YueNaura Y

08 Maret 2024 00:59

Iklan

Iklan

YueNaura Y

08 Maret 2024 00:59

Pertanyaan

Buatlah naskah drama tentang asal usul danau Maninjau!

Buatlah naskah drama tentang asal usul danau Maninjau!


3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Dea K

03 Mei 2024 03:40

Jawaban terverifikasi

<p><strong>Judul: "Misteri Danau Maninjau"</strong></p><p>&nbsp;</p><p>[Suasana terbuka di pinggir Danau Maninjau. Seorang tua sedang duduk di bawah pohon, sementara sekelompok anak muda duduk di sekitar api unggun.]</p><p>&nbsp;</p><p>TUA: (dengan suara serak) Anak-anak, dengarkanlah cerita nenek moyang kita tentang asal usul Danau Maninjau.</p><p>&nbsp;</p><p>ANAK 1: Wah, cerita apa itu, Mbah?</p><p>&nbsp;</p><p>TUA: Ini adalah cerita yang telah berabad-abad turun temurun dari generasi ke generasi. Konon, dulu kala, di tempat ini terdapat sebuah desa yang makmur dan sejahtera.</p><p>&nbsp;</p><p>ANAK 2: Desa apa, Mbah?</p><p>&nbsp;</p><p>TUA: Desa itu bernama Desa Maninjau. Penduduknya hidup berdampingan dengan alam, mereka mencintai dan menghormati setiap unsur alam yang ada di sekitar mereka.</p><p>&nbsp;</p><p>ANAK 3: Terus, Mbah, kenapa jadi danau?</p><p>&nbsp;</p><p>TUA: Nah, itu dia. Kisahnya tidaklah sederhana. Suatu hari, datanglah seorang pemuda tampan bernama Indra. Dia jatuh cinta pada seorang gadis desa yang cantik jelita, bernama Siti.</p><p>&nbsp;</p><p>ANAK 1: Lalu, apa yang terjadi, Mbah?</p><p>&nbsp;</p><p>TUA: Mereka saling mencintai, namun cinta mereka tidak direstui oleh kedua keluarga mereka. Konflik pun terjadi antara kedua keluarga, dan situasi semakin tegang.</p><p>&nbsp;</p><p>ANAK 2: Apa yang dilakukan Indra dan Siti, Mbah?</p><p>&nbsp;</p><p>TUA: Mereka putus asa. Mereka merasa tidak ada jalan keluar lagi. Akhirnya, mereka memutuskan untuk melarikan diri bersama. Namun, dalam pelariannya, mereka dikejar oleh orang-orang dari desa.</p><p>&nbsp;</p><p>ANAK 3: Lalu, apa yang terjadi setelah itu, Mbah?</p><p>&nbsp;</p><p>TUA: Indra dan Siti terus berlari, mencari tempat persembunyian. Hingga pada suatu titik, mereka mencapai jurang yang dalam. Dengan putus asa, mereka memilih untuk melompat ke dalam jurang itu.</p><p>&nbsp;</p><p>[Semua anak muda terkejut.]</p><p>&nbsp;</p><p>ANAK 1: Lalu, apa yang terjadi pada mereka, Mbah?</p><p>&nbsp;</p><p>TUA: Air mata dari dewi langit mengalir membasahi bumi, dan dalam sekejap, jurang itu pun berubah menjadi danau yang luas, menyimpan rahasia cinta mereka yang abadi.</p><p>&nbsp;</p><p>ANAK 2: Danau Maninjau tercipta dari cinta Indra dan Siti?</p><p>&nbsp;</p><p>TUA: Benar, anak-anak. Danau ini adalah saksi bisu dari kisah cinta yang tragis namun abadi antara dua insan yang bersatu di dalamnya.</p><p>[Semua anak muda terdiam, merenung atas kisah yang didengar.]</p><p>&nbsp;</p><p>ANAK 3: Terima kasih, Mbah, telah menceritakan cerita yang indah ini kepada kami.</p><p>&nbsp;</p><p>TUA: Selalu ingatlah kisah ini, anak-anak. Danau Maninjau bukan hanya tempat indah, tetapi juga simbol cinta sejati yang tak lekang oleh waktu.</p><p>&nbsp;</p><p>[Semua berdiri dan memandang Danau Maninjau dengan penuh rasa kagum dan hormat.]</p><p>&nbsp;</p><p>[Pencahayaan perlahan memudar. Tirai ditutup.]</p>

Judul: "Misteri Danau Maninjau"

 

[Suasana terbuka di pinggir Danau Maninjau. Seorang tua sedang duduk di bawah pohon, sementara sekelompok anak muda duduk di sekitar api unggun.]

 

TUA: (dengan suara serak) Anak-anak, dengarkanlah cerita nenek moyang kita tentang asal usul Danau Maninjau.

 

ANAK 1: Wah, cerita apa itu, Mbah?

