Lilly L

23 Agustus 2023 01:19

Iklan

Iklan

Lilly L

23 Agustus 2023 01:19

Pertanyaan

jelaskan pendapat Mohammad Yamin terkait dasar negara di dalam sidang BPUPK! jelaskan secara detail dan terperinci

jelaskan pendapat Mohammad Yamin terkait dasar negara di dalam sidang BPUPK! jelaskan secara detail dan terperinci


1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Vincent M

Community

23 Agustus 2023 10:33

Jawaban terverifikasi

<p>Pendapat Mohammad Yamin terkait dasar negara di dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) adalah terkait dengan pembahasan mengenai dasar negara yang akan menjadi landasan konstitusi Indonesia. BPUPKI adalah badan yang bertugas untuk menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia dari Belanda pada masa pemerintahan pendudukan Jepang di Indonesia.</p><p>Pada tanggal 29 Mei 1945, Mohammad Yamin menyampaikan pendapatnya dalam sidang BPUPKI mengenai dasar negara. Pandangan Yamin ini sangat mempengaruhi arah konstitusi yang akan dibentuk oleh Indonesia. Berikut adalah rincian dari pandangan Mohammad Yamin tersebut:</p><p><strong>1. Mengenai Pancasila sebagai Dasar Negara:</strong> Yamin mengajukan konsep "Pancasila" sebagai dasar negara Indonesia. Pancasila adalah filsafat hidup Indonesia yang berlandaskan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.</p><p><strong>2. Arti dari Pancasila:</strong> Yamin menjelaskan arti dari setiap sila dalam Pancasila:</p><ul><li>Sila Pertama: Yamin mengartikan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai pengakuan akan adanya Tuhan dan kepercayaan terhadap keberadaan-Nya.</li><li>Sila Kedua: Yamin memaknai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab sebagai prinsip menghormati hak asasi manusia dan mengedepankan norma-norma keadaban.</li><li>Sila Ketiga: Yamin menginterpretasikan Persatuan Indonesia sebagai semangat untuk bersatu dan tidak terpecah-belahkan oleh perbedaan suku, agama, ras, dan golongan.</li><li>Sila Keempat: Yamin melihat Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan sebagai representasi pemerintahan yang demokratis dan partisipatif.</li><li>Sila Kelima: Yamin mengartikan Keadilan Sosial sebagai upaya mengatasi kesenjangan sosial dan memberikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.</li></ul><p><strong>3. Pendapat tentang Sumber Kewenangan dan Kedaulatan:</strong> Yamin menyatakan bahwa sumber kedaulatan adalah rakyat. Ia juga menekankan pentingnya demokrasi dalam pengambilan keputusan.</p><p><strong>4. Kebebasan Beragama:</strong> Yamin menegaskan pentingnya kebebasan beragama dalam Pancasila, sehingga setiap warga negara Indonesia bebas memeluk agama dan keyakinan masing-masing.</p><p>Pendapat Mohammad Yamin ini menjadi salah satu kontribusi penting dalam penyusunan dasar negara dan konstitusi Indonesia. Pandangannya yang inklusif, menjunjung tinggi hak asasi manusia, demokrasi, dan persatuan dalam keberagaman budaya dan agama, tercermin dalam rumusan Pancasila yang diadopsi sebagai dasar negara Indonesia.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Pendapat Mohammad Yamin terkait dasar negara di dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) adalah terkait dengan pembahasan mengenai dasar negara yang akan menjadi landasan konstitusi Indonesia. BPUPKI adalah badan yang bertugas untuk menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia dari Belanda pada masa pemerintahan pendudukan Jepang di Indonesia.

Pada tanggal 29 Mei 1945, Mohammad Yamin menyampaikan pendapatnya dalam sidang BPUPKI mengenai dasar negara. Pandangan Yamin ini sangat mempengaruhi arah konstitusi yang akan dibentuk oleh Indonesia. Berikut adalah rincian dari pandangan Mohammad Yamin tersebut:

1. Mengenai Pancasila sebagai Dasar Negara: Yamin mengajukan konsep "Pancasila" sebagai dasar negara Indonesia. Pancasila adalah filsafat hidup Indonesia yang berlandaskan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

2. Arti dari Pancasila: Yamin menjelaskan arti dari setiap sila dalam Pancasila:

  • Sila Pertama: Yamin mengartikan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai pengakuan akan adanya Tuhan dan kepercayaan terhadap keberadaan-Nya.
  • Sila Kedua: Yamin memaknai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab sebagai prinsip menghormati hak asasi manusia dan mengedepankan norma-norma keadaban.
  • Sila Ketiga: Yamin menginterpretasikan Persatuan Indonesia sebagai semangat untuk bersatu dan tidak terpecah-belahkan oleh perbedaan suku, agama, ras, dan golongan.
  • Sila Keempat: Yamin melihat Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan sebagai representasi pemerintahan yang demokratis dan partisipatif.
  • Sila Kelima: Yamin mengartikan Keadilan Sosial sebagai upaya mengatasi kesenjangan sosial dan memberikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

3. Pendapat tentang Sumber Kewenangan dan Kedaulatan: Yamin menyatakan bahwa sumber kedaulatan adalah rakyat. Ia juga menekankan pentingnya demokrasi dalam pengambilan keputusan.

