Hasna K

29 Agustus 2024 17:14

Iklan

Hasna K

29 Agustus 2024 17:14

Pertanyaan

Dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mengatasi kesenjangan pendidikan di Indonesia, Kemendikbudristek melanjutkan upaya transformasi pendidikan melalui program Merdeka Belajar. Untuk menjalankan program tersebut, diperlukan perumusan kebijakan, strategi, dan program yang baik, sekaligus riset bidang pendidikan yang memadai dan berkualitas. Melalui Pusat standar dan Kebijakan Pendidikan,, Kemendikbudristek bekerja sama dengan Article 33 Indonesia menyelenggarakan Forum on Education and Learning Transformation (FELT) 2024. Forum ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan ragam penelitian pendidikan dari berbagai kalangan, mendorong munculnya riset-riset baru di bidang pendidikan yang dapat dijadikan sebagai referensi untuk pengembangan kebijakan, serta memberi ruang bagi peneliti, akademisi, pakar pendidikan untuk mendiskusikan hasil risetnya. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Iwan Syahril, menyoroti tentang tantangan besar yang perlu dihadapi dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan mengatasi kesenjangan pendidikan. Program Merdeka Belajar merupakan inovasi besar dan telah membawa dampak positif terhadap dunia pendidikan selama lima tahun terakhir. Dirjen Iwan menambahkan, tantangan ke depan dalam bidang pembangunan pendidikan adalah memecahkan masalah tata kelola pendidikan di tengah sistem desentralisasi. Lebih lanjut, Dirjen Iwan menyoroti perjalanan program Merdeka Belajar yang telah mendorong peserta didik untuk terlibat aktif dalam pembelajaran dan kreativitas guru dalam mengatasi krisis pembelajaran. Iwan berharap, FELT 2024 mampu menghasilkan inovasi untuk mengatasi masalah kesenjangan di Indonesia. “Semoga paper yang nantinya akan dipresentasikan akan menginspirasi banyak pihak dan menjadi salah satu bentuk inovasi dalam pemecahan kesenjangan pendidikan di Indonesia,” pungkas Iwan. Pada kesempatan yang sama, Kepala PSKP Kemendikbudristek, Irsyad Zamjani, menyambut baik antusiasme para peneliti dan akademisi yang sudah mengirimkan abstrak paper hasil penelitian dalam FELT 2024. Gelaran ini menjadi forum untuk saling bertukar pikiran tentang berbagai macam dinamika pendidikan, khususnya fenomena akibat kebijakan maupun perubahan sosial secara umum. “Nantinya, hasil-hasil riset ini sangat bermanfaat bagi Kemendikbudristek untuk menjadi bahan refleksi atas perumusan maupun penguatan dari kebijakan,” ungkapnya. …. Analisislah faktor penyebab, bentuk, dan dampak bagi pendidikan Indonesia dari perubahan sosial tersebut!

Dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mengatasi kesenjangan pendidikan di Indonesia, Kemendikbudristek melanjutkan upaya transformasi pendidikan melalui program Merdeka Belajar. Untuk menjalankan program tersebut, diperlukan perumusan kebijakan, strategi, dan program yang baik, sekaligus riset bidang pendidikan yang memadai dan berkualitas.


 

Melalui Pusat standar dan Kebijakan Pendidikan,, Kemendikbudristek bekerja sama dengan Article 33 Indonesia menyelenggarakan Forum on Education and Learning Transformation (FELT) 2024. Forum ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan ragam penelitian pendidikan dari berbagai kalangan, mendorong munculnya riset-riset baru di bidang pendidikan yang dapat dijadikan sebagai referensi untuk pengembangan kebijakan, serta memberi ruang bagi peneliti, akademisi, pakar pendidikan untuk mendiskusikan hasil risetnya.


 

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Iwan Syahril, menyoroti tentang tantangan besar yang perlu dihadapi dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan mengatasi kesenjangan pendidikan. Program Merdeka Belajar merupakan inovasi besar dan telah membawa dampak positif terhadap dunia pendidikan selama lima tahun terakhir.  


