, dimana hal tersebut menjadi sumber konflik antara kedaulatan Indonesia dengan Republik Rakyat China (RRC). Natuna adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Ibu kotanya adalah Ranai. Natuna merupakan kepulauan paling utara di selat Karimata. Meskipun Pemerintah Indonesia menegaskan kepada dunia internasional bahwa Indonesia tidak memiliki klaim sengketa di Laut Cina Selatan dan tidak memiliki <i>overlapping jurisdiction</i> dengan Tiongkok, namun <strong>bangsa Indonesia berperan aktif dalam mengelola konflik yang melibatkan negara-negara ASEAN tersebut diantaranya adalah:</strong></p><ol><li>Menginisiasi sebuah&nbsp;workshop&nbsp;yang berjudul&nbsp;<i>Workshop on Management of Potential Conflict in the South China Sea </i>(1990).</li><li>Sebagai inisiator pembentukan&nbsp;<i>Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea</i>&nbsp;(DOC) di Kamboja (2002).</li><li>Berperan aktif dalam mendorong negara-negara yang bersengketa menyetujui kode etik Laut China Selatan (sampai sekarang).</li></ol><p>&nbsp;</p><p><strong><u>Dengan demikian, peran pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi konflik Laut China Selatan adalah menginisiasi sebuah&nbsp;workshop&nbsp;yang berjudul&nbsp;</u></strong><i><strong><u>Workshop on Management of Potential Conflict in the South China Sea </u></strong></i><strong><u>(1990), sebagai inisiator pembentukan&nbsp;</u></strong><i><strong><u>Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea</u></strong></i><strong><u>&nbsp;(DOC) di Kamboja (2002), dan berperan aktif dalam mendorong negara-negara yang bersengketa menyetujui kode etik Laut China Selatan (sampai sekarang).</u></strong></p>

Jawaban: Menginisiasi sebuah workshop yang berjudul Workshop on Management of Potential Conflict in the South China Sea (1990), sebagai inisiator pembentukan Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) di Kamboja (2002), dan berperan aktif dalam mendorong negara-negara yang bersengketa menyetujui kode etik Laut China Selatan (sampai sekarang).

 

Pembahasan:

Konflik Laut Cina Selatan merupakan salah satu konflik di kawasan Asia Timur yang timbul karena adanya kepentingan negara akan sumber daya alam yang melimpah di kawasan tersebut. Pulau Natuna yang saat ini terletak di Kabupaten Natuna Propinsi Kepulauan Riau, berada di tengah Laut China Selatan, dimana hal tersebut menjadi sumber konflik antara kedaulatan Indonesia dengan Republik Rakyat China (RRC). Natuna adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Ibu kotanya adalah Ranai. Natuna merupakan kepulauan paling utara di selat Karimata. Meskipun Pemerintah Indonesia menegaskan kepada dunia internasional bahwa Indonesia tidak memiliki klaim sengketa di Laut Cina Selatan dan tidak memiliki overlapping jurisdiction dengan Tiongkok, namun bangsa Indonesia berperan aktif dalam mengelola konflik yang melibatkan negara-negara ASEAN tersebut diantaranya adalah:

  1. Menginisiasi sebuah workshop yang berjudul Workshop on Management of Potential Conflict in the South China Sea (1990).
  2. Sebagai inisiator pembentukan Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) di Kamboja (2002).
  3. Berperan aktif dalam mendorong negara-negara yang bersengketa menyetujui kode etik Laut China Selatan (sampai sekarang).

 

Dengan demikian, peran pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi konflik Laut China Selatan adalah menginisiasi sebuah workshop yang berjudul Workshop on Management of Potential Conflict in the South China Sea (1990), sebagai inisiator pembentukan Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) di Kamboja (2002), dan berperan aktif dalam mendorong negara-negara yang bersengketa menyetujui kode etik Laut China Selatan (sampai sekarang).


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Segala sumber kekayaan yang terdapat di Indonesia berada di bawah kekuasaan ... A. negara bekas penjajah B. pejabat negara yang berpengaruh C. pemerintah untuk kepentingan seluruh rakyat D. pihak swasta E. warga negara Indonesia

12

3.5

Jawaban terverifikasi