Faiz A

15 Februari 2020 23:52

Iklan

Faiz A

15 Februari 2020 23:52

Pertanyaan

edward douwes dekker memiliki nama samaran yaitu

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

17

:

17

:

07

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

P. Dewi

Mahasiswa/Alumni Universitas Lampung

30 Desember 2021 08:18

Jawaban terverifikasi

Halo Faiz A , kakak bantu jawab ya... Eduard Douwes Dekker memiliki nama samaran Multatuli. Untuk lebih jelasnya yuk pahami penjelasan berikut: Eduard Douwes Dekker (2 Maret 1820-19 Februari 1887), yang bernama samaran Multatuli dalam menulis novel berjudul Max Havelaar. Ia adalah asisten residen di Lebak. Eduard Douwes Dekker (Multatuli) datang di Hindia Belanda pada 1838. Ia bekerja pada masa purna kemenangan Belanda atas dua perang besar, Perang Dipanegara (1820-1830) dan Perang Paderi di Sumatera Barat (1825-1830), di mana Kerajaan Belanda mengalami krisis keuangan karena biaya perang. Kerugian Belanda itu ditebus dengan eksploitasi sektor perkebunan pada rezim Gubernur Jenderal Van den Bosch. Nenek-moyang kita dipaksa menanam tanaman perkebunan yang memiliki nilai jual tinggi di Eropa. Setelah bekerja sebegai pegawai sipil 13 tahun ia dipromosikan sebagai asisten residen di Ambon (1851), dan akhirnya dia dipindahkan menjadi asisten residen di Lebak (1857), sebuah daerah perkebunan di Jawa Barat. Pengalaman selama 19 tahun inilah yang menyadarkan Eduard Douwes Dekker tentang ketidakadilan. Ia melihat bagaimana bangsanya sendiri memperlakukan tidak adil bangsa lain yang dijajah untuk kemakmuran bangsanya, bahkan bangsa-bangsa lain di Eropa (Inggris, Perancis, Portugis). Tidak tahan derita bangsa jajahan yang dilihatnya, dan perlakuan para tenaga lapangan bangsanya sendiri pada orang-orang yang mereka jajah, ia protes kepada Gubernur Jenderal agar ada perubahan perlakuan dan perbaikan nasib bagi rakyat. Namun ia justru merasa terancam, demikian pula jabatan yang diraihnya. Oleh karena ia sudah bertekad bulat, lalu mengundurkan diri dan kembali ke Belanda. Lalu ia tuliskan semua derita rakyat Lebak itu di dalam novel Max Havelaar, dengan menggunakan nama samaran Multatuli. Dalam waktu sekitar 1-2 bulan bukunya selesai ia tulis. Semoga membantu yaa…


Iklan

Ardya P

16 Februari 2020 10:46

Multatuli


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

kota yang ditutup oleh kesultanan ottoman sehingga orang Eropa melakukan pelayaran ke Asia adalah...

3

0.0

Jawaban terverifikasi