Iklan

Iklan

Tanisha F

06 Oktober 2020 07:45

Pertanyaan

cari informasi tentang pertempuran Ambarawa, pertempuran Medan area Bandung lautan api, agerasi militer Belanda 1 dan agranda agreasi Belanda 2.


91

3

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

08 Februari 2022 22:24

Jawaban terverifikasi

Hai Tanisha F, Kakak bantu jawab ya. Pertempuran Ambarawa atau disebut juga Palagan Ambarawa adalah sebuah peristiwa perlawanan rakyat Indonesia terhadap sekutu atau Inggris dan Belanda yang terjadi di Ambarawa, sebelah selatan Semarang Jawa Tengah. Pertempuran Ambarawa dilatarbelakangi oleh kedatangan Sekutu dan NICA setelah kekalahan Jepang dan dideklarasikannya Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam kedatangannya tersebut, Sekutu berjanji untuk tidak mengganggu Kemerdekaan RI. Pihak Sekutu mengirimkan pasukannya ke Ambarawa untuk mengurus dan merehabilitasi tawanan perang. Kedatangan tentara Sekutu yang disambut baik karena dianggap menghargai Kemerdekaan RI dan hanya mengurus rehabilitasi tawanan perang ternyata bekerja sama dengan Netherlands Indies Civil Administration (NICA). Bukannya mengurus tawanan perang, Sekutu malah membebaskan dan mempersenjatai tawanan perang tersebut. Hal ini membuat pertempuran antara Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan dan tentara Sekutu pada 26 Oktober 1945 di Magelang. Pertempuran terjadi di Sumatra Utara berawal dari kedatangan sekutu di bawah pimpinan T.E.D.Kelly. Pada tgl 13 Oktober 1945 terjadi insiden pertama yang di awali ulah sekutu menginjak-injak bendera merah putih.Pada tgl 18 Oktober 1945 brigjen kelly mengeluarkan ultimatum yang melarang rakyat Medan untuk membawa senjata.pada tgl 1 Desember 1945,sekutu memasang papan yang tertuliskan fixed boundaries.pada tgl 10 Desember 1945 sekutu melancarkan serangan besar-besaran dengan pesawat tempur.10 Agustus 1946,di bentuk komando resimen laskar rakyat medan area.pasukan tersebut melakukan serangan terhadap semua posisi sekutu di seluruh wilayah Medan. Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 23 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Agresi Militer Belanda I adalah operasi militer Belanda di Jawa dan Sumatra terhadap Republik Indonesia yang dilaksanakan dari 21 Juli 1947 sampai 5 Agustus 1947. Operasi Produk merupakan istilah yang dibuat oleh Letnan Gubernur Jenderal Johannes van Mook yang menegaskan bahwa hasil Perundingan Linggarjati pada tanggal 25 Maret 1947 tidak berlaku lagi.[1] Operasi militer ini merupakan bagian dari Aksi Polisionil yang diberlakukan Belanda dalam rangka mempertahankan penafsiran Belanda atas Perundingan Linggarjati. Dari sudut pandang Republik Indonesia, operasi ini dianggap merupakan pelanggaran dari hasil Perundingan Linggarjati. Agresi Militer Belanda II atau Operasi Gagak (bahasa Belanda: Operatie Kraai) terjadi pada 19 Desember 1948 yang diawali dengan serangan terhadap Yogyakarta, ibu kota Indonesia saat itu, serta penangkapan Soekarno, Mohammad Hatta, Sjahrir dan beberapa tokoh lainnya. Jatuhnya ibu kota negara ini menyebabkan dibentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Sumatra yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara. Untuk lebih jelasnya, pahamilah penjelasan berikut ini. Pertempuran Ambarawa terjadi pada tanggal 20 November sampai 15 Desember 1945 antara pasukan TKR melawan pasukan Sekutu. Insiden bersenjata mulai timbul di Magelang dan meluas menjadi pertempuran ketika tentara Sekutu dan NICA membebaskan secara sepihak para interniran Belanda di Magelang dan Ambarawa. Insiden ini berakhir pada tanggal 2 November 1945 setelah dilakukan perundingan antara Presiden Soekarno dan Brigadir Jenderal Bethel di Magelang. Sementara itu, secara diam-diam pasukan Sekutu meninggalkan Magelang dan mundur ke kota Ambarawa yaitu pada tanggal 21 November 1945. Resimen Kedu Tengah di bawah pimpinan Letnan Kolonel M. Sarbini segera mengadakan pengejaran. Pada saat pengunduran itu, pasukan Sekutu mencoba menunduki dua desa di sekitar Ambarawa. Dalam pertempuran untuk membebaskan dua desa tersebut, pada tanggal 26 November 1945 gugurlah Letnan Kolonel Isdiman, Komandan Resimen Banyumas. Dengan gugurnya Letnan Kolonel Isdiman maka Kolonel Soedirman, Panglima Divisi Banyumas mengambil alih pimpinan pasukan. Pada tanggal 12 Desember 1945 dalam waktu setengah