Monica A

16 Maret 2022 11:10

Iklan

Monica A

16 Maret 2022 11:10

Pertanyaan

Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharmma Mangrwa, bermakna bahwa walaupun beraneka ragam, tetap dalam satu kesatuan, tidak ada agama yang mendua. Kalimat tersebut terdapat pada kitab… a. Sutasoma b. Sorandaka c. Kutaramanawa d. Sudayana

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

03

:

01

:

26

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

B. Hindarto

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

19 April 2022 12:13

Jawaban terverifikasi

Hallo Monica A, kakak bantu jawab ya. Jawaban yang tepat adalah A. Sutasoma Mari simak pembahasan berikut! Seorang musafir Tiongkok, Ma-Huan menulis, pada masa pemerintahan Hayam Wuruk Majapahit telah mengenal kemajemukan budaya, agama, dan adat istiadat. Hal ini karena pada waktu itu Majapahit juga di huni oleh penduduk yang berasal Samudra Pasai dan Malaka, orang-orang Tionghoa yang telah memeluk agama Islam, serta penduduk asli yang beragama Hindu dan Budha. Selain itu pada masa pemerintahan Hayam Wuruk pula karya sastra mengalami kemajuan pesat. Pada tahun 1365, ditulis kitab Negarakertagama oleh Mpu Prapanca, demikian juga di tulis kitab-kitab lain, seperti Arjunawijaya dan Sutasoma oleh Mpu Tantular. Kitab Sutasoma sendiri bercerita mengenai Pangeran Sutasoma. Di dalamnya juga mengajarkan toleransi beragama, khususnya antara Hindu dan Buddha. Kakawin inilah yang menjadi sumber inspirasi dirumuskannya semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika. Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharmma Mangrwa ini merupakan salah satu potongan kalimat yang terdapat dalam kitab Sutasoma. Kalimat tersebut bermakna bahwa walaupun beraneka ragam, tetap dalam satu kesatuan, tidak ada agama yang mendua. Secara garis besar, Kitab Sutasoma bercerita mengenai Pangeran Sutasoma. Di dalamnya juga mengajarkan toleransi beragama, khususnya antara Hindu dan Buddha. Kitab tersebut ditulis menggunakan aksara Bali dalam bahasa Jawa Kuno, dengan bahan naskah terbuat dari daun lontar. Semoga membantu, ya : - )


Iklan

S. Subadri

27 Maret 2022 15:24

Hallo Monica A, kakak bantu jawab ya. Jawaban yang tepat adalah A. Sutasoma Mari simak pembahasan berikut! Seorang musafir Tiongkok, Ma-Huan menulis, pada masa pemerintahan Hayam Wuruk Majapahit telah mengenal kemajemukan budaya, agama, dan adat istiadat. Hal ini karena pada waktu itu Majapahit juga di huni oleh penduduk yang berasal Samudra Pasai dan Malaka, orang-orang Tionghoa yang telah memeluk agama Islam, serta penduduk asli yang beragama Hindu dan Budha. Selain itu pada masa pemerintahan Hayam Wuruk pula karya sastra mengalami kemajuan pesat. Pada tahun 1365, ditulis kitab Negarakertagama oleh Mpu Prapanca, demikian juga di tulis kitab-kitab lain, seperti Arjunawijaya dan Sutasoma oleh Mpu Tantular. Kitab Sutasoma sendiri bercerita mengenai Pangeran Sutasoma. Di dalamnya juga mengajarkan toleransi beragama, khususnya antara Hindu dan Buddha. Kakawin inilah yang menjadi sumber inspirasi dirumuskannya semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika. Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharmma Mangrwa ini merupakan salah satu potongan kalimat yang terdapat dalam kitab Sutasoma. Kalimat tersebut bermakna bahwa walaupun beraneka ragam, tetap dalam satu kesatuan, tidak ada agama yang mendua. Secara garis besar, Kitab Sutasoma bercerita mengenai Pangeran Sutasoma. Di dalamnya juga mengajarkan toleransi beragama, khususnya antara Hindu dan Buddha. Kitab tersebut ditulis menggunakan aksara Bali dalam bahasa Jawa Kuno, dengan bahan naskah terbuat dari daun lontar. Jadi, jawaban yang tepat adalah A. Semoga membantu.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

13

5.0

Jawaban terverifikasi