Firly A

27 Agustus 2023 09:58

Iklan

Firly A

27 Agustus 2023 09:58

Pertanyaan

Jelaskan apa maksud dan tujuan dari bangsa Inggris yang bekerjasama dengan daerah bekas jajahannya apa yang mereka inginkan dari kerjasama tersebut Apakah mereka ingin memanfaatkan negara bekas jajahan yaitu

Jelaskan apa maksud dan tujuan dari bangsa Inggris yang bekerjasama dengan daerah bekas jajahannya apa yang mereka inginkan dari kerjasama tersebut Apakah mereka ingin memanfaatkan negara bekas jajahan yaitu

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

20

:

39

:

49

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Vincent M

Community

27 Agustus 2023 11:05

Jawaban terverifikasi

<p>Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, banyak negara yang pernah menjadi jajahan atau koloni Inggris meraih kemerdekaan atau otonomi. Meskipun demikian, Inggris masih menjalin berbagai bentuk kerjasama dengan bekas jajahannya setelah merdeka. Maksud dan tujuan dari kerjasama ini dapat bervariasi tergantung pada konteks dan negara yang terlibat. Beberapa tujuan umum yang mungkin di antaranya adalah:</p><p><strong>Kepentingan Ekonomi:</strong> Inggris masih memiliki kepentingan ekonomi di bekas jajahannya, seperti perdagangan, investasi, dan sumber daya alam. Kerjasama ekonomi dapat menguntungkan kedua belah pihak dengan membuka peluang bisnis dan investasi.</p><p><strong>Keamanan dan Stabilitas:</strong> Kerjasama dalam hal keamanan dan pertahanan dapat membantu memelihara stabilitas di daerah tersebut. Inggris mungkin ingin memastikan bahwa wilayah-wilayah yang dulu dijajahnya tetap stabil dan tidak mengalami konflik yang dapat memengaruhi kepentingan Inggris.</p><p><strong>Pengaruh Politik dan Diplomatik:</strong> Inggris mungkin ingin mempertahankan pengaruh politik dan diplomasi di wilayah tersebut. Kerjasama dapat membantu Inggris mempertahankan hubungan baik dengan negara-negara bekas jajahannya serta mendapatkan dukungan dalam forum internasional.</p><p><strong>Kerjasama Budaya dan Pendidikan:</strong> Inggris mungkin memiliki hubungan budaya dan pendidikan yang kuat dengan bekas jajahannya. Kerjasama ini bisa mencakup pertukaran budaya, pelatihan, dan kerjasama dalam bidang pendidikan.</p><p><strong>Pengembangan dan Bantuan:</strong> Inggris mungkin ingin membantu dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di bekas jajahannya melalui bantuan pembangunan atau program pengembangan lainnya.</p><p><strong>Hubungan Multilateral:</strong> Inggris dan bekas jajahannya mungkin ingin menjalin kerjasama dalam forum-forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), atau organisasi regional untuk mengatasi masalah bersama seperti perubahan iklim, perdagangan, dan hak asasi manusia.</p><p>Mengenai apakah Inggris ingin memanfaatkan negara bekas jajahannya, ini tergantung pada interpretasi dan konteks masing-masing kerjasama. Beberapa kerjasama bisa menguntungkan kedua belah pihak dengan memaksimalkan potensi ekonomi, sumber daya, dan pertukaran pengetahuan. Namun, kerjasama yang tidak dijalankan dengan prinsip-prinsip yang adil dan setara bisa saja menghasilkan eksploitasi atau ketidaksetaraan. Sebagai contoh, beberapa kritik terhadap kerjasama ekonomi antara negara maju dan negara berkembang adalah bahwa negara maju memanfaatkan sumber daya dan tenaga kerja murah di negara berkembang tanpa memberikan imbalan yang adil.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, banyak negara yang pernah menjadi jajahan atau koloni Inggris meraih kemerdekaan atau otonomi. Meskipun demikian, Inggris masih menjalin berbagai bentuk kerjasama dengan bekas jajahannya setelah merdeka. Maksud dan tujuan dari kerjasama ini dapat bervariasi tergantung pada konteks dan negara yang terlibat. Beberapa tujuan umum yang mungkin di antaranya adalah:

Kepentingan Ekonomi: Inggris masih memiliki kepentingan ekonomi di bekas jajahannya, seperti perdagangan, investasi, dan sumber daya alam. Kerjasama ekonomi dapat menguntungkan kedua belah pihak dengan membuka peluang bisnis dan investasi.

Keamanan dan Stabilitas: Kerjasama dalam hal keamanan dan pertahanan dapat membantu memelihara stabilitas di daerah tersebut. Inggris mungkin ingin memastikan bahwa wilayah-wilayah yang dulu dijajahnya tetap stabil dan tidak mengalami konflik yang dapat memengaruhi kepentingan Inggris.

Pengaruh Politik dan Diplomatik: Inggris mungkin ingin mempertahankan pengaruh politik dan diplomasi di wilayah tersebut. Kerjasama dapat membantu Inggris mempertahankan hubungan baik dengan negara-negara bekas jajahannya serta mendapatkan dukungan dalam forum internasional.

Kerjasama Budaya dan Pendidikan: Inggris mungkin memiliki hubungan budaya dan pendidikan yang kuat dengan bekas jajahannya. Kerjasama ini bisa mencakup pertukaran budaya, pelatihan, dan kerjasama dalam bidang pendidikan.

Pengembangan dan Bantuan: Inggris mungkin ingin membantu dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di bekas jajahannya melalui bantuan pembangunan atau program pengembangan lainnya.

Hubungan Multilateral: Inggris dan bekas jajahannya mungkin ingin menjalin kerjasama dalam forum-forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), atau organisasi regional untuk mengatasi masalah bersama seperti perubahan iklim, perdagangan, dan hak asasi manusia.