 

Dirjen Iwan menambahkan, tantangan ke depan dalam bidang pembangunan pendidikan adalah memecahkan masalah tata kelola pendidikan di tengah sistem desentralisasi. Lebih lanjut, Dirjen Iwan menyoroti perjalanan program Merdeka Belajar yang telah mendorong peserta didik untuk terlibat aktif dalam pembelajaran dan kreativitas guru dalam mengatasi krisis pembelajaran.


 

Iwan berharap, FELT 2024 mampu menghasilkan inovasi untuk mengatasi masalah kesenjangan di Indonesia. “Semoga paper yang nantinya akan dipresentasikan akan menginspirasi banyak pihak dan menjadi salah satu bentuk inovasi dalam pemecahan kesenjangan pendidikan di Indonesia,” pungkas Iwan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala PSKP Kemendikbudristek, Irsyad Zamjani, menyambut baik antusiasme para peneliti dan akademisi yang sudah mengirimkan abstrak paper hasil penelitian dalam FELT 2024. Gelaran ini menjadi forum untuk saling bertukar pikiran tentang berbagai macam dinamika pendidikan, khususnya fenomena akibat kebijakan maupun perubahan sosial secara umum.

“Nantinya, hasil-hasil riset ini sangat bermanfaat bagi Kemendikbudristek untuk menjadi bahan refleksi atas perumusan maupun penguatan dari kebijakan,” ungkapnya.

….


Analisislah faktor penyebab, bentuk, dan dampak bagi pendidikan Indonesia dari perubahan sosial tersebut!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

20

:

47

:

