Annisa D

30 Agustus 2022 10:28

Iklan

Annisa D

30 Agustus 2022 10:28

Pertanyaan

Desa Trunyan merupakan salah satu desa yang berada di Pulau Dewata yang memiliki ciri khas dan keunikannya tersendiri. Desa Trunyan, Desa artinya perkampungan, Trunyan sendiri berarti Taru dan Menyan, Taru artinya pohon dan Menyan artinya harum, Jadi, Desa Trunyan merupakan Desa atau perkampungan yang memiliki pohon yang berbau sangat harum.Desa Trunyan merupakan sebuah desa kuno yang berada di tepi Danau Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli. Desa Trunyan mempunyai ciri khas dan keunikan tradisi dalam melakukan pemakaman mayat. Keunikan tradisi pemakaman mayat di Desa Trunyan sampai saat ini masih menjadi tradisi yang dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Desa Trunyan. Prosesi orang yang telah meninggal di Bali pada umumnya dikubur ataupun dibakar(Ngaben). Tetapi di Desa Trunyan tidak seperti itu, tubuh orang yang telah meninggal, melalui tahap prosesi dan akhirnya dibungkus dengan kain kavan(kasa), dan selanjutnya ditaruh diatas tanah di bawah Taru Menyan (pohon yang harum), kemudian disekitar mayat diberikan anyaman dari pohon bamboo atau yang disebut ancak saji. Mayat yang diletakkan diatas tanah dibawah Taru Menyan, sama sekali tidak mengeluarkan bau sedikitpun. Jadi, para wisatawan yang ingin mengunjungi Desa Trunyan tersebut, dan ingin melihat mayat yang berada di sekiataran Taru Menyan, tidak perlu takut dengan bau yang menyengat yang dikeluarkan oleh mayat, karena bau yang dikeluarkan oleh mayat tersebut sudah diserap oleh Taru Menyan yang tumbuh besar di areal pemakaman. Desa Trunyan memang merupakan Desa Tua di Bali, yang masih memegang teguh warisan dan tradisi leluhur. Berdasarkan ilustrasi diatas, termasuk kedalam tipe kelompok social apasajakah masyarakat desa Trunyan? Jelaskan!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

08

:

53

:

22

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

K. KSheilaTA

12 Maret 2023 17:03

Jawaban terverifikasi

<p><strong>Jawaban: Kelompok Sosial yang Teratur yaitu Gemeinschaft termasuk dalam </strong><i><strong>Geimenschaft by Blood</strong></i><strong> dan P</strong><i><strong>lace</strong></i><strong>.</strong></p><p>&nbsp;</p><p><strong>Pembahasan:</strong></p><p><strong>Kelompok sosial adalah</strong> kelompok yang anggota-anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya atau hubungan timbal balik yang saling menghargai.</p><p><strong>Berdasarkan keteraturannya, kelompok sosial dibedakan menjadi:</strong></p><ol><li><strong>Kelompok sosial yang teratur</strong>, diantaranya sebagai berikut:<ol><li><i>In-group</i> dan <i>Out-group</i></li><li><i>Primary group</i> dan <i>Secondary group&nbsp;</i></li><li><i>Gemeinschaft</i> dan <i>Gesselschaft</i></li></ol></li><li><strong>Kelompok sosial yang tidak teratur</strong>, diantaranya sebagai berikut:<ol><li>Kerumunan (<i>crowd</i>)</li><li>Publik</li><li>Massa</li><li><i>Community</i></li></ol></li></ol><p>&nbsp;</p><p><i><strong>Gemeinschaft</strong></i> ditandai dengan hubungan yang dibangun atas dasar kehendak alamiah yang merupakan ekspresi dari kebutuhan naluriah, kebiasaan, keyakinan atau kecenderungan manusia sehingga melahirkan ikatan bersifat intim dan menimbulkan afeksi antar-sesama manusia. Bentuk kelompok ini dapat dijumpai pada masyarakat desa atau kelompok masyarakat yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisi dalam kehidupan mereka. <strong>Ciri-ciri </strong><i><strong>gemeinschaft</strong></i> antara lain:</p><ol><li>Masyarakat memiliki bahasa dan kebudayaan yang sama.</li><li>Masyarakat saling mengenal satu sama lain.</li><li>Intensitas hubungan informal lebih tinggi daripada hubungan formal.</li><li>Lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.</li><li>Terikat pada nilai-nilai pada hubungan adat antar warga.</li><li>Terdapat kontrol sosial secara langsung.</li><li>Pimpinan berdasarkan kewibawaan dan kharismatik.</li></ol><p>Berdasarkan pola pembentukannya, <i>gemeinschaft</i> terbagi menjadi tiga jenis</p><p><strong>1. </strong><i><strong>Gemeinschaft by Blood</strong></i></p><p>Jenis hubungan paguyuban ini mengacu pada ikatan kekerabatan dan hubungan darah.</p><p><strong>2. </strong><i><strong>Gemeinschaft by Place</strong></i></p><p>Jenis hubungan paguyuban ini menekankan pada kedekatan letak tempat tinggal, seperti Rukun Tetangga (RT) maupun Rukun Warga (RW).</p><p><strong>3. </strong><i><strong>Gemeinschaft of Mind</strong></i></p><p>Terbentuk karena adanya kesamaan perspektif atau pemikiran antara satu individu dengan individu lainnya. Misalnya, kesamaan ideologi.</p><p><strong>Berdasarkan teks di atas, ciri-ciri Desa Trunyan merupakan Kelompok Sosial yang Teratur dalam hal ini </strong><i><strong>Gemeinschaft</strong></i><strong> dan termasuk dalam </strong><i><strong>Geimenschaft by blood</strong></i><strong> dan </strong><i><strong>place</strong></i><strong>.</strong></p><p>&nbsp;</p><p><strong><u>Dengan demikian, masyarakat desa Trunyan adalah Kelompok Sosial yang Teratur yaitu Gemeinschaft termasuk dalam </u></strong><i><strong><u>Geimenschaft by Blood</u></strong></i><strong><u> dan P</u></strong><i><strong><u>lace</u></strong></i><strong><u>.</u></strong></p>