 

TUA: Ini adalah cerita yang telah berabad-abad turun temurun dari generasi ke generasi. Konon, dulu kala, di tempat ini terdapat sebuah desa yang makmur dan sejahtera.

 

ANAK 2: Desa apa, Mbah?

 

TUA: Desa itu bernama Desa Maninjau. Penduduknya hidup berdampingan dengan alam, mereka mencintai dan menghormati setiap unsur alam yang ada di sekitar mereka.

 

ANAK 3: Terus, Mbah, kenapa jadi danau?

 

TUA: Nah, itu dia. Kisahnya tidaklah sederhana. Suatu hari, datanglah seorang pemuda tampan bernama Indra. Dia jatuh cinta pada seorang gadis desa yang cantik jelita, bernama Siti.

 

ANAK 1: Lalu, apa yang terjadi, Mbah?

 

TUA: Mereka saling mencintai, namun cinta mereka tidak direstui oleh kedua keluarga mereka. Konflik pun terjadi antara kedua keluarga, dan situasi semakin tegang.

 

ANAK 2: Apa yang dilakukan Indra dan Siti, Mbah?

 

TUA: Mereka putus asa. Mereka merasa tidak ada jalan keluar lagi. Akhirnya, mereka memutuskan untuk melarikan diri bersama. Namun, dalam pelariannya, mereka dikejar oleh orang-orang dari desa.

 

ANAK 3: Lalu, apa yang terjadi setelah itu, Mbah?

 

TUA: Indra dan Siti terus berlari, mencari tempat persembunyian. Hingga pada suatu titik, mereka mencapai jurang yang dalam. Dengan putus asa, mereka memilih untuk melompat ke dalam jurang itu.

 

[Semua anak muda terkejut.]

 

ANAK 1: Lalu, apa yang terjadi pada mereka, Mbah?

 

TUA: Air mata dari dewi langit mengalir membasahi bumi, dan dalam sekejap, jurang itu pun berubah menjadi danau yang luas, menyimpan rahasia cinta mereka yang abadi.

 

ANAK 2: Danau Maninjau tercipta dari cinta Indra dan Siti?

 

TUA: Benar, anak-anak. Danau ini adalah saksi bisu dari kisah cinta yang tragis namun abadi antara dua insan yang bersatu di dalamnya.

[Semua anak muda terdiam, merenung atas kisah yang didengar.]

 

ANAK 3: Terima kasih, Mbah, telah menceritakan cerita yang indah ini kepada kami.

 

TUA: Selalu ingatlah kisah ini, anak-anak. Danau Maninjau bukan hanya tempat indah, tetapi juga simbol cinta sejati yang tak lekang oleh waktu.

 

[Semua berdiri dan memandang Danau Maninjau dengan penuh rasa kagum dan hormat.]

 

[Pencahayaan perlahan memudar. Tirai ditutup.]


Iklan

Iklan

Salsabila M

Community

09 Maret 2024 00:54

<p><br>Judul: "Maninjau, Sebuah Cerita dari Tanah Minang"</p><p><i>Setting: Desa kecil di Pegunungan Bukit Barisan, Tanah Minang, abad ke-17.</i></p><p><strong>Tokoh:</strong></p><ol><li><strong>Datuk Minang:</strong> Seorang kepala suku yang bijaksana.</li><li><strong>Anak Muda:</strong> Seorang pemuda yang penuh semangat dan ingin tahu.</li><li><strong>Putri Suku:</strong> Gadis yang cantik dan cerdas.</li><li><strong>Penduduk Desa:</strong> Warga desa yang hidup rukun dan damai.</li></ol><p><i>(Drama dimulai dengan pagelaran tarian dan musik tradisional. Penduduk desa berkumpul untuk merayakan keberlimpahan dan kedamaian di desa mereka. Datuk Minang, pemimpin suku, duduk di kursi batu besar di tengah-tengah desa.)</i></p><p><strong>Datuk Minang:</strong> (bangun) Selamat pagi, saudara-saudara! Hari ini, kita merayakan kedamaian dan keberlimpahan di desa kita. Namun, tahukah kalian bagaimana danau Maninjau tercipta?</p><p><strong>Anak Muda:</strong> (bersemangat) Datuk, saya ingin tahu kisahnya! Bagaimana asal usul danau Maninjau?</p><p><strong>Datuk Minang:</strong> (tersenyum) Dulu, pada zaman nenek moyang kita, di daerah ini ada seorang putri suku yang sangat istimewa. Dia bernama Putri Suku.</p><p><strong>Putri Suku:</strong> (memasuki panggung) Datuk, izinkan saya menceritakan kisahnya. (bersiap bercerita)</p><p><strong>Anak Muda:</strong> (duduk di dekat Putri Suku) Saya sangat ingin mendengarnya, Putri.</p><p><strong>Putri Suku:</strong> (mulai menceritakan dengan penuh pesona) Pada suatu hari, saya melihat seorang pemuda dari suku tetangga. Namanya Anak Rimba. Cinta pun tumbuh di antara kami.</p><p><strong>Anak Muda:</strong> (terpesona) Cinta sejati, seperti cerita legenda!</p><p><strong>Putri Suku:</strong> Namun, pernikahan kami tak disetujui. Konflik pun tak terelakkan. Untuk menciptakan perdamaian, Datuk Minang mencari solusi bijaksana.</p><p><strong>Datuk Minang:</strong> (berdiri) Saya meminta bantuan roh alam dan masyarakat suku. Mereka menyarankan agar kami membuat danau yang indah sebagai simbol perdamaian.</p><p><strong>Anak Muda:</strong> (penuh semangat) Danau Maninjau!</p><p><strong>Putri Suku:</strong> (tersenyum) Ya, Anak Muda. Kami memutuskan membuat danau itu dengan doa dan upacara adat. Danau Maninjau pun muncul sebagai simbol cinta, perdamaian, dan keabadian.</p><p><i>(Penduduk desa bersorak riuh dan mengelilingi Putri Suku dan Anak Muda. Mereka bersama-sama merayakan keberlimpahan danau Maninjau yang tercipta dari cinta dan perdamaian.)</i></p><p><strong>Datuk Minang:</strong> (menutup cerita) Itulah kisah dari danau Maninjau, yang selalu mengingatkan kita akan arti cinta, kedamaian, dan kerukunan.</p><p><i>Drama berakhir dengan pagelaran tarian dan musik tradisional yang semakin meriah. Penduduk desa melanjutkan perayaan mereka sambil merenungkan makna dari cerita asal usul danau Maninjau.</i></p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>