33

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Rendi R

Community

23 Oktober 2024 23:10

Jawaban terverifikasi

<p>Perubahan sosial yang terjadi di Indonesia memiliki beberapa faktor penyebab yang mempengaruhi pendidikan, serta dampak yang signifikan terhadap sistem pendidikan di negara ini. Berikut adalah analisis faktor penyebab, bentuk, dan dampak dari perubahan sosial terhadap pendidikan Indonesia:</p><p><strong>Faktor Penyebab Perubahan Sosial dalam Pendidikan:</strong></p><p><strong>Perubahan Teknologi:</strong></p><ul><li>Perkembangan teknologi, terutama teknologi digital, telah mempengaruhi cara belajar-mengajar. Penggunaan platform digital, seperti aplikasi pembelajaran daring, menuntut guru dan siswa untuk mengadopsi keterampilan teknologi baru.</li></ul><p><strong>Globalisasi:</strong></p><ul><li>Globalisasi membawa standar internasional ke dalam sistem pendidikan. Hal ini menciptakan kebutuhan akan pengajaran keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan literasi digital, agar lulusan dapat bersaing di pasar global.</li></ul><p><strong>Desentralisasi Pendidikan:</strong></p><ul><li>Sejak diterapkannya desentralisasi di Indonesia, pengelolaan pendidikan telah diserahkan ke daerah-daerah. Namun, ini juga menyebabkan kesenjangan dalam kualitas pendidikan di berbagai wilayah, tergantung pada kemampuan masing-masing daerah dalam mengelola sumber daya pendidikan.</li></ul><p><strong>Perubahan Sosial Ekonomi:</strong></p><ul><li>Ketidaksetaraan ekonomi mempengaruhi akses terhadap pendidikan berkualitas. Keluarga dari latar belakang ekonomi rendah sering kali menghadapi kesulitan dalam memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak mereka, terutama di daerah terpencil.</li></ul><p><strong>Kebijakan Pendidikan:</strong></p><ul><li>Program <i>Merdeka Belajar</i> yang dirancang oleh Kemendikbudristek merupakan salah satu kebijakan besar yang mengubah sistem pembelajaran di Indonesia. Program ini mendorong inovasi dalam pengajaran dan memberikan fleksibilitas kepada guru dan siswa.</li></ul><p><strong>Bentuk Perubahan Sosial yang Mempengaruhi Pendidikan:</strong></p><p><strong>Digitalisasi Pendidikan:</strong></p><ul><li>Perubahan menuju pembelajaran berbasis digital memperkenalkan teknologi seperti e-learning, kelas daring, dan platform pembelajaran interaktif. Ini merombak metode pengajaran tradisional menjadi lebih fleksibel dan berbasis teknologi.</li></ul><p><strong>Penguatan Pendidikan Karakter:</strong></p><ul><li>Terdapat pergeseran dalam kurikulum yang lebih menekankan pada pendidikan karakter, seperti budi pekerti, integritas, dan tanggung jawab sosial, untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berkepribadian baik.</li></ul><p><strong>Inklusivitas Pendidikan:</strong></p><ul><li>Program-program inklusi telah mulai diadopsi untuk memastikan bahwa semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, mendapatkan akses pendidikan yang layak. Ini adalah respons terhadap tuntutan sosial untuk keadilan dan kesetaraan.