Nabila N

30 Oktober 2023 02:24

Iklan

Nabila N

30 Oktober 2023 02:24

Pertanyaan

contoh bergaining dalam sosiologi

contoh bergaining dalam sosiologi

 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

22

:

18

:

21

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Erwin A

Community

30 Oktober 2023 02:36

Jawaban terverifikasi

<p>Bargaining adalah bentuk kerja sama berupa perjanjian pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih. Contoh paling sederhana dari bargaining adalah transaksi yang terjadi antara penjual dan pembeli. Dalam sosiologi, kerja sama masuk ke dalam bentuk interaksi sosial asosiatif, yaitu interaksi sosial positif yang mengarah pada persatuan. Meski begitu, kerja sama bisa bersifat konstruktif atau membangun, bisa juga bersifat destruktif atau membangun . Contoh kerja sama konstruktif adalah kerja sama tim basket dalam pertandingan. Sedangkan contoh kerja sama destruktif adalah tawuran antar pelajar.</p><p>Therefore, bargaining in sociology refers to a form of cooperation that involves an agreement to exchange goods or services between two or more organizations. It is a type of social interaction that can be either constructive or destructive, depending on the context. Examples of bargaining in sociology include transactions between buyers and sellers, as well as other forms of exchange between organizations.</p><p>&nbsp;</p>

Bargaining adalah bentuk kerja sama berupa perjanjian pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih. Contoh paling sederhana dari bargaining adalah transaksi yang terjadi antara penjual dan pembeli. Dalam sosiologi, kerja sama masuk ke dalam bentuk interaksi sosial asosiatif, yaitu interaksi sosial positif yang mengarah pada persatuan. Meski begitu, kerja sama bisa bersifat konstruktif atau membangun, bisa juga bersifat destruktif atau membangun . Contoh kerja sama konstruktif adalah kerja sama tim basket dalam pertandingan. Sedangkan contoh kerja sama destruktif adalah tawuran antar pelajar.

Therefore, bargaining in sociology refers to a form of cooperation that involves an agreement to exchange goods or services between two or more organizations. It is a type of social interaction that can be either constructive or destructive, depending on the context. Examples of bargaining in sociology include transactions between buyers and sellers, as well as other forms of exchange between organizations.

 


Iklan

Vincent M

Community

30 Oktober 2023 13:40

Jawaban terverifikasi

<p>Dalam sosiologi, "bargaining" mengacu pada suatu proses negosiasi atau perundingan antara individu atau kelompok dalam upaya mencapai kesepakatan atau tujuan bersama. Proses bargaining ini dapat mencakup berbagai aspek dalam interaksi sosial, termasuk distribusi sumber daya, kekuasaan, konflik, dan kooperasi. Berikut beberapa contoh bargaining dalam konteks sosiologi:</p><p><strong>Bargaining dalam Hubungan Pasangan</strong>: Dalam hubungan antarpasangan, terdapat seringkali proses negosiasi tentang tugas rumah tangga, peran dan tanggung jawab, dan pembagian waktu. Pasangan dapat melakukan bargaining untuk mencapai kesepakatan yang adil dan memuaskan kedua belah pihak.</p><p><strong>Bargaining dalam Hubungan Pekerjaan</strong>: Pekerja sering melakukan bargaining dengan majikan mereka terkait dengan upah, jadwal kerja, tunjangan, dan kondisi kerja lainnya. Perundingan semacam ini mencerminkan interaksi antara pekerja dan pengusaha dalam konteks hubungan kerja.</p><p><strong>Bargaining dalam Politik</strong>: Dalam konteks politik, partai politik dan pemilih seringkali melakukan bargaining. Partai berusaha untuk memenangkan dukungan pemilih dengan berbagai janji dan kebijakan. Pemilih, di sisi lain, melakukan bargaining dengan partai-partai untuk memenuhi kepentingan mereka.</p><p><strong>Bargaining dalam Konflik Etnis atau Sosial</strong>: Dalam situasi konflik etnis atau sosial, kelompok-kelompok yang terlibat sering melakukan bargaining untuk mencapai perdamaian atau kesepakatan politik yang mengakhiri konflik. Ini dapat melibatkan pembagian sumber daya, hak-hak politik, atau otonomi bagi kelompok-kelompok terkait.</p><p><strong>Bargaining dalam Perundingan Perdamaian</strong>: Dalam konteks konflik internasional, perundingan perdamaian antara negara-negara atau kelompok-kelompok bersenjata adalah contoh bargaining yang signifikan. Dalam situasi seperti ini, pihak-pihak yang terlibat mencoba mencapai kesepakatan yang mengakhiri konflik dan menetapkan syarat-syarat bagi perdamaian.</p><p><strong>Bargaining dalam Kehidupan Sosial Sehari-hari</strong>: Secara umum, dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melakukan bargaining sosial dalam berbagai situasi, seperti menegosiasikan harga barang, berbagi sumber daya di antara teman-teman, atau memutuskan aktivitas bersama dalam kelompok.</p><p>Proses bargaining adalah komponen penting dalam interaksi sosial, dan sosiologi mempelajari berbagai aspeknya, termasuk kekuasaan, konflik, kerjasama, dan pengaruh sosial yang memengaruhi hasil dari negosiasi dan perundingan tersebut.</p>

