Iklan

Iklan

Adriel M

06 September 2021 03:33

Pertanyaan

halou saya mau tanya apa itu adiksimba


159

3

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

W. Wahyuni

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Makassar

06 September 2021 05:09

Jawaban terverifikasi

Hai Adriel M. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Setiap teks memuat informasi penting yang mengandung enam unsur, yakni apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana. Keenam unsur itu juga dikenal dengan akronim ADikSiMBa dan sering kali dijadikan dasar dalam menganalisis informasi penting pada sebuah teks. Dengan demikian, Adika simba atau adiksimba adalah akronim dari unsur apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana.


Iklan

Iklan

Fun'Kin F

06 September 2021 05:01

Adiksimba merupakan singkatan dari kumpulan kata tanya “apa, dimana, kapan, siapa, mengapa, dan bahagimana”. A : apa Di : Dimana K : Kapan Si : Siapa M : Mengapa Ba : bagaimana


Fun'Kin F

06 September 2021 05:08

Rumus 5W + 1H What : Apa : Apa yang terjadi ? Who : Siapa : Siapa yang terlibat dalam peristiwa itu ? Why : Mengapa : mengapa hal itu bisa terjadi ? When : Kapan : Kapan peristiwa itu terjadi ? Where : Dimana : Dimana peristiwa itu terjadi ? How : Bagaimana : Bagaimana kamu melakukan hal itu ?

Akeila M

08 September 2021 12:46

apa, dimana, kapan, siapa, dan bagaimana


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

contoh kewajiban kita terhadap anggota keluarga yang lain adalah

3

5.0

Sehari di Sungai Ciliwung Penulis: Dyah Laksmi Nur Jannah “Hei, jangan buang sampah sembarangan!” larang Dimas ketika ia melihat Aldi melempar bungkus permen ke selokan depan rumahnya. Dimas dan Aldi bersaudara sepupu. Keduanya sedang bersantai di depan rumah mereka yang berada di daerah pinggiran Jakarta. “Ah, cuma sedikit, kok, Kak,” balas Aldi santai. Matanya menatap bungkus permen yang hanyut terbawa air selokan. Aldi masih duduk di bangku kelas 5 SD. Sementara itu, Dimas sudah SMA kelas X. “Aldi tahu, enggak? Apa akibatnya jika semua orang punya pendapat seperti Aldi?” Aldi hanya mengangkat bahu. “Kalau Aldi ingin tahu, Minggu besok, Aldi ikut Kakak, yuk! Kita akan jalan-jalan ke Sungai Ciliwung,” ajak Dimas. “Wah, asyik! Naik perahu, ya, Kak?” seru Aldi bersemangat. Dimas tersenyum mengiyakan. Minggu pagi, Aldi dan Dimas berangkat menuju Sungai Ciliwung yang alirannya membelah Ibu Kota Jakarta. Di sana, mereka bergabung dengan teman-teman Dimas, para siswa SMA anggota Komunitas Peduli Lingkungan. Mereka berencana membersihkan sungai dari tumpukan sampah. Aldi tertegun memandangi air sungai yang kotor dan berwarna cokelat keruh. Puluhan kaleng, botol plastik, serta kantong plastik memenuhi permukaan air. Bahkan, ada sebuah kasur tersangkut di tepi sungai. “Hei, jangan melamun,” tegur Dimas, “Ayo, bantu Kakak memungut sampah-sampah ini.” “Ya, Kak,” dengan berpijak pada batu-batuan di sungai itu, Aldi mulai mengambil sampah yang ada di dekatnya. Dimas bercerita bahwa dahulu, air Sungai Ciliwung sangat jernih. Ratusan jenis ikan, udang, dan kepiting menghuni sungai. Karena banyak orang membuang sampah ke sungai, air sungai menjadi kotor. Ikan-ikan tak mampu bertahan hidup. Saat ini, hanya beberapa jenis ikan, misalnya soro, beunteur, berot, senggal, gobi, hampala, dan sidat yang masih bisa dijumpai meski dalam jumlah sedikit. “Sekarang Aldi tahu, Kak. Jika kita membuang sampah sembarangan, akan mencemari lingkungan. Akibatnya, banyak hewan dan tumbuhan akan mati,” ujar Aldi setelah mendengar cerita Dimas. “Ya, kita harus berbuat sesuatu untuk mencegahnya,” tanggap Dimas. Lalu, ia berkata lagi, “Nah, karena Aldi telah membantu Kakak, setelah ini, kita akan menyusuri sungai dengan perahu karet.” “Hore!” Aldi melonjak gembira. Di perahu karet, Aldi memandangi aneka jenis tumbuhan yang berjajar di tepi sungai. Aldi berjanji tidak akan membuang sampah sembarangan lagi. Ia ingin turut melestarikan lingkungan agar makhluk hidup di sekitarnya tidak punah. Permasalahan apakah yang timbul pada cerita tersebut?

44

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Iklan

Iklan