</li></ul><p><strong>Inovasi dalam Pembelajaran:</strong></p><ul><li>Merdeka Belajar mendorong kebebasan guru dalam mengajar sesuai dengan kebutuhan siswa, serta mendorong siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran. Perubahan ini mengubah paradigma pendidikan dari sekadar menghafal menjadi lebih kepada pengembangan kemampuan berpikir kritis.</li></ul><p><strong>Dampak dari Perubahan Sosial pada Pendidikan:</strong></p><p><strong>Meningkatkan Kualitas Pendidikan:</strong></p><ul><li>Perubahan sosial yang didorong oleh teknologi dan inovasi pendidikan telah berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran. Guru memiliki akses ke sumber daya dan metode pembelajaran yang lebih variatif, sementara siswa dapat belajar dengan cara yang lebih interaktif dan menarik.</li></ul><p><strong>Kesenjangan Akses Pendidikan:</strong></p><ul><li>Meskipun ada peningkatan dalam kualitas pendidikan di beberapa daerah, ketimpangan masih terjadi. Daerah-daerah terpencil dengan infrastruktur yang kurang baik cenderung tertinggal dalam mengakses teknologi dan pembelajaran berkualitas, memperparah kesenjangan pendidikan.</li></ul><p><strong>Peningkatan Keterampilan Digital:</strong></p><ul><li>Pengaruh teknologi pada pendidikan memaksa siswa dan guru untuk mengembangkan keterampilan digital yang lebih tinggi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa siswa siap menghadapi tantangan global di masa depan.</li></ul><p><strong>Adaptasi dan Ketahanan Sistem Pendidikan:</strong></p><ul><li>Pandemi COVID-19 menjadi contoh nyata bagaimana sistem pendidikan harus beradaptasi cepat terhadap perubahan sosial. Penggunaan teknologi dalam pendidikan telah meningkat drastis dan mempercepat transformasi digital.</li></ul><p><strong>Mendorong Inovasi dalam Kebijakan:</strong></p><ul><li>Kebijakan pendidikan, seperti Merdeka Belajar, merespons tantangan perubahan sosial dengan menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel dan inovatif terhadap pembelajaran. Ini berdampak pada kemampuan pendidikan nasional untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dinamika sosial yang terus berkembang.</li></ul><p><strong>Kesimpulan:</strong></p><p>Perubahan sosial di Indonesia, baik dari segi teknologi, globalisasi, desentralisasi, maupun kebijakan pendidikan, memberikan tantangan dan peluang besar bagi peningkatan kualitas pendidikan. Meski inovasi seperti program Merdeka Belajar telah memberikan dampak positif, tantangan kesenjangan akses dan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diatasi secara kolektif. Forum seperti FELT 2024 menjadi penting sebagai wadah bagi akademisi dan peneliti untuk menyumbangkan ide dan inovasi dalam mengatasi masalah-masalah pendidikan yang ada.</p>

Perubahan sosial yang terjadi di Indonesia memiliki beberapa faktor penyebab yang mempengaruhi pendidikan, serta dampak yang signifikan terhadap sistem pendidikan di negara ini. Berikut adalah analisis faktor penyebab, bentuk, dan dampak dari perubahan sosial terhadap pendidikan Indonesia:

Faktor Penyebab Perubahan Sosial dalam Pendidikan:

Perubahan Teknologi:

  • Perkembangan teknologi, terutama teknologi digital, telah mempengaruhi cara belajar-mengajar. Penggunaan platform digital, seperti aplikasi pembelajaran daring, menuntut guru dan siswa untuk mengadopsi keterampilan teknologi baru.

