Nabil A

24 Agustus 2022 13:15

Iklan

Nabil A

24 Agustus 2022 13:15

Pertanyaan

Di dalam hutan Gunung Lawu tinggal seorang kakek dan istrinya. Kakek itu bernama Kyai Pasir. Mereka tinggal di gubuk yang sangat sederhana terbuat dari kayu. Kebutuhan sehari-hari keluarga itu dipenuhi dari hasil ladang milik Kyai Pasir. Suatu hari, Kyai Pasir pergi ke tepi hutan untuk berladang. Kyai Pasir dikejutka dengan sebuah telur besar yang terletak di bawah pohon yang akan ia tebang. "Unggas apa yang memiliki telur sebesar ini?" kata Kyai Pasir kebingungan. "Pasti lezat sekali telur ini jika dimasak untuk lauk," lanjutnya dengan semangat. Kyai Pasir segera mengambil telur itu dan membawanya pulang. Sesampainya di rumah, Kyai Pasir meminta istrinya memasak telur yang ia temukan sebagai lauk makan malam. Kyai Pasir segera merebus telur itu dan setelah matang ia membaginya menjadi dua. Kyai dan Nyai Pasir makan dengan lahapnya. Setelah selesai makan Kyai Pasir kembali melanjutkan pekerjaannya ke ladang. Di tengah perjalanan ke ladang Kyai Pasir merasa tubuhnya mejadi panas dan merasa sangat sakit. Ia tidak kuat menahan rasa sakit di tubuhnya sehingga terjatuh ke tanah dan mulai berguling-guling. Tiba-tiba, dari seluruh tubuh Kyai Pasir mulai tumbuh sisik dan mulutnya mulai berubah condong ke depan. Kyai Pasir lama-kelamaan berubah wujud menjadi seekor naga jantan yang terus berguling-guling tanpa henti. Ternyata telur yang mereka makan adalah telur naga. Sementara Nyai Pasir yang merasakan hal yang sama dengan suaminya berlari ke ladang untuk meminta tolong. Ia sangat terkejut karena suaminya sudah berubah menjadi naga. Tubuh Nyai Pasir pun akhirnya juga berubah menjadi naga yang menggeliat-geliat di tanah karena kesakitan. Tanpa mereka sadari, mereka membentuk sebuah cekungan yang semakin luas dan dalam. Tiba-tiba, muncullah semburan air yang amat deras dari cekungan tanah itu. Cekungan itu akhirnya berubah menjadi sebuah telaga yang oleh masyarakat sekitar disebut sebagai Telaga Pasir. Sumber: http://dongengceritarakyat.com/dongeng-cerita-anak-asal-mula-telaga-pasir/, diakses pada 23 Februari 2017, dengan penyesuaian 19. Sifat tokoh Kyai Pasir dalam teks fiksi tersebut adalah ....

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

03

:

56

:

19

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

W. Ega

06 Oktober 2022 01:30

Jawaban terverifikasi

Jawabannya adalah mengambil yang bukan hak nya dan mengikuti hawa nafsu. Watak adalah sifat yang dimiliki tokoh. Dari kutipan buku fiksi di atas diketahui bahwa Kyai Pasir dikejutka dengan sebuah telur besar yang terletak di bawah pohon yang akan ia tebang. "Unggas apa yang memiliki telur sebesar ini?" kata Kyai Pasir kebingungan. "Pasti lezat sekali telur ini jika dimasak untuk lauk," lanjutnya dengan semangat. Kyai Pasir segera mengambil telur itu dan membawanya pulang. Sesampainya di rumah, Kyai Pasir meminta istrinya memasak telur yang ia temukan sebagai lauk makan malam. Perilaku Kyai Pasir tersebut menunjukkan bahwa Kyai Pasir memiliki sifat suka mengambil yang bukan hak nya dan mengikuti hawa nafsu. Jadi, jawabannya telah dipaparkan di atas.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dalam teks eksplanasi, pernyataan umum, isi, dan penutup harus berkaitan dan saling ... . a. memahami b. mendorong c. menggambarkan d. menjelaskan

21

5.0

Jawaban terverifikasi