Biruu B

26 September 2023 06:16

Iklan

Biruu B

26 September 2023 06:16

Pertanyaan

Jelaskan pengenalan pemukiman berdasarkan bentuk, rona/warna, tekstur, situs

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

11

:

30

:

49

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

26 September 2023 09:11

Jawaban terverifikasi

<p>Bentuk merupakan cerminan kerangka objek, baik bentuk umum maupun bentuk rinci. Bentuk merupakan unsur yang jelas, sehingga dengan melihat bentuknya saja dapat dikenali obyeknya. Contoh, gedung sekolah pada dasarnya berbentuk I, L, U, atau persegi panjang. Gunung sebagian besar berbentuk kerucut. Sementara sungai, dapat dikenali dengan bentuknya yang berkelok-kelok.</p><p>Rona merupakan tingkat kecerahan atau kegelapan suatu objek yang terdapat pada citra. Rona dalam penginderaan jauh sistem fotografik dipengaruhi oleh nilai pantulan objek. Adapun karakteristik objek yang memengaruhi rona, yaitu:</p><ul><li>objek&nbsp;yang memiliki permukaan kasar cenderung menimbulkan rona gelap pada foto karena sinar yang datang mengalami hamburan hingga mengurangi sinar yang dipantulkan</li><li>objek yang memiliki warna gelap atau lembap cenderung menimbulkan rona gelap</li><li>objek yang bersifat basah cenderung minumbulkan rona yang gelap karena air bersifat menyerap gelombang elektromagnetik.&nbsp;</li></ul><p>Sedangkan warna adalah wujud yang tampak oleh mata dengan menggunakan spektrum sempit, lebih sempit dari spektrum tampak. Spektrum tampak terbagi atas band biru, hijau, dan merah.&nbsp;</p><p>Tekstur adalah frekuensi perubahan rona pada citra atau pengulangan rona kelompok objek yang terlalu kecil untuk dibedakan secara individual. Tekstur sering dikaitkan dengan tingkat kekasaran suatu obyek. Ada tiga jenis tekstur, yaitu tekstur halus, sedang, dan kasar. Contoh pengenalan objek berdasarkan tekstur adalah hutan memiliki tekstur kasar, semak belukar memiliki tekstur sedang, sementara rerumputan memiliki tekstur yang halus.<br>&nbsp;</p><p>Situs adalah tempat kedudukan suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. Situs bukanlah ciri objek secara langsung, melainkan keterkaitan dengan lingkungan sekitarnya. Misalnya, lereng pegunungan sebagai situs bagi kebun teh.</p>

Bentuk merupakan cerminan kerangka objek, baik bentuk umum maupun bentuk rinci. Bentuk merupakan unsur yang jelas, sehingga dengan melihat bentuknya saja dapat dikenali obyeknya. Contoh, gedung sekolah pada dasarnya berbentuk I, L, U, atau persegi panjang. Gunung sebagian besar berbentuk kerucut. Sementara sungai, dapat dikenali dengan bentuknya yang berkelok-kelok.

Rona merupakan tingkat kecerahan atau kegelapan suatu objek yang terdapat pada citra. Rona dalam penginderaan jauh sistem fotografik dipengaruhi oleh nilai pantulan objek. Adapun karakteristik objek yang memengaruhi rona, yaitu:

  • objek yang memiliki permukaan kasar cenderung menimbulkan rona gelap pada foto karena sinar yang datang mengalami hamburan hingga mengurangi sinar yang dipantulkan
  • objek yang memiliki warna gelap atau lembap cenderung menimbulkan rona gelap
  • objek yang bersifat basah cenderung minumbulkan rona yang gelap karena air bersifat menyerap gelombang elektromagnetik. 

Sedangkan warna adalah wujud yang tampak oleh mata dengan menggunakan spektrum sempit, lebih sempit dari spektrum tampak. Spektrum tampak terbagi atas band biru, hijau, dan merah. 

Tekstur adalah frekuensi perubahan rona pada citra atau pengulangan rona kelompok objek yang terlalu kecil untuk dibedakan secara individual. Tekstur sering dikaitkan dengan tingkat kekasaran suatu obyek. Ada tiga jenis tekstur, yaitu tekstur halus, sedang, dan kasar. Contoh pengenalan objek berdasarkan tekstur adalah hutan memiliki tekstur kasar, semak belukar memiliki tekstur sedang, sementara rerumputan memiliki tekstur yang halus.
 

Situs adalah tempat kedudukan suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. Situs bukanlah ciri objek secara langsung, melainkan keterkaitan dengan lingkungan sekitarnya. Misalnya, lereng pegunungan sebagai situs bagi kebun teh.