Judul: "Maninjau, Sebuah Cerita dari Tanah Minang"

Setting: Desa kecil di Pegunungan Bukit Barisan, Tanah Minang, abad ke-17.

Tokoh:

  1. Datuk Minang: Seorang kepala suku yang bijaksana.
  2. Anak Muda: Seorang pemuda yang penuh semangat dan ingin tahu.
  3. Putri Suku: Gadis yang cantik dan cerdas.
  4. Penduduk Desa: Warga desa yang hidup rukun dan damai.

(Drama dimulai dengan pagelaran tarian dan musik tradisional. Penduduk desa berkumpul untuk merayakan keberlimpahan dan kedamaian di desa mereka. Datuk Minang, pemimpin suku, duduk di kursi batu besar di tengah-tengah desa.)

Datuk Minang: (bangun) Selamat pagi, saudara-saudara! Hari ini, kita merayakan kedamaian dan keberlimpahan di desa kita. Namun, tahukah kalian bagaimana danau Maninjau tercipta?

Anak Muda: (bersemangat) Datuk, saya ingin tahu kisahnya! Bagaimana asal usul danau Maninjau?

Datuk Minang: (tersenyum) Dulu, pada zaman nenek moyang kita, di daerah ini ada seorang putri suku yang sangat istimewa. Dia bernama Putri Suku.

Putri Suku: (memasuki panggung) Datuk, izinkan saya menceritakan kisahnya. (bersiap bercerita)

Anak Muda: (duduk di dekat Putri Suku) Saya sangat ingin mendengarnya, Putri.

Putri Suku: (mulai menceritakan dengan penuh pesona) Pada suatu hari, saya melihat seorang pemuda dari suku tetangga. Namanya Anak Rimba. Cinta pun tumbuh di antara kami.

Anak Muda: (terpesona) Cinta sejati, seperti cerita legenda!

Putri Suku: Namun, pernikahan kami tak disetujui. Konflik pun tak terelakkan. Untuk menciptakan perdamaian, Datuk Minang mencari solusi bijaksana.

Datuk Minang: (berdiri) Saya meminta bantuan roh alam dan masyarakat suku. Mereka menyarankan agar kami membuat danau yang indah sebagai simbol perdamaian.

Anak Muda: (penuh semangat) Danau Maninjau!

Putri Suku: (tersenyum) Ya, Anak Muda. Kami memutuskan membuat danau itu dengan doa dan upacara adat. Danau Maninjau pun muncul sebagai simbol cinta, perdamaian, dan keabadian.

(Penduduk desa bersorak riuh dan mengelilingi Putri Suku dan Anak Muda. Mereka bersama-sama merayakan keberlimpahan danau Maninjau yang tercipta dari cinta dan perdamaian.)

Datuk Minang: (menutup cerita) Itulah kisah dari danau Maninjau, yang selalu mengingatkan kita akan arti cinta, kedamaian, dan kerukunan.

Drama berakhir dengan pagelaran tarian dan musik tradisional yang semakin meriah. Penduduk desa melanjutkan perayaan mereka sambil merenungkan makna dari cerita asal usul danau Maninjau.

 

 


 


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

penulisan nama kota dalam alamat surat di awali huruf

3

0.0

Jawaban terverifikasi