Zefan...a

24 Mei 2023 08:29

Iklan

Zefan...a

24 Mei 2023 08:29

Pertanyaan

JAWABAN APA NEEHH???

JAWABAN APA NEEHH??? 

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

22

:

41

:

12

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Salwaarynd S

23 Februari 2024 11:16

Jawaban terverifikasi

<p>Jawabanya yang <strong>A</strong></p><p>Karena pada tahun 1680 VOC memaksa sebuah perjanjian baru dengan penguasa Tidore. Kerajaan Tidore yang dulunya menjadi teman VOC, sekarang turun pangkat menjadi vassal VOC. Penguasa yang baru juga diangkat, yaitu Putra Alam sebagai Sultan Tidore. Sebenarnya, Pangeran Nuku yang harusnya menjadi sultan Tidore. Karena pangeran Nuku tidak terima Tidore ditempatkan menjadi vassal VOC, pangeran Nuku memimpin perlawanan rakyat.</p><p>Pangeran Nuku banyak mendapat dukungan dari rakyat Papua dibawah kekuasaan raja Ampat. Sultan Nuku juga berhasil meyakinkan Sultan Aharal dan Pangeran Ibrahim dari Ternate untuk melawan VOC bersamanya. Inggris juga memberikan dukungan kepada Sultan Nuku. Belanda kewalahan dan nggak bisa mengatasi keinginan sultan Nuku untuk lepas dari dominasi Belanda. Di tahun 1805, Sultn Nuku berhasil melepaskan diri dari Belanda.</p>

Jawabanya yang A

Karena pada tahun 1680 VOC memaksa sebuah perjanjian baru dengan penguasa Tidore. Kerajaan Tidore yang dulunya menjadi teman VOC, sekarang turun pangkat menjadi vassal VOC. Penguasa yang baru juga diangkat, yaitu Putra Alam sebagai Sultan Tidore. Sebenarnya, Pangeran Nuku yang harusnya menjadi sultan Tidore. Karena pangeran Nuku tidak terima Tidore ditempatkan menjadi vassal VOC, pangeran Nuku memimpin perlawanan rakyat.

Pangeran Nuku banyak mendapat dukungan dari rakyat Papua dibawah kekuasaan raja Ampat. Sultan Nuku juga berhasil meyakinkan Sultan Aharal dan Pangeran Ibrahim dari Ternate untuk melawan VOC bersamanya. Inggris juga memberikan dukungan kepada Sultan Nuku. Belanda kewalahan dan nggak bisa mengatasi keinginan sultan Nuku untuk lepas dari dominasi Belanda. Di tahun 1805, Sultn Nuku berhasil melepaskan diri dari Belanda.


Iklan

Nanda R

Community

21 Juni 2024 21:38

Jawaban terverifikasi

<p>jawabannya adalah A.</p><p>&nbsp;</p><p>Perlawanan rakyat Maluku melawan kolonial Belanda pada tahun 1680 dipimpin oleh <strong>Kapitan Jonker</strong>, bukan Sultan Nuku. Namun, Sultan Nuku adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah perlawanan Maluku terhadap Belanda, meskipun masa perjuangannya lebih menonjol pada akhir abad ke-18, yaitu sekitar tahun 1780-an hingga awal 1800-an.</p><p>Berikut adalah sedikit penjelasan mengenai masing-masing tokoh yang disebutkan dalam opsi:</p><p><strong>Sultan Nuku:</strong></p><ul><li>Sultan Nuku adalah pemimpin perlawanan dari Tidore, Maluku Utara, yang terkenal karena perjuangannya melawan VOC (Belanda) pada akhir abad ke-18. Nuku berhasil membangun koalisi dengan berbagai suku dan bangsa di wilayah tersebut, termasuk Inggris, untuk melawan dominasi Belanda.</li></ul><p><strong>Tumenggung Baureksa:</strong></p><ul><li>Tumenggung Baureksa adalah seorang pemimpin Jawa yang terlibat dalam perlawanan melawan VOC di wilayah Jawa Tengah. Ia dikenal sebagai tokoh yang melakukan perlawanan di daerah Semarang pada masa awal VOC menguasai Jawa.</li></ul><p><strong>Ratu Kalinyamat:</strong></p><ul><li>Ratu Kalinyamat adalah seorang pemimpin wanita dari Jepara, Jawa Tengah, yang dikenal karena dukungannya terhadap perlawanan terhadap Portugis dan juga karena kontribusinya dalam mempertahankan kedaulatan kerajaannya dari ancaman eksternal pada abad ke-16.</li></ul><p><strong>Sultan Ageng Tirtayasa:</strong></p><ul><li>Sultan Ageng Tirtayasa adalah sultan dari Banten yang memimpin perlawanan terhadap VOC pada abad ke-17. Ia berusaha mempertahankan kedaulatan Banten dan melawan upaya VOC untuk menguasai perdagangan di wilayah tersebut.</li></ul>

jawabannya adalah A.

 

Perlawanan rakyat Maluku melawan kolonial Belanda pada tahun 1680 dipimpin oleh Kapitan Jonker, bukan Sultan Nuku. Namun, Sultan Nuku adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah perlawanan Maluku terhadap Belanda, meskipun masa perjuangannya lebih menonjol pada akhir abad ke-18, yaitu sekitar tahun 1780-an hingga awal 1800-an.

Berikut adalah sedikit penjelasan mengenai masing-masing tokoh yang disebutkan dalam opsi:

Sultan Nuku:

  • Sultan Nuku adalah pemimpin perlawanan dari Tidore, Maluku Utara, yang terkenal karena perjuangannya melawan VOC (Belanda) pada akhir abad ke-18. Nuku berhasil membangun koalisi dengan berbagai suku dan bangsa di wilayah tersebut, termasuk Inggris, untuk melawan dominasi Belanda.

Tumenggung Baureksa:

  • Tumenggung Baureksa adalah seorang pemimpin Jawa yang terlibat dalam perlawanan melawan VOC di wilayah Jawa Tengah. Ia dikenal sebagai tokoh yang melakukan perlawanan di daerah Semarang pada masa awal VOC menguasai Jawa.

Ratu Kalinyamat:

  • Ratu Kalinyamat adalah seorang pemimpin wanita dari Jepara, Jawa Tengah, yang dikenal karena dukungannya terhadap perlawanan terhadap Portugis dan juga karena kontribusinya dalam mempertahankan kedaulatan kerajaannya dari ancaman eksternal pada abad ke-16.

Sultan Ageng Tirtayasa:

  • Sultan Ageng Tirtayasa adalah sultan dari Banten yang memimpin perlawanan terhadap VOC pada abad ke-17. Ia berusaha mempertahankan kedaulatan Banten dan melawan upaya VOC untuk menguasai perdagangan di wilayah tersebut.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

14

5.0

Jawaban terverifikasi