Alya L

10 Juli 2024 08:16

Iklan

Alya L

10 Juli 2024 08:16

Pertanyaan

fisiologi dan kontraksi sel otot jantung

fisiologi dan kontraksi sel otot jantung

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

10

:

22

:

32

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

10 Juli 2024 12:49

Jawaban terverifikasi

Penjelasan: Sel otot jantung, atau kardiomiosit, adalah unit fungsional jantung yang bertanggung jawab untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kontraksi sel otot jantung merupakan proses kompleks yang melibatkan interaksi antara protein kontraktil, ion kalsium, dan sinyal listrik. Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai fisiologi dan kontraksi sel otot jantung: **1. Fisiologi Sel Otot Jantung:** * **Struktur:** Sel otot jantung memiliki bentuk silindris bercabang dengan inti tunggal di tengah. Mereka terhubung satu sama lain melalui struktur khusus yang disebut "diskus interkalaris". Diskus interkalaris mengandung gap junction yang memungkinkan komunikasi listrik langsung antara sel-sel, sehingga impuls listrik dapat menyebar dengan cepat dan efisien. Selain itu, diskus interkalaris juga mengandung desmosom yang berfungsi untuk menghubungkan sel-sel secara mekanis, sehingga sel-sel dapat berkontraksi secara sinkron. * **Fungsi:** Fungsi utama sel otot jantung adalah berkontraksi secara ritmis dan berkelanjutan untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kontraksi ini dipicu oleh impuls listrik yang dihasilkan oleh nodus sinoatrial (SA) di jantung. Nodus SA merupakan "pacemaker" jantung yang mengatur irama jantung. * **Mekanisme Kontraksi:** Kontraksi sel otot jantung terjadi melalui mekanisme "sliding filament" yang melibatkan protein aktin dan miosin. * **Depolarisasi:** Impuls listrik dari nodus SA menyebar ke seluruh jantung melalui sistem konduksi jantung, menyebabkan depolarisasi membran sel otot jantung. Depolarisasi ini membuka saluran kalsium pada membran sel. * **Pelepasan Kalsium:** Masuknya ion kalsium ke dalam sel memicu pelepasan ion kalsium dari retikulum sarkoplasma (SR) ke sitoplasma sel. SR adalah organel yang menyimpan ion kalsium dalam sel otot. * **Ikatan Kalsium-Troponin:** Ion kalsium berikatan dengan protein troponin, yang menyebabkan perubahan konformasi pada protein tropomiosin. Tropomiosin adalah protein yang menutupi situs pengikatan miosin pada aktin dalam keadaan istirahat. * **Pembentukan Jembatan Silang:** Perubahan konformasi tropomiosin memungkinkan protein miosin untuk berikatan dengan aktin, membentuk jembatan silang. Miosin adalah protein motorik yang bertanggung jawab untuk menarik aktin. * **Kontraksi:** Jembatan silang miosin menarik filamen aktin, menyebabkan sel otot jantung berkontraksi. Kontraksi ini menyebabkan pemendekan sarkomer, unit kontraktil terkecil dalam sel otot. * **Relaksasi:** Setelah impuls listrik berakhir, ion kalsium dipompa kembali ke SR, menyebabkan jembatan silang terlepas dan sel otot jantung berelaksasi. Pompa kalsium ini membutuhkan energi ATP. **2. Kontraksi Sel Otot Jantung:** * **Kontraksi Ritmis:** Sel otot jantung berkontraksi secara ritmis dan berkelanjutan, dipandu oleh impuls listrik dari nodus SA. Kecepatan kontraksi jantung dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti aktivitas fisik, stres, dan hormon. * **Kontraksi Sinkron:** Sel otot jantung terhubung melalui diskus interkalaris, yang memungkinkan impuls listrik menyebar secara cepat dan efisien, sehingga semua sel berkontraksi secara sinkron. Kontraksi sinkron ini penting untuk memastikan bahwa jantung memompa darah secara efektif. * **Kontraksi Berkelanjutan:** Sel otot jantung memiliki kemampuan untuk berkontraksi secara berkelanjutan tanpa kelelahan, karena mereka memiliki mekanisme metabolisme yang efisien dan pasokan oksigen yang konstan. Sel otot jantung sangat bergantung pada metabolisme aerobik untuk menghasilkan energi. **3. Perbedaan Kontraksi Sel Otot Jantung dengan Sel Otot Lainnya:** * **Kontraksi Ritmis:** Sel otot jantung berkontraksi secara ritmis, sedangkan sel otot polos dan sel otot rangka berkontraksi secara sukarela. Sel otot polos ditemukan di organ dalam seperti lambung dan usus, sedangkan sel otot rangka melekat pada tulang dan bertanggung jawab untuk pergerakan tubuh. * **Kontraksi Sinkron:** Sel otot jantung berkontraksi secara sinkron, sedangkan sel otot rangka berkontraksi secara independen. Kontraksi independen sel otot rangka memungkinkan gerakan yang terkoordinasi dan terarah. * **Kontraksi Berkelanjutan:** Sel otot jantung dapat berkontraksi secara berkelanjutan tanpa kelelahan, sedangkan sel otot rangka mudah lelah. Sel otot rangka membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan energi yang digunakan selama kontraksi. **Kesimpulan:** Fisiologi dan kontraksi sel otot jantung sangat penting untuk fungsi jantung yang normal. Struktur dan mekanisme kontraksi yang unik memungkinkan jantung untuk memompa darah secara efisien dan berkelanjutan ke seluruh tubuh. Kontraksi sel otot jantung merupakan proses yang kompleks yang melibatkan interaksi antara protein kontraktil, ion kalsium, dan sinyal listrik. Semoga penjelasan ini lebih detail dan bermanfaat!