Globalisasi:

  • Globalisasi membawa standar internasional ke dalam sistem pendidikan. Hal ini menciptakan kebutuhan akan pengajaran keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan literasi digital, agar lulusan dapat bersaing di pasar global.

Desentralisasi Pendidikan:

  • Sejak diterapkannya desentralisasi di Indonesia, pengelolaan pendidikan telah diserahkan ke daerah-daerah. Namun, ini juga menyebabkan kesenjangan dalam kualitas pendidikan di berbagai wilayah, tergantung pada kemampuan masing-masing daerah dalam mengelola sumber daya pendidikan.

Perubahan Sosial Ekonomi:

  • Ketidaksetaraan ekonomi mempengaruhi akses terhadap pendidikan berkualitas. Keluarga dari latar belakang ekonomi rendah sering kali menghadapi kesulitan dalam memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak mereka, terutama di daerah terpencil.

Kebijakan Pendidikan:

  • Program Merdeka Belajar yang dirancang oleh Kemendikbudristek merupakan salah satu kebijakan besar yang mengubah sistem pembelajaran di Indonesia. Program ini mendorong inovasi dalam pengajaran dan memberikan fleksibilitas kepada guru dan siswa.

Bentuk Perubahan Sosial yang Mempengaruhi Pendidikan:

Digitalisasi Pendidikan:

  • Perubahan menuju pembelajaran berbasis digital memperkenalkan teknologi seperti e-learning, kelas daring, dan platform pembelajaran interaktif. Ini merombak metode pengajaran tradisional menjadi lebih fleksibel dan berbasis teknologi.

Penguatan Pendidikan Karakter:

  • Terdapat pergeseran dalam kurikulum yang lebih menekankan pada pendidikan karakter, seperti budi pekerti, integritas, dan tanggung jawab sosial, untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berkepribadian baik.

Inklusivitas Pendidikan:

  • Program-program inklusi telah mulai diadopsi untuk memastikan bahwa semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, mendapatkan akses pendidikan yang layak. Ini adalah respons terhadap tuntutan sosial untuk keadilan dan kesetaraan.

Inovasi dalam Pembelajaran:

  • Merdeka Belajar mendorong kebebasan guru dalam mengajar sesuai dengan kebutuhan siswa, serta mendorong siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran. Perubahan ini mengubah paradigma pendidikan dari sekadar menghafal menjadi lebih kepada pengembangan kemampuan berpikir kritis.

Dampak dari Perubahan Sosial pada Pendidikan:

Meningkatkan Kualitas Pendidikan:

  • Perubahan sosial yang didorong oleh teknologi dan inovasi pendidikan telah berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran. Guru memiliki akses ke sumber daya dan metode pembelajaran yang lebih variatif, sementara siswa dapat belajar dengan cara yang lebih interaktif dan menarik.

Kesenjangan Akses Pendidikan:

  • Meskipun ada peningkatan dalam kualitas pendidikan di beberapa daerah, ketimpangan masih terjadi. Daerah-daerah terpencil dengan infrastruktur yang kurang baik cenderung tertinggal dalam mengakses teknologi dan pembelajaran berkualitas, memperparah kesenjangan pendidikan.

Peningkatan Keterampilan Digital:

  • Pengaruh teknologi pada pendidikan memaksa siswa dan guru untuk mengembangkan keterampilan digital yang lebih tinggi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa siswa siap menghadapi tantangan global di masa depan.

Adaptasi dan Ketahanan Sistem Pendidikan:

  • Pandemi COVID-19 menjadi contoh nyata bagaimana sistem pendidikan harus beradaptasi cepat terhadap perubahan sosial. Penggunaan teknologi dalam pendidikan telah meningkat drastis dan mempercepat transformasi digital.

Mendorong Inovasi dalam Kebijakan:

  • Kebijakan pendidikan, seperti Merdeka Belajar, merespons tantangan perubahan sosial dengan menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel dan inovatif terhadap pembelajaran. Ini berdampak pada kemampuan pendidikan nasional untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dinamika sosial yang terus berkembang.

