Jihaan A

18 Maret 2020 09:35

Pertanyaan

ciri-ciri syair?


6

1

Jawaban terverifikasi

N. Faizah

Mahasiswa/Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta

08 Januari 2022 13:20

Jawaban terverifikasi

Hai, Jihaan A. Terima kasih sudah bertanya ke Roboguru. Kakak bantu jawab ya 😊 Ciri-ciri syair adalah (1) Setiap bait terdiri atas 4 larik; (2) Setiap larik terdiri atas 8 sampai 12 suku kata; (3) Memiliki rima a-a-a-a atau a-b-a-b; dan (4) Seluruh larik merupakan isi. Mari kita simak pembahasan berikut ini ya. Syair ialah puisi lama yang seluruh barisnya merupakan isi. Ciri-ciri syair sebagai berikut. a. Setiap bait terdiri atas 4 larik. b. Setiap larik terdiri atas 8 sampai 12 suku kata. c. Memiliki rima a-a-a-a atau a-b-a-b. d. Seluruh larik merupakan isi. Contoh syair sebagai berikut. Syair Burung Unggas (Karya: Hamzah al-Fansuri) Unggas itu yang amat burhana, Daimnya nantiasa di dalam astana, Tempatnya bermain di Bukit Tursina, Majnun dan Laila adalah disana. Unggas itu bukannya nuri, Berbunyi ia syahdu kala hari, Bermain tamasya pada segala negeri, Demikianlah murad insan sirri. Unggas itu bukannya balam, Nantiasa berbunyi siang dan malam, Tempatnya bermain pada segala alam, Disanalah tamasya melihat ragam. Unggas tahu berkata-kata, Sarangnya di padang rata, Tempat bermain pada segala anggota, Ada yang bersalahan ada yang sekata. Unggas itu terlalu indah, Olehnya banyak ragam dan ulah, Tempatnya bermain di dalam Ka’bah, Pada Bukit Arafat kesudahan musyahadah. Unggas itu bukannya meuraka, Nantiasa bermain di dalam surga, Kenyataan mukjizat tidur dan jaga, Itulah wujud meliputi rangka. Unggas itu terlalu pingai, Nantiasa main dalam mahligai, Rupanya elok sempurna bisai, Menyamarkan diri pada sekalian sagai. Unggas itu bukannya gagak, Bunyinya terlalu sangat galak, Tempatnya tamasya pada sekalian awak, Itulah wujud menyatakan kehendak. Unggas itu bukannya bayan, Nantiasa berbunyi pada sekalian aiyan, Tempatnya tamasya pada sekalian kawan, Itulah wujud menyatakan kelakuan. Unggas itu bukannya burung, Nantiasa berbunyi di dalam tanglung, Tempat tamasya pada sekalian lurung, Itulah wujud menyatakan Tulung. Unggas itu bukannya Baghdadi, Nantiasa berbunyi di dalam jawadi, Tempatnya tamasya pada sekalian fuadi, Itulah wujud menyatakan ahli. Unggas itu yang wiruh angkasamu, Nantiasa asyik tiada kala jemu, Menjadi dagang lagi ia jamu, Ialah wujud menyatakan ilmu. Thairul aryani unggas sulthani, Bangsanya nurur-Rahmani, Tasbihatal’lah subhani, Gila dan mabuk akan Rabbani. Unggas itu terlalu pingai, Warnanya terlalu terlalu bisai, Rumahnya tiada berbidai, Dudujnya daim di balik tirai. Putihnya terlalu suci, Daulahnya itu bernama ruhi, Milatnya terlalu sufi, Mushafnya bersurat kufi. Arasy Allah akan pangkalnya, Janibul’lah akan tolannya, Baitul’lah akan sangkarnya, Menghadap Tuhan dengan sopannya. Sufinya bukannya kain, Fi Mekkah daim bermain, Ilmunya lahir dan batin, Menyembah Allah terlalu rajin. Kitab Allah dipersandangkannya, Ghaibul’lah akan pandangnya, Alam Lahut akan kandangnya, Pada ghairah Huwa tempat pandangnya. Zikrul’lah kiri kanannya, Fikrul’lah rupa bunyinya, Syurbah tauhid akan minumnya, Dalam bertemu dengan Tuhannya. Dengan demikian, ciri-ciri syair adalah (1) Setiap bait terdiri atas 4 larik; (2) Setiap larik terdiri atas 8 sampai 12 suku kata; (3) Memiliki rima a-a-a-a atau a-b-a-b; dan (4) Seluruh larik merupakan isi. Semoga membantu 😊


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Chat Tutor

Pertanyaan serupa

unsur unsur buku non fiksi apa ya

45

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan