Alfiyah N

30 April 2024 01:42

Iklan

Alfiyah N

30 April 2024 01:42

Pertanyaan

jelaskan faktor penyebab krisis multidimensi Indonesia pada akhir periode pemerintahan orde baru!

jelaskan faktor penyebab krisis multidimensi Indonesia pada akhir periode pemerintahan orde baru!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

22

:

32

:

24

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

30 April 2024 04:39

Jawaban terverifikasi

<p>Krisis multidimensi yang terjadi pada akhir periode pemerintahan Orde Baru di Indonesia dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling terkait. Beberapa faktor penyebab utamanya meliputi:</p><p><strong>Korupsi dan Nepotisme</strong>: Korupsi dan nepotisme menjadi ciri khas pemerintahan Orde Baru dan merajalela di berbagai tingkatan, baik dalam pemerintahan maupun sektor swasta. Praktik korupsi ini menguras keuangan negara, menghambat pembangunan, dan merugikan ekonomi secara keseluruhan.</p><p><strong>Krisis Ekonomi</strong>: Pada akhir 1990-an, Indonesia menghadapi krisis ekonomi yang parah yang dipicu oleh faktor-faktor seperti ketergantungan pada modal asing, tingginya hutang luar negeri, spekulasi mata uang, dan kegagalan kebijakan ekonomi. Krisis ini menyebabkan krisis moneter, keuangan, dan ekonomi yang berdampak luas pada masyarakat, termasuk depresiasi mata uang, inflasi tinggi, dan penurunan pendapatan.</p><p><strong>Ketidakpuasan Politik</strong>: Ketidakpuasan politik terhadap rezim Orde Baru semakin meningkat di akhir periode pemerintahannya. Pembatasan kebebasan berpendapat, pelanggaran hak asasi manusia, dan ketidakadilan sosial-politik menjadi sumber ketidakpuasan yang signifikan di kalangan masyarakat.</p><p><strong>Ketidakstabilan Sosial</strong>: Krisis ekonomi dan ketidakpuasan politik menciptakan ketidakstabilan sosial yang meningkat, termasuk protes massa, kerusuhan, dan konflik horizontal antar-etnis dan agama.</p><p><strong>Tekanan Internasional</strong>: Tekanan dari komunitas internasional, termasuk IMF dan Bank Dunia, untuk melakukan reformasi ekonomi dan politik semakin meningkat. Tekanan ini membuat pemerintah Orde Baru semakin terisolasi secara internasional dan kehilangan legitimasi dalam pandangan masyarakat internasional.</p>

Krisis multidimensi yang terjadi pada akhir periode pemerintahan Orde Baru di Indonesia dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling terkait. Beberapa faktor penyebab utamanya meliputi:

Korupsi dan Nepotisme: Korupsi dan nepotisme menjadi ciri khas pemerintahan Orde Baru dan merajalela di berbagai tingkatan, baik dalam pemerintahan maupun sektor swasta. Praktik korupsi ini menguras keuangan negara, menghambat pembangunan, dan merugikan ekonomi secara keseluruhan.

Krisis Ekonomi: Pada akhir 1990-an, Indonesia menghadapi krisis ekonomi yang parah yang dipicu oleh faktor-faktor seperti ketergantungan pada modal asing, tingginya hutang luar negeri, spekulasi mata uang, dan kegagalan kebijakan ekonomi. Krisis ini menyebabkan krisis moneter, keuangan, dan ekonomi yang berdampak luas pada masyarakat, termasuk depresiasi mata uang, inflasi tinggi, dan penurunan pendapatan.

Ketidakpuasan Politik: Ketidakpuasan politik terhadap rezim Orde Baru semakin meningkat di akhir periode pemerintahannya. Pembatasan kebebasan berpendapat, pelanggaran hak asasi manusia, dan ketidakadilan sosial-politik menjadi sumber ketidakpuasan yang signifikan di kalangan masyarakat.

Ketidakstabilan Sosial: Krisis ekonomi dan ketidakpuasan politik menciptakan ketidakstabilan sosial yang meningkat, termasuk protes massa, kerusuhan, dan konflik horizontal antar-etnis dan agama.

Tekanan Internasional: Tekanan dari komunitas internasional, termasuk IMF dan Bank Dunia, untuk melakukan reformasi ekonomi dan politik semakin meningkat. Tekanan ini membuat pemerintah Orde Baru semakin terisolasi secara internasional dan kehilangan legitimasi dalam pandangan masyarakat internasional.


Iklan

Dea K

Community

01 Mei 2024 00:44

Jawaban terverifikasi

<p>Krisis multidimensi yang terjadi pada akhir periode pemerintahan Orde Baru di Indonesia pada tahun 1990-an disebabkan oleh sejumlah faktor yang saling terkait. Berikut adalah beberapa faktor utama yang menyebabkan krisis tersebut:</p><p>&nbsp;</p><ul><li><strong>Krisis Ekonomi</strong>: Salah satu faktor utama yang memicu krisis multidimensi adalah krisis ekonomi yang dimulai pada pertengahan hingga akhir tahun 1990-an. Faktor-faktor yang berkontribusi termasuk kebijakan ekonomi yang tidak tepat, korupsi yang merajalela, dan ketergantungan pada hutang luar negeri. Krisis ekonomi ini ditandai dengan terjadinya penurunan nilai tukar rupiah, inflasi yang tinggi, dan keruntuhan sektor keuangan.</li><li><strong>Korupsi dan Kesenjangan Sosial</strong>: Praktik korupsi yang meluas di kalangan elit politik dan birokrasi Orde Baru menyebabkan terjadinya ketidakadilan sosial dan ekonomi. Kesenjangan antara kaya dan miskin semakin melebar, sementara sebagian besar rakyat Indonesia masih hidup dalam kemiskinan dan ketidaksetaraan.</li><li><strong>Ketidakpuasan Politik</strong>: Ketidakpuasan terhadap rezim Orde Baru semakin meningkat di kalangan masyarakat karena penindasan politik, pembatasan kebebasan berekspresi, dan pelanggaran hak asasi manusia. Gerakan mahasiswa, aktivis, dan kelompok oposisi semakin aktif dalam menyuarakan aspirasi politik mereka, yang pada akhirnya memuncak dalam aksi demonstrasi dan unjuk rasa besar-besaran.</li><li><strong>Krisis Sosial dan Kemanusiaan</strong>: Krisis ekonomi yang dalam memicu kemiskinan, pengangguran, dan ketidakstabilan sosial di masyarakat. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan angka kriminalitas, konflik sosial, dan ketidakstabilan politik yang lebih besar, serta terjadinya krisis kemanusiaan di beberapa daerah.</li><li><strong>Krisis Lingkungan</strong>: Pertumbuhan ekonomi yang tidak berkelanjutan dan praktik pembangunan yang tidak ramah lingkungan menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah di berbagai wilayah Indonesia. Deforestasi, polusi air dan udara, serta kerusakan ekosistem menjadi masalah serius yang semakin memburuk pada akhir periode pemerintahan Orde Baru.</li></ul><p>&nbsp;</p><p>Kombinasi dari faktor-faktor ini memunculkan krisis multidimensi yang meliputi aspek ekonomi, politik, sosial, kemanusiaan, dan lingkungan, yang akhirnya memicu jatuhnya rezim Orde Baru dan transisi menuju era reformasi pada akhir tahun 1990-an.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Krisis multidimensi yang terjadi pada akhir periode pemerintahan Orde Baru di Indonesia pada tahun 1990-an disebabkan oleh sejumlah faktor yang saling terkait. Berikut adalah beberapa faktor utama yang menyebabkan krisis tersebut:

 

  • Krisis Ekonomi: Salah satu faktor utama yang memicu krisis multidimensi adalah krisis ekonomi yang dimulai pada pertengahan hingga akhir tahun 1990-an. Faktor-faktor yang berkontribusi termasuk kebijakan ekonomi yang tidak tepat, korupsi yang merajalela, dan ketergantungan pada hutang luar negeri. Krisis ekonomi ini ditandai dengan terjadinya penurunan nilai tukar rupiah, inflasi yang tinggi, dan keruntuhan sektor keuangan.
  • Korupsi dan Kesenjangan Sosial: Praktik korupsi yang meluas di kalangan elit politik dan birokrasi Orde Baru menyebabkan terjadinya ketidakadilan sosial dan ekonomi. Kesenjangan antara kaya dan miskin semakin melebar, sementara sebagian besar rakyat Indonesia masih hidup dalam kemiskinan dan ketidaksetaraan.
  • Ketidakpuasan Politik: Ketidakpuasan terhadap rezim Orde Baru semakin meningkat di kalangan masyarakat karena penindasan politik, pembatasan kebebasan berekspresi, dan pelanggaran hak asasi manusia. Gerakan mahasiswa, aktivis, dan kelompok oposisi semakin aktif dalam menyuarakan aspirasi politik mereka, yang pada akhirnya memuncak dalam aksi demonstrasi dan unjuk rasa besar-besaran.
  • Krisis Sosial dan Kemanusiaan: Krisis ekonomi yang dalam memicu kemiskinan, pengangguran, dan ketidakstabilan sosial di masyarakat. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan angka kriminalitas, konflik sosial, dan ketidakstabilan politik yang lebih besar, serta terjadinya krisis kemanusiaan di beberapa daerah.
  • Krisis Lingkungan: Pertumbuhan ekonomi yang tidak berkelanjutan dan praktik pembangunan yang tidak ramah lingkungan menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah di berbagai wilayah Indonesia. Deforestasi, polusi air dan udara, serta kerusakan ekosistem menjadi masalah serius yang semakin memburuk pada akhir periode pemerintahan Orde Baru.

 

Kombinasi dari faktor-faktor ini memunculkan krisis multidimensi yang meliputi aspek ekonomi, politik, sosial, kemanusiaan, dan lingkungan, yang akhirnya memicu jatuhnya rezim Orde Baru dan transisi menuju era reformasi pada akhir tahun 1990-an.

 

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

negara apa yang paling lama menjajah Indonesia?

2

5.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

4

5.0

Jawaban terverifikasi