Kesimpulan:

Perubahan sosial di Indonesia, baik dari segi teknologi, globalisasi, desentralisasi, maupun kebijakan pendidikan, memberikan tantangan dan peluang besar bagi peningkatan kualitas pendidikan. Meski inovasi seperti program Merdeka Belajar telah memberikan dampak positif, tantangan kesenjangan akses dan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diatasi secara kolektif. Forum seperti FELT 2024 menjadi penting sebagai wadah bagi akademisi dan peneliti untuk menyumbangkan ide dan inovasi dalam mengatasi masalah-masalah pendidikan yang ada.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Kesenjangan ekonomi dapat diatasi dengan cara pendidikan, infrastruktur, dan pemberian subsidi atau pengenaan pajak. Berikut cara mengatasi kesenjangan ekonomi yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah A. pengenaan pajak progresif terhadap pihak yang memiliki aset, modal kuat, dan profit yang besar B. memberikan program gratis listrik dan transportasi C. memberikan dana bantuan operasional sekolah untuk mengurangi biaya pendidikan bagi orang tua yang kurang mampu D. pemberian subsidi bahan makanan pokok bagi semua kalangan untuk menghindari kelaparan E. pembangunan jalan dan jembatan sebagai sarana transportasi

3

0.0

Jawaban terverifikasi

Kondisi kehidupan bangsa Indonesia pada masa awal kemerdekaan belum stabil. Dibawah ini adalah penyabab ketidakstabilan kehidupan politik pada masa awal kemerdekaan, kecuali... A. Pertentangan antar partai B. Gangguan dari Belanda yang ingin berkuasa kembali C. Munculnya kesulitan ekonomi dan keuangan D. Terjadinya bentrokan antar etnis E. Munculnya gangguan keamanan dalam negeri 2. Pada tanggal 3 November 1945 diterbitkan maklumat pemerintah mengenai pendirian partai partai politik. Sebelum adanya maklumat pemerintah tanggal 3 November 1945, Indonesia merencanakan satu partai tunggal yaitu... A. Masyumi D. PNI B. PKI E. NU C. PSI 3. Terbentuknya Kabinet Sjahrir tanggal 14 November 1945 merupakan suatu bentuk penyelewengan pertama pemerintah RI terhadap UUD 1945. Sejak tanggal 14 November 1945 Indonesia menganut sistem pemerintahan... A. Presidensial B. Liberalisme C. Parlementer D. Terpimpin E. Aristokrasi 4. Berdirinya partai partai politik telah mendorong Sutan Sjahrir yang berasal dari partai Sosialis untuk menghidupkan bentuk pemerintahan dengan cabinet parlementer. Hal ini dilakukan dengan alasan... A. agar perjuangan bangsa Indonesia mendapat dukungan dari negara negara barat B. mengikuti arus perpolitikan Indonesia yang mulai berkembang C. sesuai dengan perkembangan ideology di Indonesia D. sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 E. permintaan dari Presiden Soekarno. 5. Pada masa awal kemerdekaan, system pemerintahan berubah dari presidensial menjadi parlementer. Salah satu alasan dan pertimbangan perubahan system pemerintahan dari presidensial ke parlementer pada awal kemerdekaan adalah... A. Demokrasi bisa segera ditegakkan secara benar B. Parlementer sangat cocok untuk bangsa Indonesia C. Presidensial tidak sesuai dengan Indonesia yang multi etnis. D. Presidensial terlalu sulit untuk diterapkan dalam pemerintahan E. Mempermudah perundingan dengan Belanda 6. Sampai dengan awal tahun 1946, keadaan ibu kota Jakarta semakin kacau. Pemerintah terus didesak dan diteror oleh pemerintah asing.Pada saat ibukota dipindahkan ke Yogyakarta, Perdana Menteri Sjahrir masih berkedudukan di Jakarta untuk... A. menghadapi terror Belanda B. menjalankan roda pemerintahan dari pusat C. menghimpun kekuatan menghadapi Belanda D. menciptakan pemerintahan tandingan E. mengadakan hubungan dengan luar negeri 7. Kondisi kehidupan ekonomi bangsa Indonesia pada awal kemerdekaan tidak stabil. Keadaan ekonomi pada awal kemerdekaan mengalami kekacauan, salah satu factor penyebab antara lain... A. Adanya Blokade ekonomi oleh Belanda B. Rakyat Indonesia hanya mengandalkan pendapatan dalam pertanian . C. Banyaknya investor asing yang mengintervensi perekonomian Indonesia D. Rendahnya sumber daya manusia Indonesia dalam perekonomian E. Sering terjadi konflik horizontal dalam negeri Indonesia 8. Kondisi kehidupan ekonomi pada masa awal kemerdekaan tidak stabil karena terjadi inflasi. Terjadinya inflasi pada masa awal kemerdekaan disebabkan oleh... A. Indonesia belum memiliki mata uang yang sah B. Tentara Jepang masih menguasai sebagian besar sector ekonomi C. Terjadinya pertempuran pertempuran diberbagai daerah. D. Peredaran mata uang Jepang yang belum terkendali E. Munculnya perusahaan perusahaan asing milik Belanda 9. Indonesia harus dapat mengatasi permasalahan ekonomi yang dihadapi pada masa awal kemerdekaan. Salah satu upaya bangsa Indonesia dalam melakukan perbaikan ekonomi pada awal kemerdekaan dilakukan dengan cara ... A. Menaikkan pajak dan bea Cukai B. Meningkatkan produksi pertanian dan perkebunan untuk diekspor C. Mengeluarkan mata uang sendiri (ORI) D. Mengisi kas pemerintah yang kosong E. Mengedarkan uang secara besar besaran. 10. Salah satu penyebab kacaunya kondisi perekonomian Indonesia pada masa awal kemerdekaan karena kas negara kosong. Upaya pemerintah Republik Indonesia mengisi kas negara yang kosong pada awal Kemerdekaan adalah ... A. Menasionalisasi De Javasche Bank B. Membuat kebijakan Gunting Syafruddin C. Mendevaluasi mata uang rupiah D. Sistim ekonomi Gerakan Benteng E. Menyelenggarakan pinjaman Nasional