Jawaban: Kelompok Sosial yang Teratur yaitu Gemeinschaft termasuk dalam Geimenschaft by Blood dan Place.

 

Pembahasan:

Kelompok sosial adalah kelompok yang anggota-anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya atau hubungan timbal balik yang saling menghargai.

Berdasarkan keteraturannya, kelompok sosial dibedakan menjadi:

  1. Kelompok sosial yang teratur, diantaranya sebagai berikut:
    1. In-group dan Out-group
    2. Primary group dan Secondary group 
    3. Gemeinschaft dan Gesselschaft
  2. Kelompok sosial yang tidak teratur, diantaranya sebagai berikut:
    1. Kerumunan (crowd)
    2. Publik
    3. Massa
    4. Community

 

Gemeinschaft ditandai dengan hubungan yang dibangun atas dasar kehendak alamiah yang merupakan ekspresi dari kebutuhan naluriah, kebiasaan, keyakinan atau kecenderungan manusia sehingga melahirkan ikatan bersifat intim dan menimbulkan afeksi antar-sesama manusia. Bentuk kelompok ini dapat dijumpai pada masyarakat desa atau kelompok masyarakat yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisi dalam kehidupan mereka. Ciri-ciri gemeinschaft antara lain:

  1. Masyarakat memiliki bahasa dan kebudayaan yang sama.
  2. Masyarakat saling mengenal satu sama lain.
  3. Intensitas hubungan informal lebih tinggi daripada hubungan formal.
  4. Lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.
  5. Terikat pada nilai-nilai pada hubungan adat antar warga.
  6. Terdapat kontrol sosial secara langsung.
  7. Pimpinan berdasarkan kewibawaan dan kharismatik.

Berdasarkan pola pembentukannya, gemeinschaft terbagi menjadi tiga jenis

1. Gemeinschaft by Blood

Jenis hubungan paguyuban ini mengacu pada ikatan kekerabatan dan hubungan darah.

2. Gemeinschaft by Place

Jenis hubungan paguyuban ini menekankan pada kedekatan letak tempat tinggal, seperti Rukun Tetangga (RT) maupun Rukun Warga (RW).

3. Gemeinschaft of Mind

Terbentuk karena adanya kesamaan perspektif atau pemikiran antara satu individu dengan individu lainnya. Misalnya, kesamaan ideologi.

Berdasarkan teks di atas, ciri-ciri Desa Trunyan merupakan Kelompok Sosial yang Teratur dalam hal ini Gemeinschaft dan termasuk dalam Geimenschaft by blood dan place.

 

Dengan demikian, masyarakat desa Trunyan adalah Kelompok Sosial yang Teratur yaitu Gemeinschaft termasuk dalam Geimenschaft by Blood dan Place.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Identifikasikan lima dampak positif konflik sosial!

25

5.0

Jawaban terverifikasi