jam pasukan TKR berhasil mengepung kedudukan musuh dalam kota. Kota Ambarawa dikepung selama 4 hari 4 malam. Pada tanggal 15 Desember 1945, pasukan Sekutu meninggalkan kota Ambarawa dan mundur menuju ke Semarang. Sumatra Utara adalah daerah yg terlambat menerima informasi tentang proklamasi Kermedakaan Indonesia. Moh Hasan selaku gubernur menyampaikan berita tersebut pada tanggal 27 Agustus 1945 Atas perintah pusat di jakarta, beliau menegekaan kedaulatan republik indonesia disumatra. Tanggal 9 oktober 1945 pasukan inggris mendarat di Medan ( Sumatra Utara ) dibawah pimpinan Brigadir jenderal T.E.D. Kelly. pasukan inggris bertugas membebaskan tentara belanda yg ditawan jepang. Saat mendarat di Medan, Pasukan tersebut diboncengi orangh orang NICA dan menduduki beberapa hotel di Medan. Yang menjabat sebagai Gubenur Sumatra utara adalah Moh. Hassan. Para pemuda membentuk Barisan Pemuda Imdonesia yg dipimpin oleh Achmad Tahir. Mereka merebut senjata dari tantara jepang dan mengambil alih gedung² pemerintahan. Tanggal 10 oktober 1945. dibentuk TKR ( Tentara Keamanan Rakyat ) yg anggotanya para pemuda bekas Giyugun dan Heiho Sumatra Timur dan dipimpin oleh Achmad tahir. Pada tanggal 13 oktober 1945, terjadi insiden disebuah hotel Bali medan, yaitu seoranh NICA mengijak injak bendera merah putih, Akibatnya para pemuda dan TRI memyerang hotel tersebut. Pada tanggal 1 Desember 1945 Inggris memasang papan bertuliskan " FIXED BOUNDARIES MEDAN AREA " ( BATAS RESMI DAERAH MEDAN ). Inggris telah menetapkan batas kekuasaan meraka secara pihak. Sejak itu, dikenal istilah petempuran Medan area. Perlawan tehadap Inggris dan Belanda yerus saja berlangsung samapai Agresi Militer Belanda 1 pada bulan Juli 1947. Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 23 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung[1] membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia. Agresi Militer Belanda 1 direncanakan oleh Van Mook, dia merencanakan negara-negara boneka dan ingin mengembalikan kekuasaan Belanda atas Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut pihak Belanda melanggar perundingan linggarjati yang telah disepakati sebelumnya, bahkan mereka menyobek kertas perjanjian tersebut. Kemudian pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda melancarkan aksi militer pertama dengan target utama kota-kota besar di pulau Jawa dan Sumatra. Agresi Militer Belanda 1 ternyata menimbulkan reaksi yang hebat dari dunia internasional. Pada tanggal 30 Juli 1947, pemerintah India dan Australia mengajukan permintaan resmi agar masalah Indonesia segera dimasukkan dalam daftar acara Dewan Keamanan PBB. Pada tanggal 1 Agustus 1947, Dewan Keamanan PBB memerintahkan penghentian dari kedua belah pihak yang mulai berlaku tanggal 4 Agustus 1947. Pada tanggal 19 desember 1948,belanda melancarkan serangan atas wilayah republik indonesia. Penyerangan belanda ini dikenal sebagai Agresi Militer Belanda II. Ibu kota Republik Indonesia waktu itu, yogyakarya, diserang Belanda. Belanda mengerahkan angkatan udaranya. Lapangan udara Maguwo tidak dapat dipertahankan. Akhirnya Yogyakarta direbut belanda. Presiden Soekarno, wakil presiden Mohammad Hatta,Sultan Syahrir, dan suryadarma ditangkap belanda. Presiden Soekarno dan wakil Presiden Mohammad Hatta ditawan dan diasingkan ke pulau Bangka. Sebelum tertangkap, presiden Soekarno telah mengirim mandat lewat radio kepada menteri kemakmuran, Mr. Syaffirudin prawiranegara yang berada di sumatera.tujuannya ialah membentuk pemerintahandarurat republik indonesia (PDRI) dengan ibu kota bungkit tinggi. Agresi Militer Belanda II menimbulkan reaksi dunia, terutama negara-negara asia,seperti india, myanmar,dan afganistan. Segera mengadakan konfersi New Delhi pada bulan desember 1949. Mereka bersimpati kepada perjuangan rakyat indonesia dan mendesak agar: A.pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta, dan B.serdadu Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia. Belanda tidak mempeludikan desakan itu. Belanda baru bersedia berunding setelan Dewan Keamanan PBB turun tangan. Semoga membantu ya


Iklan

Iklan

Afian A

20 Oktober 2020 12:10

hai


Malla F

20 Oktober 2020 15:17

tanishaf


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Siapa yang membacakan teks proklamasi

27

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan