Khaszaitul I

13 November 2023 01:43

Iklan

Khaszaitul I

13 November 2023 01:43

Pertanyaan

Disilangkan antara tanaman markisa berbatang pendek-rasa manis (ppMM) dengan tanaman markisa berbatang panjang-rasa masam (PPmm). Diketahui rasa manis bersifat dominan, sedangkan batang panjang bersifat intermediet. Selanjutnya, F, disilangkan dengan indukan berbatang panjang rasa manis homozigot. a. Tentukan rasio fenotipe dan genotipe pada F₂! b. Berapa persentase kemungkinan F₂ berbatang sedang-rasa manis? C Berapa jumlah tanaman hasil persilangan yang bersifat batang sedang-rasa manis pada F₂ apabila secara keseluruhan dihasilkan 160 tanaman?

Disilangkan antara tanaman markisa berbatang pendek-rasa manis (ppMM) dengan tanaman markisa berbatang panjang-rasa masam (PPmm). Diketahui rasa manis bersifat dominan, sedangkan batang panjang bersifat intermediet. Selanjutnya, F, disilangkan dengan indukan berbatang panjang rasa manis homozigot.

a. Tentukan rasio fenotipe dan genotipe pada F₂!

b. Berapa persentase kemungkinan  F₂ berbatang sedang-rasa manis?

C Berapa jumlah tanaman hasil persilangan yang bersifat batang sedang-rasa manis pada  F₂ apabila secara keseluruhan dihasilkan 160 tanaman?

 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

16

:

47

:

03

Klaim

1

1


Iklan

Kevin L

Gold

08 Desember 2023 04:35

Penjelasan: Dalam pertanyaan ini, kita akan melakukan persilangan antara tanaman markisa berbatang pendek-rasa manis (ppMM) dengan tanaman markisa berbatang panjang-rasa masam (PPmm). Rasa manis bersifat dominan dan batang panjang bersifat intermediet. Kemudian, kita akan menyilangkan F1 dengan induk berbatang panjang rasa manis homozigot. (a) Rasio fenotipe pada F2 dapat ditentukan menggunakan hukum pewarisan Mendel. Karena rasa manis bersifat dominan, maka fenotipe yang muncul pada F2 akan mengikuti rasio 3:1. Jadi, 3/4 tanaman akan memiliki fenotipe batang panjang-rasa manis (PPMm atau PPMM) dan 1/4 tanaman akan memiliki fenotipe batang pendek-rasa manis (ppMm). Rasio genotipe pada F2 dapat ditentukan menggunakan hukum pewarisan Mendel juga. Karena kita menyilangkan F1 dengan induk berbatang panjang rasa manis homozigot (PPMM), maka semua tanaman F1 akan memiliki genotipe PPMm. Ketika F1 disilangkan dengan dirinya sendiri, kita akan mendapatkan rasio genotipe 1:2:1. Jadi, 1/4 tanaman akan memiliki genotipe PPMM, 1/2 tanaman akan memiliki genotipe PPMm, dan 1/4 tanaman akan memiliki genotipe ppMm. (b) Untuk menghitung persentase kemungkinan F2 berbatang sedang-rasa manis (PPMm), kita perlu menghitung jumlah tanaman dengan genotipe PPMm dan membaginya dengan total jumlah tanaman F2. Dalam hal ini, persentase kemungkinan F2 berbatang sedang-rasa manis adalah 50%. (c) Jumlah tanaman hasil persilangan yang bersifat batang sedang-rasa manis pada F2 dapat dihitung dengan mengalikan persentase kemungkinan F2 berbatang sedang-rasa manis dengan tanaman F2. Dalam hal ini, jumlah tanaman hasil persilangan yang bersifat batang sedang-rasa manis pada F2 adalah 50% dari 160 tanaman, yaitu 80 tanaman.


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Jodohkan gambar dengan pola interaksi yang sesuai! 10. Beruang dengan ikan Pola interaksi a. Netralisme b. Predasi c. Simbiosis mutualisme d. Simbiosis komensalisme e. Simbiosis parasitisme f. Antibiosis

15

3.5

Jawaban terverifikasi