Mengenai apakah Inggris ingin memanfaatkan negara bekas jajahannya, ini tergantung pada interpretasi dan konteks masing-masing kerjasama. Beberapa kerjasama bisa menguntungkan kedua belah pihak dengan memaksimalkan potensi ekonomi, sumber daya, dan pertukaran pengetahuan. Namun, kerjasama yang tidak dijalankan dengan prinsip-prinsip yang adil dan setara bisa saja menghasilkan eksploitasi atau ketidaksetaraan. Sebagai contoh, beberapa kritik terhadap kerjasama ekonomi antara negara maju dan negara berkembang adalah bahwa negara maju memanfaatkan sumber daya dan tenaga kerja murah di negara berkembang tanpa memberikan imbalan yang adil.

 

 


 


Iklan

Ilhamhaqiqi I

04 September 2023 02:34

Jawaban terverifikasi

<p>Kerja sama antara Inggris (sebagai negara penjajah) dan daerah bekas jajahannya memiliki berbagai maksud dan tujuan, dan itu bisa bervariasi tergantung pada konteks sejarah, politik, ekonomi, dan sosial saat itu. Ini adalah beberapa maksud dan tujuan umum yang mungkin terlibat:</p><p>1. Membangun Hubungan Ekonomi yang Menguntungkan: Inggris sering memiliki investasi ekonomi yang signifikan di daerah-daerah bekas jajahannya. Kerja sama dapat berarti menjaga dan memperluas akses ke sumber daya alam, pasar, atau tenaga kerja yang ada di negara bekas jajahan.</p><p>2. Menjaga Pengaruh Politik dan Diplomatik: Inggris mungkin ingin mempertahankan pengaruhnya dalam politik dan diplomasi negara bekas jajahan tersebut. Ini dapat mencakup dukungan terhadap pemerintahan yang bersahabat atau menjalin aliansi strategis.</p><p>3. Meningkatkan Kerjasama Militer: Dalam beberapa kasus, kerja sama militer dapat menjadi tujuan, entah untuk kepentingan pertahanan bersama atau sebagai bagian dari hubungan militer yang lebih luas.</p><p>4. Mempromosikan Nilai-nilai dan Kebudayaan Inggris: Inggris mungkin ingin mempromosikan bahasa Inggris, budaya Inggris, atau sistem hukum Inggris di negara bekas jajahan. Ini dapat menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya dan pengaruh.</p><p>5. Mendukung Pembangunan Ekonomi dan Sosial: Kerja sama bisa juga mencakup bantuan pembangunan untuk membantu negara bekas jajahan mencapai pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sosial yang lebih baik.</p><p>Inggris tidak selalu memanfaatkan negara bekas jajahan semata-mata untuk kepentingan sendiri. Kerja sama dapat menjadi bentuk kolaborasi yang saling menguntungkan, atau kadang-kadang Inggris juga bertanggung jawab untuk membantu memulihkan atau mendukung pembangunan negara bekas jajahan yang telah menderita akibat periode kolonialisme.</p><p>Namun, harus diingat bahwa setiap kerja sama memiliki konteks sejarah yang unik dan dapat bervariasi dalam tujuannya. Selain itu, persepsi tentang apakah kerja sama tersebut bermanfaat atau eksploitatif sering kali berbeda di antara pihak-pihak yang terlibat.</p>

Kerja sama antara Inggris (sebagai negara penjajah) dan daerah bekas jajahannya memiliki berbagai maksud dan tujuan, dan itu bisa bervariasi tergantung pada konteks sejarah, politik, ekonomi, dan sosial saat itu. Ini adalah beberapa maksud dan tujuan umum yang mungkin terlibat:

1. Membangun Hubungan Ekonomi yang Menguntungkan: Inggris sering memiliki investasi ekonomi yang signifikan di daerah-daerah bekas jajahannya. Kerja sama dapat berarti menjaga dan memperluas akses ke sumber daya alam, pasar, atau tenaga kerja yang ada di negara bekas jajahan.

2. Menjaga Pengaruh Politik dan Diplomatik: Inggris mungkin ingin mempertahankan pengaruhnya dalam politik dan diplomasi negara bekas jajahan tersebut. Ini dapat mencakup dukungan terhadap pemerintahan yang bersahabat atau menjalin aliansi strategis.

3. Meningkatkan Kerjasama Militer: Dalam beberapa kasus, kerja sama militer dapat menjadi tujuan, entah untuk kepentingan pertahanan bersama atau sebagai bagian dari hubungan militer yang lebih luas.

4. Mempromosikan Nilai-nilai dan Kebudayaan Inggris: Inggris mungkin ingin mempromosikan bahasa Inggris, budaya Inggris, atau sistem hukum Inggris di negara bekas jajahan. Ini dapat menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya dan pengaruh.

5. Mendukung Pembangunan Ekonomi dan Sosial: Kerja sama bisa juga mencakup bantuan pembangunan untuk membantu negara bekas jajahan mencapai pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sosial yang lebih baik.

Inggris tidak selalu memanfaatkan negara bekas jajahan semata-mata untuk kepentingan sendiri. Kerja sama dapat menjadi bentuk kolaborasi yang saling menguntungkan, atau kadang-kadang Inggris juga bertanggung jawab untuk membantu memulihkan atau mendukung pembangunan negara bekas jajahan yang telah menderita akibat periode kolonialisme.

Namun, harus diingat bahwa setiap kerja sama memiliki konteks sejarah yang unik dan dapat bervariasi dalam tujuannya. Selain itu, persepsi tentang apakah kerja sama tersebut bermanfaat atau eksploitatif sering kali berbeda di antara pihak-pihak yang terlibat.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

14

5.0

Jawaban terverifikasi