Dalam sosiologi, "bargaining" mengacu pada suatu proses negosiasi atau perundingan antara individu atau kelompok dalam upaya mencapai kesepakatan atau tujuan bersama. Proses bargaining ini dapat mencakup berbagai aspek dalam interaksi sosial, termasuk distribusi sumber daya, kekuasaan, konflik, dan kooperasi. Berikut beberapa contoh bargaining dalam konteks sosiologi:

Bargaining dalam Hubungan Pasangan: Dalam hubungan antarpasangan, terdapat seringkali proses negosiasi tentang tugas rumah tangga, peran dan tanggung jawab, dan pembagian waktu. Pasangan dapat melakukan bargaining untuk mencapai kesepakatan yang adil dan memuaskan kedua belah pihak.

Bargaining dalam Hubungan Pekerjaan: Pekerja sering melakukan bargaining dengan majikan mereka terkait dengan upah, jadwal kerja, tunjangan, dan kondisi kerja lainnya. Perundingan semacam ini mencerminkan interaksi antara pekerja dan pengusaha dalam konteks hubungan kerja.

Bargaining dalam Politik: Dalam konteks politik, partai politik dan pemilih seringkali melakukan bargaining. Partai berusaha untuk memenangkan dukungan pemilih dengan berbagai janji dan kebijakan. Pemilih, di sisi lain, melakukan bargaining dengan partai-partai untuk memenuhi kepentingan mereka.

Bargaining dalam Konflik Etnis atau Sosial: Dalam situasi konflik etnis atau sosial, kelompok-kelompok yang terlibat sering melakukan bargaining untuk mencapai perdamaian atau kesepakatan politik yang mengakhiri konflik. Ini dapat melibatkan pembagian sumber daya, hak-hak politik, atau otonomi bagi kelompok-kelompok terkait.

Bargaining dalam Perundingan Perdamaian: Dalam konteks konflik internasional, perundingan perdamaian antara negara-negara atau kelompok-kelompok bersenjata adalah contoh bargaining yang signifikan. Dalam situasi seperti ini, pihak-pihak yang terlibat mencoba mencapai kesepakatan yang mengakhiri konflik dan menetapkan syarat-syarat bagi perdamaian.

Bargaining dalam Kehidupan Sosial Sehari-hari: Secara umum, dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melakukan bargaining sosial dalam berbagai situasi, seperti menegosiasikan harga barang, berbagi sumber daya di antara teman-teman, atau memutuskan aktivitas bersama dalam kelompok.

Proses bargaining adalah komponen penting dalam interaksi sosial, dan sosiologi mempelajari berbagai aspeknya, termasuk kekuasaan, konflik, kerjasama, dan pengaruh sosial yang memengaruhi hasil dari negosiasi dan perundingan tersebut.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Identifikasikan lima dampak positif konflik sosial!

14

0.0

Jawaban terverifikasi