Reyko M

04 Februari 2023 10:11

Iklan

Reyko M

04 Februari 2023 10:11

Pertanyaan

Jelaskan mengapa terjadi perlawanan terhadap persekutuan dagang di Indonesia

Jelaskan mengapa terjadi perlawanan terhadap persekutuan dagang di Indonesia 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

00

:

00

:

25

Klaim

5

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

05 Mei 2024 07:34

Jawaban terverifikasi

<p><br>Persekutuan dagang di Indonesia, terutama pada masa kolonial, sering kali menimbulkan perlawanan dari masyarakat Indonesia. Beberapa alasan mengapa terjadi perlawanan terhadap persekutuan dagang di Indonesia antara lain:</p><p><strong>Eksploitasi Ekonomi</strong>: Persekutuan dagang sering kali dimanfaatkan oleh bangsa asing untuk mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia dengan cara yang merugikan masyarakat lokal. Hal ini bisa termasuk monopoli atas perdagangan komoditas tertentu, penindasan terhadap para petani atau pekerja lokal, serta eksploitasi sumber daya alam tanpa memperhatikan kesejahteraan dan hak-hak masyarakat setempat.</p><p><strong>Ketidakpuasan Terhadap Perlakuan Kolonial</strong>: Persekutuan dagang sering kali menjadi simbol dari kebijakan kolonialisme dan imperialisme bangsa asing di Indonesia. Masyarakat Indonesia merasa tidak puas dengan perlakuan yang tidak adil dan penindasan yang dilakukan oleh pihak asing dalam aktivitas perdagangan mereka.</p><p><strong>Kehilangan Kedaulatan Ekonomi</strong>: Adanya persekutuan dagang sering kali menyebabkan Indonesia kehilangan kedaulatan ekonomi, di mana ekonomi Indonesia diatur dan dikendalikan oleh pihak asing. Hal ini bertentangan dengan aspirasi kemerdekaan ekonomi dan politik yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia.</p><p><strong>Penurunan Kesejahteraan Masyarakat Lokal</strong>: Aktivitas perdagangan yang dikendalikan oleh persekutuan dagang sering kali mengakibatkan penurunan kesejahteraan masyarakat lokal, terutama petani, nelayan, dan pedagang tradisional. Hal ini dapat terjadi akibat persaingan yang tidak seimbang dengan produk-produk impor, penindasan yang dilakukan oleh pihak asing, serta monopoli atas sumber daya ekonomi.</p><p><strong>Nasionalisme Ekonomi</strong>: Perlawanan terhadap persekutuan dagang juga sering kali dipicu oleh semangat nasionalisme ekonomi, di mana masyarakat Indonesia menginginkan kontrol lebih besar atas ekonomi negara mereka sendiri dan berusaha untuk mempromosikan perdagangan yang lebih adil dan berkeadilan bagi semua pihak.</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>


Persekutuan dagang di Indonesia, terutama pada masa kolonial, sering kali menimbulkan perlawanan dari masyarakat Indonesia. Beberapa alasan mengapa terjadi perlawanan terhadap persekutuan dagang di Indonesia antara lain:

Eksploitasi Ekonomi: Persekutuan dagang sering kali dimanfaatkan oleh bangsa asing untuk mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia dengan cara yang merugikan masyarakat lokal. Hal ini bisa termasuk monopoli atas perdagangan komoditas tertentu, penindasan terhadap para petani atau pekerja lokal, serta eksploitasi sumber daya alam tanpa memperhatikan kesejahteraan dan hak-hak masyarakat setempat.

Ketidakpuasan Terhadap Perlakuan Kolonial: Persekutuan dagang sering kali menjadi simbol dari kebijakan kolonialisme dan imperialisme bangsa asing di Indonesia. Masyarakat Indonesia merasa tidak puas dengan perlakuan yang tidak adil dan penindasan yang dilakukan oleh pihak asing dalam aktivitas perdagangan mereka.

Kehilangan Kedaulatan Ekonomi: Adanya persekutuan dagang sering kali menyebabkan Indonesia kehilangan kedaulatan ekonomi, di mana ekonomi Indonesia diatur dan dikendalikan oleh pihak asing. Hal ini bertentangan dengan aspirasi kemerdekaan ekonomi dan politik yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia.

Penurunan Kesejahteraan Masyarakat Lokal: Aktivitas perdagangan yang dikendalikan oleh persekutuan dagang sering kali mengakibatkan penurunan kesejahteraan masyarakat lokal, terutama petani, nelayan, dan pedagang tradisional. Hal ini dapat terjadi akibat persaingan yang tidak seimbang dengan produk-produk impor, penindasan yang dilakukan oleh pihak asing, serta monopoli atas sumber daya ekonomi.

Nasionalisme Ekonomi: Perlawanan terhadap persekutuan dagang juga sering kali dipicu oleh semangat nasionalisme ekonomi, di mana masyarakat Indonesia menginginkan kontrol lebih besar atas ekonomi negara mereka sendiri dan berusaha untuk mempromosikan perdagangan yang lebih adil dan berkeadilan bagi semua pihak.

 


 


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

15

5.0

Jawaban terverifikasi