Iklan

Nanda R

Community

11 Juli 2024 00:18

Jawaban terverifikasi

<p>Fisiologi kontraksi sel otot jantung merupakan proses kompleks yang melibatkan serangkaian peristiwa elektrofisiologis dan mekanis yang mengatur aktivitas jantung. Berikut adalah penjelasan mengenai fisiologi dan kontraksi sel otot jantung:</p><p>Fisiologi Kontraksi Sel Otot Jantung:</p><p><strong>Potensial Aksi</strong>:</p><ul><li>Kontraksi otot jantung dimulai dengan depolarisasi sel otot jantung, yang dipicu oleh potensial aksi. Potensial aksi dihasilkan oleh perubahan cepat dalam potensial membran sel, yang terjadi ketika kanal ion tertentu terbuka atau tertutup secara tiba-tiba.</li><li>Potensial aksi dimulai di nodus sinoatrial (SA node), "pacemaker" alami jantung, dan menyebar melalui seluruh jaringan konduksi jantung.</li></ul><p><strong>Kontraksi Miokardium</strong>:</p><ul><li>Setelah potensial aksi mencapai miokardium (otot jantung), terjadi kontraksi otot. Ini disebabkan oleh pelepasan kalsium (Ca2+) dari retikulum sarkoplasma dalam sel otot.</li><li>Kalsium menyebabkan filamen aktin dan miosin dalam miofibril otot jantung untuk berinteraksi, menghasilkan penarikan yang disebut "sliding filament theory".</li></ul><p><strong>Siklus Kontraksi-Relaksasi</strong>:</p><ul><li>Kontraksi miokardium disertai dengan pengikatan ATP pada miosin, yang mengaktifkan miosin untuk menarik aktin dan menghasilkan kontraksi.</li><li>Setelah stimulus untuk kontraksi berhenti, kalsium diangkut kembali ke dalam retikulum sarkoplasma oleh pompa Ca2+ ATPase, menyebabkan relaksasi otot jantung.</li></ul><p>Regulasi Fisiologis Kontraksi Jantung:</p><p><strong>Sistem Saraf Otonom</strong>:</p><ul><li>Sistem saraf otonom (simpatis dan parasimpatis) mempengaruhi kontraksi jantung melalui pengaturan denyut jantung dan kekuatan kontraksi.</li><li>Simpatis merangsang pelepasan neurotransmitter norepinefrin, yang meningkatkan kecepatan dan kekuatan kontraksi jantung.</li><li>Parasimpatis merangsang pelepasan neurotransmitter asetilkolin, yang memperlambat denyut jantung dan menurunkan kekuatan kontraksi.</li></ul><p><strong>Faktor Kimia dan Hormonal</strong>:</p><ul><li>Hormon seperti adrenalin dan noradrenalin dari kelenjar adrenal mempengaruhi kontraksi jantung.</li><li>Ion seperti kalsium, kalium, dan natrium memainkan peran kunci dalam mengatur potensial membran dan kontraksi otot jantung.</li></ul><p>Pentingnya Kontraksi Sel Otot Jantung:</p><ul><li>Kontraksi sel otot jantung secara ritmis dan terkoordinasi memungkinkan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh, memastikan suplai oksigen dan nutrisi yang cukup ke jaringan.</li><li>Gangguan dalam fisiologi kontraksi jantung dapat menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia), kegagalan jantung, atau penyakit jantung lainnya.</li></ul>