Iklan

Vincent M

Community

28 September 2023 06:08

Jawaban terverifikasi

<p>Pengenalan pemukiman berdasarkan beberapa karakteristik fisik seperti bentuk, rona/warna, tekstur, dan situs adalah bagian penting dari studi geografi dan perencanaan perkotaan. Ini membantu dalam memahami struktur dan karakteristik pemukiman serta memberikan wawasan tentang sejarah, budaya, dan lingkungan di daerah tersebut. Berikut penjelasan tentang pengenalan pemukiman berdasarkan karakteristik-karakteristik ini:</p><p><strong>Bentuk</strong>:</p><ul><li><strong>Bentuk Geometrik</strong>: Bentuk pemukiman dapat digambarkan sebagai pola geometrik seperti persegi panjang, segitiga, atau lingkaran. Bentuk ini sering terkait dengan perencanaan tata kota dan pembangunan yang sistematis.</li><li><strong>Bentuk Organik</strong>: Pemukiman organik memiliki bentuk yang kurang teratur dan sering kali berkembang secara alami seiring waktu. Mereka cenderung mengikuti kontur alami tanah dan sungai.</li></ul><p><strong>Rona/Warna</strong>:</p><ul><li><strong>Warna Bangunan</strong>: Warna bangunan di pemukiman dapat mencerminkan budaya, iklim, atau material lokal. Sebagai contoh, pemukiman di wilayah yang panas cenderung memiliki bangunan berwarna cerah untuk mengurangi penyerapan panas.</li><li><strong>Rona Vegetasi</strong>: Keberadaan vegetasi, seperti pohon dan taman, dapat memberikan rona hijau pada pemukiman dan mempengaruhi iklim mikro serta estetika lingkungan.</li></ul><p><strong>Tekstur</strong>:</p><ul><li><strong>Tekstur Bangunan</strong>: Tekstur bangunan dapat berkisar dari kasar hingga halus, tergantung pada jenis material yang digunakan. Pemukiman dengan bangunan-bangunan berbahan baku alami seperti batu atau kayu dapat memiliki tekstur yang berbeda dibandingkan dengan yang menggunakan material modern seperti beton.</li><li><strong>Tekstur Jalan</strong>: Tekstur jalan seperti aspal halus atau batu paving dapat memengaruhi kenyamanan lalu lintas dan aksesibilitas di dalam pemukiman.</li></ul><p><strong>Situs</strong>:</p><ul><li><strong>Lokasi Geografis</strong>: Situs pemukiman dapat berada di dataran tinggi, dataran rendah, tepi sungai, atau pesisir pantai. Lokasi ini dapat memengaruhi aspek-aspek seperti keberlanjutan air dan potensi risiko banjir atau tanah longsor.</li><li><strong>Aksesibilitas</strong>: Aksesibilitas ke pemukiman, seperti dekatnya dengan jalan raya utama atau transportasi publik, dapat memengaruhi konektivitas dengan kota-kota lain dan pertumbuhan ekonomi lokal.</li></ul><p>Pemahaman karakteristik-karakteristik ini membantu perencana kota, ahli geografi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk merencanakan pemukiman yang efisien, berkelanjutan, dan sesuai dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Pengenalan pemukiman berdasarkan beberapa karakteristik fisik seperti bentuk, rona/warna, tekstur, dan situs adalah bagian penting dari studi geografi dan perencanaan perkotaan. Ini membantu dalam memahami struktur dan karakteristik pemukiman serta memberikan wawasan tentang sejarah, budaya, dan lingkungan di daerah tersebut. Berikut penjelasan tentang pengenalan pemukiman berdasarkan karakteristik-karakteristik ini:

Bentuk:

  • Bentuk Geometrik: Bentuk pemukiman dapat digambarkan sebagai pola geometrik seperti persegi panjang, segitiga, atau lingkaran. Bentuk ini sering terkait dengan perencanaan tata kota dan pembangunan yang sistematis.
  • Bentuk Organik: Pemukiman organik memiliki bentuk yang kurang teratur dan sering kali berkembang secara alami seiring waktu. Mereka cenderung mengikuti kontur alami tanah dan sungai.

Rona/Warna:

  • Warna Bangunan: Warna bangunan di pemukiman dapat mencerminkan budaya, iklim, atau material lokal. Sebagai contoh, pemukiman di wilayah yang panas cenderung memiliki bangunan berwarna cerah untuk mengurangi penyerapan panas.
  • Rona Vegetasi: Keberadaan vegetasi, seperti pohon dan taman, dapat memberikan rona hijau pada pemukiman dan mempengaruhi iklim mikro serta estetika lingkungan.

Tekstur:

  • Tekstur Bangunan: Tekstur bangunan dapat berkisar dari kasar hingga halus, tergantung pada jenis material yang digunakan. Pemukiman dengan bangunan-bangunan berbahan baku alami seperti batu atau kayu dapat memiliki tekstur yang berbeda dibandingkan dengan yang menggunakan material modern seperti beton.
  • Tekstur Jalan: Tekstur jalan seperti aspal halus atau batu paving dapat memengaruhi kenyamanan lalu lintas dan aksesibilitas di dalam pemukiman.

Situs:

  • Lokasi Geografis: Situs pemukiman dapat berada di dataran tinggi, dataran rendah, tepi sungai, atau pesisir pantai. Lokasi ini dapat memengaruhi aspek-aspek seperti keberlanjutan air dan potensi risiko banjir atau tanah longsor.
  • Aksesibilitas: Aksesibilitas ke pemukiman, seperti dekatnya dengan jalan raya utama atau transportasi publik, dapat memengaruhi konektivitas dengan kota-kota lain dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Pemahaman karakteristik-karakteristik ini membantu perencana kota, ahli geografi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk merencanakan pemukiman yang efisien, berkelanjutan, dan sesuai dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat.

 

 

 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

indonesia merupakan negara yang sangat subur yang mana sektor pertanian sangat berpotensi untuk menjadi pendorong kemajuan nasional, namun saaat ini sektor agrikutur masih mengalami banyak hambatan, jelaskan yang menjadi penghambat perkembangan agrikultur di indonesia

29

3.7

Jawaban terverifikasi