4. Kebebasan Beragama: Yamin menegaskan pentingnya kebebasan beragama dalam Pancasila, sehingga setiap warga negara Indonesia bebas memeluk agama dan keyakinan masing-masing.

Pendapat Mohammad Yamin ini menjadi salah satu kontribusi penting dalam penyusunan dasar negara dan konstitusi Indonesia. Pandangannya yang inklusif, menjunjung tinggi hak asasi manusia, demokrasi, dan persatuan dalam keberagaman budaya dan agama, tercermin dalam rumusan Pancasila yang diadopsi sebagai dasar negara Indonesia.

 

 


 


Iklan

Iklan

B. Hindarto

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

23 Agustus 2023 12:06

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang tepat, Menurut Yamin,&nbsp;bangsa Indonesia yang merdeka adalah bangsa yang berkeadaban luhur, dan peradabannya memiliki Ketuhanan Yang Maha Esa. Tuhan akan melindungi negara Indonesia merdeka itu. Peri kebangsaan ini berkaitan dengan paham nasionalisme</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;Mari simak pembahasan berikut !</p><p>Dalam membuat rumusan Pancasila, Mohammad Yamin memberikan lima hal untuk bisa dijadikan dasar negara. Pertama diajukan secara lisan pada tanggal 29 Mei 1945 yang berisi sebagai berikut.</p><ol><li>Peri kebangsaan.</li><li>Peri kemanusiaan.</li><li>Peri ketuhanan.</li><li>Peri kerakyatan.</li><li>Kesejahteraan rakyat.</li></ol><p>Kemudian hal tersebut berubah saat Mohammad Yamin menyampaikan rumusan dasar negara yang diajukan secara tertulis, yaitu sebagai berikut.</p><ol><li>Ketuhanan Yang Maha Esa.</li><li>Kebangsaan.</li><li>Persatuan Indonesia.</li><li>Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab.</li><li>Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.</li></ol><p><br><br>&nbsp;</p><p><br>Dengan demikian, jawaban yang tepat, &nbsp;adalah Menurut Yamin,&nbsp;bangsa Indonesia yang merdeka adalah bangsa yang berkeadaban luhur, dan peradabannya memiliki Ketuhanan Yang Maha Esa. Tuhan akan melindungi negara Indonesia merdeka itu. Peri kebangsaan ini berkaitan dengan paham nasionalisme</p><p>&nbsp;</p><p>Semoga membantu,ya &nbsp; : - )</p>

Jawaban yang tepat, Menurut Yamin, bangsa Indonesia yang merdeka adalah bangsa yang berkeadaban luhur, dan peradabannya memiliki Ketuhanan Yang Maha Esa. Tuhan akan melindungi negara Indonesia merdeka itu. Peri kebangsaan ini berkaitan dengan paham nasionalisme

 

 

 Mari simak pembahasan berikut !

Dalam membuat rumusan Pancasila, Mohammad Yamin memberikan lima hal untuk bisa dijadikan dasar negara. Pertama diajukan secara lisan pada tanggal 29 Mei 1945 yang berisi sebagai berikut.

  1. Peri kebangsaan.
  2. Peri kemanusiaan.
  3. Peri ketuhanan.
  4. Peri kerakyatan.
  5. Kesejahteraan rakyat.

Kemudian hal tersebut berubah saat Mohammad Yamin menyampaikan rumusan dasar negara yang diajukan secara tertulis, yaitu sebagai berikut.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kebangsaan.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab.
  5. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.



 


Dengan demikian, jawaban yang tepat,  adalah Menurut Yamin, bangsa Indonesia yang merdeka adalah bangsa yang berkeadaban luhur, dan peradabannya memiliki Ketuhanan Yang Maha Esa. Tuhan akan melindungi negara Indonesia merdeka itu. Peri kebangsaan ini berkaitan dengan paham nasionalisme

 

Semoga membantu,ya   : - )


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Upaya yang dapat dilakukan pelajar dalam rangka mendukung upaya bela negara adalah…

1rb+

5.0

Jawaban terverifikasi

1.Bagaimana hubungan antar Perundang - undangan sesuai dg herarkis tata urutan ? 2. Simaklah beberapa peraturan perundangan apakah peraturan tersebut SBG terjemahan atas peraturan perundangan atau tumpang tindih ? ( UU no 12 Tahun 2011, UU no 23Tahun 2014, UU No 25 Tahun 2004 ) 3 . Tuliskan peraturan perundangan yg di undangkan atas perintah TAP MPR NO I / MPR/ 2003 4.sebutkan produk UU atas perintah UUD NRI Tahun 1945 ( pasal18, pasal 22, pasal 23, Pasal 26 , Pasal 27,pasal ,pasal 28, pasal 29, pasal 30 ,pasal 31 dan pasal 33 )

372

2.2

Lihat jawaban (3)