11

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

1.Pancasila adalah fondasi sekaligus pedoman dalam penyelenggaraan negara Indonesia. Dengan demikian Pancasila berfungsi sebagai.... a. dasar negara b. idelogi negara c. pandangan hidup bangsa d. cita-cita nasional 2.Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dibentuk oleh pemerintah pendudukan Jepang pada tanggal 1 Maret 1945 bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito. Wakil ketua BPUPKI ketika itu dijabat oleh .... a. Ir. Soekarno dan Mr. Soepomo b. K.R.T Radjiman Wediodiningrat c. Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta d. Ichibangase Yosio dan Radern Pandji Soeroso 3.Ir. Soekarno mengemukakan gagasannya tentang dasar negara pada tanggal .... a. 4 Juni 1945 b. 3 Juni 1945 c. 2 Juni 1945 d. 1 Juni 1945 4."Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik". Pernyataan tersebut tercantum di dalam UUD 1945 .... a. Pasal 1 Ayat 1 b. Pasal 1 Ayat 2 c. Pasal 1 Ayat 3 d. Pasal 18 5.Pemilu pada 15 Desember 1955 dilaksanakan untuk memilih anggota.... a.MPRS b.KNIP c.DPR d.konstitusi 6.Pemilihan umum (pemilu) merupakan proses memilih orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu mulai dari presiden, wakil rakyat dari tingkat pusat sampai daerah. Di Indonesia pemilu dilaksanakan tiap .... a. 3 tahun sekali b. 4 tahun sekali c. 5 tahun sekali d. 6 tahun sekali 7.Pemilu merupakan salah satu syarat terbentuknya pemerintahan yang .... a. bersih b. terbuka c. transparan d. demokratis 8.Perhatikan pernyataan di bawah ini ! (1) Memperlakukan peserta pemilu secara adil dan setara (2) Menyuarakan pemilu (3) Menyampaikan informasi kegiatan pemilu kepada masyarakat (4) Melaporkan penyelenggaraan pemilu Pernyataan-pernyataan di atas merupakan tugas .... a. KPU b. rakyat c. presiden d. PPS 9.Pemilu tahun 2004 dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama pemilu tersebut adalah untuk memilih .... a. anggota DPR dan DPRD b. anggota KPU c. persaingan calon presiden dan wakil presiden d. partai politik 10.Indonesia merupakan negara demokrasi yang menerapkan teori trias politika, yaitu eksekutif legislatif, dan yudikatif. Pemegang kekuasaan legislatif pada tingkat pemerintah desa ialah .... a. BPD b. kepala desa c. Sekretaris desa d. perangkat desa 11.Munurut UUD 1945, BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri. Anggota BPK dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan Memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah, dan diresmikan oleh .... a. presiden b. DPR c. MPR d. MK 12.Perhatikan pernyataan berikut ini ! (1) Perlindungan konstitusional (2) Kebebasan menyatakan pendapat (3) Kebebasan untuk berserikat (4) Jaminan hak asasi manusia (5) Badan peradilan dikendalikan pemerintah Prinsip-prinsip demokrasi ditunjukkan oleh nomor .... a. (1), (2), (3), (4), dan (5) b. (1), (2), (3), dan (4) c. (1), (2), dan (3) d. (1), dan (2) 13.Tiap negara memiliki sistem untuk menjalankan kehidupan pemerintahannya. Sistem tersebut adalah sistem pemerintahan. Ada beberapa macam sistem pemerintahan si dunia ini. Saat ini, Indonesia menganut sistem pemerintahan .... a. sosialisasi b. komunis c. Presidensial d. parlementer 14.Dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan, khusus nya pemerintahan daerah, sangat berhubungan erat dengan beberapa asas dalam pemerintahan suatu negara. Asas-asas yang dimaksud adalah .... a. desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan b. desentralisasi, konsentrasi, dan tugas pembantuan c. desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas utama d. desentralisasi, dekonsentrasi, dan sentralisasi 15.Bacalah pernyataan-pernyataan berikut ini ! (1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia (2) Memajukan kesejahteraan umum (3) Mencerdaskan kehidupan bangsa (4) Menciptakan masyarakat yang jujur dan adil (5) Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tujuan nasional bangsa Indonesia tercantum pada nomor .... a. (1), (2), (3), (4), dan (5) b. (1), (2), (3), dan (4) c. (1), (2), (3), dan (5) d. (1), (2), dan (3) 16.Anggota komisi Yudisial di angkat diberhentikan oleh .... a. presiden dan para menteri b. presiden dengan persetujuan DPR RI c. DPR RI dan MPR d. Mahkamah Agung 17.Lembaga tinggi negeri ini menurut UUD 45 sebelum diamandemen memiliki fungsi memberi masukan atau pertimbangan kepada presiden. Lembaga tinggi negara ini juga berkewajiban memberi jawaban atas pertanyaan presiden dan berhak mengajukan usul kepada pemerintah. Namun sekarang, lembaga tinggi negara ini sudah dihapuskan. Lembaga yang dimaksudkan adalah .... a. Dewan Pertimbangan Daerah b. Dewan Pertimbangan Agung c. Mahkamah Konstitusi d. Mahkamah Agung 18.Memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan kabupaten dan atau kota bagi kepala daerah atau provinsi. Pernyataan ini merupakan tugas dan wewenang .... a. presiden b. kepala daerah c. wakil presiden d. wakil kepala daerah 19.Fungsi anggaran yang dijalankan oleh DPR ditunjukkan oleh .... a. Kekuasaan dalam membentuk UU b. mengesahkan rancangan APBN yang telah diajukan oleh presiden c. mengawasi jalannya pemerintahan d. menindak pelaku kejahatan 20.Basis daerah pemilihan anggota DPD adalah provinsi. Tiap provinsi diwakili oleh perwakilan DPD, yang terdiri dari .... a. 2 anggota b. 3 anggota c. 5 anggota d. 4 anggota

5

5.0

Jawaban terverifikasi