Alahsar B
15 Juli 2022 08:03
Iklan
Alahsar B
15 Juli 2022 08:03
Pertanyaan
1
2
Iklan
F. Rizqi
Mahasiswa/Alumni Institut Teknologi Bandung
12 Desember 2022 03:01
Aktivitas diplomasi Indonesia di dunia internasional untuk mempertahankan kemerdekaan adalah dengan melakukan Perjanjian Linggarjati, Perundingan Renville dan Konferensi Meja Bundar.
Secara umum terdapat dua bentuk strategi perjuangan menghadapi ancaman Belanda. Pertama ialah perjuangan bersenjata. Perjuangan ini terjadi setelah proklamasi kemerdekaan. Belanda dan sekutunya masih tidak mau menerima bahwa Indonesia telah merdeka. Kedua ialah perjuangan melalui diplomasi. perjuangan ini dilakukan dengan perundingan untuk menyelesaikan masalah. Upaya dengan melakukan perundingan dianggap lebih efektif karena tidak memakan banyak korban jiwa.
Beberapa perjuangan yang dilakukan Indonesia melalui diplomasi antara lain Perjanjian Linggarjati, Perundingan Renville dan Konferensi Meja Bundar.
1. Perjanjian Linggarjati, di mana perjanjian ini dilaksanakan di Desa Linggarjati, perbatasan antara Cirebon dan Kuningan, pada tanggal 11 November 1946. Indonesia diwakili Sutan Syahrir, A.K. Gani, Susanto Tirtoprojo, dan Mohammad Roem. Pihak Belanda diwakuli Schermerhorn, dan penengah dari pihak Inggris diwakili Lord Killearn. Hasil dari perjanjian ini antara lain:
- Belanda mengakui secara de facto wilayah Jawa, Sumatra, dan Madura.
- RI dan Belanda membentuk Republik Indonesia Serikat (RIS).
- RI dan Belanda membentuk Uni Indonesia-Belanda, Ratu Belanda sebagai ketuanya.
2. Perundingan Renville, merupakan perundingan di atas kapal perang angkatan laut Amerika Serikat bernama USS Renville yang dilakukan pada 8 Desember 1947 – 17 Januari 1948. Saat itu Indonesia diwakili oleh Amir Sjarifuddin dan Belanda diwakili oleh Abdulkadir Widjojoatmodjo. Dihadiri pula Komisi Tiga Negara yang diwakili oleh Richard Kirby, Paul van Zeeland, Frank Graham. Ada pun hasil dari perundingan ini ialah:
- Penghentian tembak menembak
- Daerah-daerah di belakang Garis van Mook harus dikosongkan dari tentara Indonesia.
- Belanda bebas membentuk negara federal di daerah-daerah yang diduduki melalui jajak pendapat terlebih dahulu.
- Akan dibentuk uni Indonesia-Belanda.
3. Konferensi Meja Bundar (KMB), merupakan perundingan yang dilakukan di Den Haag, Belanda pada 23 Agustus 1949 – 2 November 1949. Pada saat itu Belanda diwakili Mr. Van Maarseveen, perwakilan Indonesia diwakili oleh Moh. Hatta, dan delegasi UNCI ialah Chritchley. Ada pun hasil dari Konferensi Meja Bundar ialah:
- Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS).
- Masalah Irian Barat diselesaikan setahun kemudian.
- RIS harus membayar utang-utang Belanda sampai pengakuan kedaulatan.
- RIS mengembalikan hak milik Belanda seperti perusahaan-perusahaan Belanda.
Dengan demikian, aktivitas diplomasi Indonesia di dunia internasional untuk mempertahankan kemerdekaan adalah dengan melakukan Perjanjian Linggarjati, Perundingan Renville dan Konferensi Meja Bundar.
· 0.0 (0)
Iklan
Hesti H
05 Agustus 2024 11:47
· 0.0 (0)
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!