Ony A

17 Mei 2022 14:15

Iklan

Ony A

17 Mei 2022 14:15

Pertanyaan

Golongan yang mengkritik pedas sistem tanam paksa diindonesia adalah

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

22

:

40

:

43

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

C. Sianturi

17 Mei 2022 14:52

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang benar adalah golongan humanis liberal. Pelaksanaan tanam paksa menimbulkan pro dan kontra di kalangan pejabat Belanda karena telah menyengsarakan masyarakat Indonesia. Kritikan pun muncul dari beberapa pihak, terutama golongan humanis liberal yang menilai bahwa tanam paksa menyebabkan penderitaan rakyat. Beberapa tokoh seperti Douwes Dekker, Baron van Hoevel, dan Fransen van der Putte mengutarakan kritik kepada pemerintah Belanda. Douwes Dekker menyampaikan kritik melalui buku yang berjudul Max Havelaar, Fransen van der Putte mengkritik melalui buku Suiker Contracten, dan Baron van Hoevel menyampaikan langsung melalui pidato-pidatonya di depan parlemen Belanda. Pengkritik paling terkenal sistem tanam paksa adalah Douwes Dekker, seorang mantan asisten residen di Lebak, Banten. Kritiknya yang ditulis melalui buku yang berjudul Max Havelaar tahun 1860 mengisahkan masyarakat petani yang menderita karena kebijakan sewenang-wenang Belanda. Akibat banyaknya kritik yang ditujukan pada sistem tanam paksa ini, akhirnya sistem tersebut kemudian dihapus pada tahun 1870 setelah dikeluarkannya Undang-Undang Agraria dan Undang-Undang Gula. Jadi, jawaban yang benar adalah golongan humanis liberal.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

19

5.0

Jawaban terverifikasi