Sanjaya S

09 Februari 2022 21:05

Iklan

Sanjaya S

09 Februari 2022 21:05

Pertanyaan

Jelaskan kehidupan masyarakat praaksara di Indonesia pada periode sejarah dalam peradaban Indonesia kuno!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

09

:

20

:

29

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

S. Hajratul

20 Februari 2022 03:59

Jawaban terverifikasi

Halo Sanjaya S, kakak bantu jawab ya. Masa Praaksara adalah masa belum dikenalnya tulisan yang terbagi atas beberapa zaman, seperti: 1. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan; 2. Masa Bercocok Tanam; serta 3. Masa Kehidupan Perundagian. Untuk lebih lengkapnya yuk simak penjelasan berikut! Sebelum menjelaskan kondisi kehidupan masyarakat praaksara, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan masa praaksara. Masa praaksara adalah zaman manusia belum mengenal tulisan. Masa praaksara dimulai sejak manusia ada di muka bumi sampai dengan saat manuisa mengenal tulisan. Ada juga yang menyebutnya dengan sebutan masa nirleka yaitu masa tidak ada tulisan. Manusia yang hidup pada masa ini ialah manusia purba. Meskipun masa praaksara tidak mengenal tulisan, namun peninggalan-peninggalannya yang ditinggalkan oleh manusia yang hidup masa itu seperti artefak dan fosil. Selain itu, berakhirnya masa praaksara di setiap negara tidak sama tergantung peradaban negara itu sendiri. Namun, berakhirnya zaman praaksara di Indonesia dapat diperkirakan pada masa berdirinya kerajaan Kutai, yaitu sekitar abad ke-5 masehi. Corak Hidup Manusia Zaman PraaksaraPada awalnya corak hidup manusia zaman praaksara dengan cara nomaden (berpindah-pindah). Kemudian mereka mengalami perubahan dari nomaden ke semi nomaden. Akhirnya mereka hidup secara menetap di suatu tempat dengan tempat tinggal yang pasti. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya masyarakat praaksara menggunakan beberapa jenis peralatan mulai dari yang terbuat dari batu hingga logam. Oleh karena itu, masyarakat praaksara telah menghasilkan alat untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Berdasarkan perkembangan kehidupannya, masyarakat praaksara terbagi menjadi tiga masa yaitu masa berburu dan mengumpulkan makanan, masa bercocok tanam, dan masa perundagian. 1. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Masa berburu dan mengumpulkan makanan bergantung pada alam sekitar. Wilayah-wilayah yang ditempati manusia praaksara adalah wilayah yang banyak menyediakan bahan makanan dalam jumlah yang cukup dan mudah memperolehnya. Wilayah tersebut juga memiliki banyak hewan sehingga manusia praaksara mudah untuk berburu hewan. Manusia yang hidup pada zaman berburu dan mengumpulkan makanan ini diperkirakan satu masa dengan zaman paleolitikum. 2. Masa Bercocok Tanam Bagi mereka, dengan bercocok tanam dirasakan persediaan makanan akan tercukupi sepanjang tahun tanpa harus membuka ladang lagi. Selain bercocok tanam juga mereka mengembangkan hewan ternak untuk dipelihara. Manusia yang hidup pada masa ini diperkirakan satu masa dengan zaman neolitikum. Secara geografis, pada zaman ini sangat menggantungkan iklim dan cuaca alam. Hal ini sangat dibutuhkan untuk bercocok tanam. Hasil dari panen juga sangat dipengaruhi oleh kondisi tekstur tanah yang digunakan. 3. Masa Kehidupan Perundagian Pada masa ini diperkirakan satu zaman dengan masa perunggu. Pada zaman ini peradaban manusia sudah mencapai tingkat yang tinggi. Hal ini ditandai munculnya sekelompok orang yang memiliki keahlian tertentu dalam pembuatan gerabah, pembuatan perhiasan serta pembuatan perahu. Yang paling menonjol adalah pembuatan bahan-bahan dari logam. Dengan munculnya masa perundagian, maka secara umum berakhirlah masa praaksara di Indonesia walaupun dalam kenyataannya ada beberapa daerah di pedalaman yang masih berada di zaman batu. Kegiatan berladang mulai berganti ke persawahan. Kegiatan persawahan memungkinkan adanya pengaturan masa bercocok tanam sehingga mereka tidak hanya bergantung pada kondisi iklim dan cuaca namun juga berpikir kapan waktu yang tepat untuk bercocok tanam dan waktu yang tepat untuk beternak.Kondisi geografis inilah yang perlu dicermati agar mereka tidak gagal panen. Mereka belajar ilmu alam dan dari alam mereka mengetahui arah angin, berlayar antar pulau, mencari penghasilan di laut dan melakukan perdagangan antar wilayah. Terima kasih telah bertanya di Roboguru, semoga jawabannya membantu ya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

5

5.0

Jawaban terverifikasi