Ronal L

19 Januari 2021 02:41

Iklan

Ronal L

19 Januari 2021 02:41

Pertanyaan

Eksistensi media massa berbahasa Melayu menguat pada masa pergerakan nasional melalui penerbitan surat kabar Medan Prijaji dan Oetoesan Hindia. Kedua surat kabar itu disebut sebagai benih tumbuhnya semangat kebangsaan ditengah masyarakat Indonesia. Jelaskan mengapa demikian ?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

03

:

52

:

16

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Tri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Surabaya

25 Januari 2022 14:34

Jawaban terverifikasi

Halo Ronal L, Kakak bantu jawab ya, Muatan dalam surat kabar Medan Prijaji dan Oetoesan Hindia notabene sama, karena keduanya memuat provokasi dan perlawanan terhadap pihak asing. Medan Prijaji terhadap bangsa Belanda, sedangkan Oetoesan Hindia melakukan perseteruan terhadap pedagang Tionghoa. Berikut kakak jelaskan agar kamu lebih paham ya, A. Oetoesan Hindia Oetoesan Hindia merupakan koran yang terbit pertama kali pada 1912. Koran ini resmi berada di bawah Sarekat Islam dengan Tjokroaminoto sebagai pemimpin redaksinya. Menurut buku Seabad Pers Kebangsaan: 1907-2007, koran lahir dilatarbelakangi oleh perseteruanan antara golongan pedagang Tionghoa dengan golongan pedagang Arab dan Pribumi. Pada Februari 1912, terjadi pemogokan pasar Tionghoa di Surabaya. Aksi ini terus berlanjut. Percekcokan dan perkelahian antara mereka kian memanas. Para pedagang Arab dan Bumiputera memboikot golongan Tionghoa, salah satunya dengan tidak memasang iklan di surat kabar milik komunitas Tionghoa. Menyadari pentingnya fungsi surat kabar baik sebagai sumber berita serta media mempromosikan usaha, golongan pedagang Arab dan Bumiputera pun berinisiatif untuk mendirikan usaha penerbitan surat kabar yang mampu mengakomodir kebutuhan mereka. Di bawah komando Hasan Ali Soerati, para pedagang Arab dan Bumiputera mendirikan sebuah perusahaan yang bernama NV Handel Maatschkappij Setija Oesaha Soerabaia. Modalnya 50.000 gulden hasil patungan dari Hasan Ali Soerati dan gabungan pengusaha Arab dan Bumiputera Surabaya, Semarang, Pekalongan, Batavia, dan Bandung. Pada Desember 1912, NV Setija Oesaha menerbitkan Oetoesan Hindia dengan jargon "Surat Chabar dan Advertentie". Karena mayoritas pemilik saham Setija Oesaha adalah para aktivis Sarekat Islam, maka Oetoesan Hindia jelas berfungsi sebagai media propaganda organisasi politik itu khususnya di Surabaya. B. Medan Prijaji Medan Prijaji adalah surat kabar berbahasa Melayu yang terbit di Bandung pada Januari 1907 hingga Januari 1912.[1] Medan Prijaji dikenal sebagai surat kabar nasional pertama karena menggunakan bahasa Melayu (bahasa Indonesia), dan seluruh pekerja mulai dari pengasuhnya, percetakan, penerbitan, dan wartawannya adalah pribumi Indonesia asli. Surat kabar ini didirikan oleh Tirto Adhi Soerjo. Medan Prijaji menjadi koran pertama yang dikelola pribumi dengan uang dan perusahaan sendiri. Sebelum menerbitkan Medan Prijaji pada Januari 1904, Tirto Adhi Soerjo bersama H.M. Arsad dan Oesman mendirikan dulu badan hukum N.V. Javaansche Boekhandel en Drukkerij en handel in schrijfbehoeften. Medan Prijaji beralamat di Djalan Naripan, Bandung, yaitu di Gedung Kebudayaan (sekarang Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan-YPK). N.V. ini dicatat sebagai N.V. pribumi pertama dan sekaligus NV pers pertama dengan modal sebesar f 75.000 yang terdiri atas 3.000 lembar saham. Suara koran ini menjadi kritik pedas bagi pemerintah kolonial dan alamat pengaduan bagi setiap pribumi yang diperlakukan tidak adil oleh kekuasaan. Oleh karena itu diperlukan usaha mandiri mencetaknya. Maka dengan pengetahuan dan pengalaman niaganya, diwajibkan bagi calon pelanggan untuk terlebih dahulu membayar uang muka berlangganan selama satu kuartal, setengah, atau satu tahun, yang saat ini kita kenal dengan sebutan saham. Dilobinya beberapa pangrehpraja yang tertarik dengan gagasannya. Jadilah dua orang penyumbang dana besar, yakni Bupati Cianjur RAA Prawiradiredja dan Sultan Bacan Oesman Sjah. Masing-masing menyumbang f 1.000 dan f 500. Semoga bisa membantu ya, semangat


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Perhatikan informasi berikut. 1) Kedatangan Belanda hanya ingin menguasai perkebunan-perkebunan di tanah Minang 2) Kedatangan Belanda hanya ingin berdagang dan menjaga keamanan 3) Kedatangan Belanda ingin menjadikan tanah Minang sebagai wilayah vasal 4) Penduduk Minangkabau tidak diharuskan membayar pajak 5) Penduduk Minangkabau tetap dipimpin oleh penghulu ( pemimpin asli ) Isi Plakat Panjang yang dikeluarkan oleh Belanda tahun 1833 untuk meredam perlawanan kaum Adat-Padri ditunjukkan nomor … .

1

5.0

Jawaban terverifikasi

Dalam bidang perkebunan, rakyat Indonesia di paksa untuk menganti makanan pokok seperti Jagung dan Ubi menjadi Padi dan Gandum, hal ini di maksudkan dengan alasan

2

0.0

Lihat jawaban (1)