Fisiologi kontraksi sel otot jantung merupakan proses kompleks yang melibatkan serangkaian peristiwa elektrofisiologis dan mekanis yang mengatur aktivitas jantung. Berikut adalah penjelasan mengenai fisiologi dan kontraksi sel otot jantung:

Fisiologi Kontraksi Sel Otot Jantung:

Potensial Aksi:

  • Kontraksi otot jantung dimulai dengan depolarisasi sel otot jantung, yang dipicu oleh potensial aksi. Potensial aksi dihasilkan oleh perubahan cepat dalam potensial membran sel, yang terjadi ketika kanal ion tertentu terbuka atau tertutup secara tiba-tiba.
  • Potensial aksi dimulai di nodus sinoatrial (SA node), "pacemaker" alami jantung, dan menyebar melalui seluruh jaringan konduksi jantung.

Kontraksi Miokardium:

  • Setelah potensial aksi mencapai miokardium (otot jantung), terjadi kontraksi otot. Ini disebabkan oleh pelepasan kalsium (Ca2+) dari retikulum sarkoplasma dalam sel otot.
  • Kalsium menyebabkan filamen aktin dan miosin dalam miofibril otot jantung untuk berinteraksi, menghasilkan penarikan yang disebut "sliding filament theory".

Siklus Kontraksi-Relaksasi:

  • Kontraksi miokardium disertai dengan pengikatan ATP pada miosin, yang mengaktifkan miosin untuk menarik aktin dan menghasilkan kontraksi.
  • Setelah stimulus untuk kontraksi berhenti, kalsium diangkut kembali ke dalam retikulum sarkoplasma oleh pompa Ca2+ ATPase, menyebabkan relaksasi otot jantung.

Regulasi Fisiologis Kontraksi Jantung:

Sistem Saraf Otonom:

  • Sistem saraf otonom (simpatis dan parasimpatis) mempengaruhi kontraksi jantung melalui pengaturan denyut jantung dan kekuatan kontraksi.
  • Simpatis merangsang pelepasan neurotransmitter norepinefrin, yang meningkatkan kecepatan dan kekuatan kontraksi jantung.
  • Parasimpatis merangsang pelepasan neurotransmitter asetilkolin, yang memperlambat denyut jantung dan menurunkan kekuatan kontraksi.

Faktor Kimia dan Hormonal:

  • Hormon seperti adrenalin dan noradrenalin dari kelenjar adrenal mempengaruhi kontraksi jantung.
  • Ion seperti kalsium, kalium, dan natrium memainkan peran kunci dalam mengatur potensial membran dan kontraksi otot jantung.

Pentingnya Kontraksi Sel Otot Jantung:

  • Kontraksi sel otot jantung secara ritmis dan terkoordinasi memungkinkan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh, memastikan suplai oksigen dan nutrisi yang cukup ke jaringan.
  • Gangguan dalam fisiologi kontraksi jantung dapat menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia), kegagalan jantung, atau penyakit jantung lainnya.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Ada berapa banyak kemungkinan menyusun 3 buku matematika, 2 Kimia dan 2 buku fisika pada sebuah rak yang disusun secara berderet horizontal, .Jika ada syarat buku Matematika tidak boleh dipisahkan?

19

0.0

Jawaban terverifikasi