Wasil K

19 Maret 2024 05:07

Iklan

Wasil K

19 Maret 2024 05:07

Pertanyaan

didalam tubuh hiterotrof, produktivitas primer bersih ,sebab sebagian akan hilang dalam bentuk egesta,ekskreta dan energi pernafasan jelaskan !

didalam tubuh hiterotrof, produktivitas primer bersih ,sebab sebagian akan hilang dalam bentuk egesta,ekskreta dan energi pernafasan jelaskan !

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

09

:

17

:

56

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Salsabila M

Community

19 Maret 2024 08:21

Jawaban terverifikasi

<p><br>Dalam tubuh heterotrof, produktivitas primer bersih mengacu pada jumlah energi yang tersedia untuk konsumen di tingkat trofik tertentu setelah dikurangi oleh sejumlah kegiatan metabolik dan pengeluaran energi yang tidak langsung terkait dengan pertumbuhan atau reproduksi. Sebagian energi yang diproduksi oleh produsen dalam rantai makanan akan hilang dalam beberapa bentuk, yaitu egesta (sisa-sisa yang tidak dicerna dari makanan), ekskreta (limbah yang dihasilkan oleh proses metabolisme), dan energi yang digunakan dalam pernafasan.</p><p><strong>Egesta</strong>: Ketika hewan makan, tidak semua bagian makanan dapat dicerna sepenuhnya. Sisa-sisa makanan yang tidak dicerna akan dikeluarkan sebagai egesta. Meskipun energi telah digunakan untuk mencerna makanan, bagian yang tidak dapat dicerna masih mengandung sejumlah energi yang tersisa, tetapi tidak tersedia untuk konsumen. Sebagian energi dari produk primer akan hilang dalam bentuk egesta ini.</p><p><strong>Ekskreta</strong>: Proses metabolisme dalam tubuh hewan menghasilkan limbah yang perlu dikeluarkan dari tubuh. Limbah ini termasuk dalam bentuk ekskreta seperti urine, feces, dan lain-lain. Meskipun limbah ini mengandung sejumlah kecil energi, energi ini tidak tersedia untuk digunakan oleh konsumen.</p><p><strong>Energi Pernafasan</strong>: Bagian lain dari energi primer yang hilang adalah yang digunakan dalam proses pernafasan. Organisme heterotrof menggunakan oksigen untuk membakar makanan yang mereka konsumsi, menghasilkan energi yang digunakan untuk menjalankan berbagai fungsi tubuh. Namun, tidak semua energi yang dihasilkan dari makanan tersebut akan disimpan sebagai energi kimia dalam tubuh; sebagian besar akan digunakan dalam proses metabolisme dan kegiatan sehari-hari organisme. Oleh karena itu, sebagian energi primer hilang dalam bentuk energi pernafasan.</p><p><br>&nbsp;</p>


Dalam tubuh heterotrof, produktivitas primer bersih mengacu pada jumlah energi yang tersedia untuk konsumen di tingkat trofik tertentu setelah dikurangi oleh sejumlah kegiatan metabolik dan pengeluaran energi yang tidak langsung terkait dengan pertumbuhan atau reproduksi. Sebagian energi yang diproduksi oleh produsen dalam rantai makanan akan hilang dalam beberapa bentuk, yaitu egesta (sisa-sisa yang tidak dicerna dari makanan), ekskreta (limbah yang dihasilkan oleh proses metabolisme), dan energi yang digunakan dalam pernafasan.

Egesta: Ketika hewan makan, tidak semua bagian makanan dapat dicerna sepenuhnya. Sisa-sisa makanan yang tidak dicerna akan dikeluarkan sebagai egesta. Meskipun energi telah digunakan untuk mencerna makanan, bagian yang tidak dapat dicerna masih mengandung sejumlah energi yang tersisa, tetapi tidak tersedia untuk konsumen. Sebagian energi dari produk primer akan hilang dalam bentuk egesta ini.

Ekskreta: Proses metabolisme dalam tubuh hewan menghasilkan limbah yang perlu dikeluarkan dari tubuh. Limbah ini termasuk dalam bentuk ekskreta seperti urine, feces, dan lain-lain. Meskipun limbah ini mengandung sejumlah kecil energi, energi ini tidak tersedia untuk digunakan oleh konsumen.

Energi Pernafasan: Bagian lain dari energi primer yang hilang adalah yang digunakan dalam proses pernafasan. Organisme heterotrof menggunakan oksigen untuk membakar makanan yang mereka konsumsi, menghasilkan energi yang digunakan untuk menjalankan berbagai fungsi tubuh. Namun, tidak semua energi yang dihasilkan dari makanan tersebut akan disimpan sebagai energi kimia dalam tubuh; sebagian besar akan digunakan dalam proses metabolisme dan kegiatan sehari-hari organisme. Oleh karena itu, sebagian energi primer hilang dalam bentuk energi pernafasan.


 


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Pengelompokan virus berdasarkan bentuk kapsid dan cara penularannya

2

5.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

10

5.0

Jawaban terverifikasi