Lee S

29 Agustus 2022 11:21

Iklan

Lee S

29 Agustus 2022 11:21

Pertanyaan

Berkembangnya pemahaman liberalisme di eropa pada akhir abad 19 membuat kebijakan yang dibuat oleh belanda di tanah jajahannya ikut berubah. kerajaan belanda memberlakukan kebijakan politik etis pada tahun 1901 yang memberikan ruang untuk berkembangnya tiga bidang yaitu bidang....

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

04

:

57

:

25

Klaim

8

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Kusumaningrum

14 September 2022 03:04

Jawaban terverifikasi

<p>Irigasi, Emigrasi dan Edukasi Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Politik Etis atau Politik Balas Budi adalah suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan bumiputera. Pemikiran ini merupakan kritik yang muncul atas pelaksanaan tanam paksa yang dilakukan oleh C.Th. van Deventer seorang politikus dan juga penulis yang ternyata membuka mata pemerintah kolonial untuk lebih memperhatikan nasib para bumiputera yang terbelakang. Selanjutnya pada 17 September 1901, Ratu Wilhelmina yang baru naik tahta menegaskan dalam pidato pembukaan Parlemen Belanda, bahwa pemerintah Belanda mempunyai panggilan moral dan hutang budi (een eerschuld) terhadap bangsa bumiputera di Hindia Belanda. Ratu Wilhelmina menuangkan panggilan moral tersebut ke dalam kebijakan politik etis, yang terangkum dalam program Trias Van deventer yang meliputi:&nbsp;</p><p>1. Irigasi (pengairan), membangun dan memperbaiki pengairan-pengairan dan bendungan untuk keperluan pertanian.&nbsp;</p><p>2. Emigrasi yakni mengajak penduduk untuk bertransmigrasi.&nbsp;</p><p>3. Edukasi yakni memperluas dalam bidang pengajaran dan pendidikan.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, kebijakan politik etis pada tahun 1901 yang memberikan ruang untuk berkembangnya tiga bidang yaitu bidang Irigasi, Emigrasi dan Edukasi Semoga membantu ya : )</p>

Irigasi, Emigrasi dan Edukasi Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut. 

 

Politik Etis atau Politik Balas Budi adalah suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan bumiputera. Pemikiran ini merupakan kritik yang muncul atas pelaksanaan tanam paksa yang dilakukan oleh C.Th. van Deventer seorang politikus dan juga penulis yang ternyata membuka mata pemerintah kolonial untuk lebih memperhatikan nasib para bumiputera yang terbelakang. Selanjutnya pada 17 September 1901, Ratu Wilhelmina yang baru naik tahta menegaskan dalam pidato pembukaan Parlemen Belanda, bahwa pemerintah Belanda mempunyai panggilan moral dan hutang budi (een eerschuld) terhadap bangsa bumiputera di Hindia Belanda. Ratu Wilhelmina menuangkan panggilan moral tersebut ke dalam kebijakan politik etis, yang terangkum dalam program Trias Van deventer yang meliputi: 

1. Irigasi (pengairan), membangun dan memperbaiki pengairan-pengairan dan bendungan untuk keperluan pertanian. 

2. Emigrasi yakni mengajak penduduk untuk bertransmigrasi. 

3. Edukasi yakni memperluas dalam bidang pengajaran dan pendidikan. 

 

Dengan demikian, kebijakan politik etis pada tahun 1901 yang memberikan ruang untuk berkembangnya tiga bidang yaitu bidang Irigasi, Emigrasi dan Edukasi Semoga membantu ya : )


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Anggaran pendapatan dan belanja Negara pemerintah pusat sebuah Negara diketahui berjumlah total $ 900 miliar, penerimaan dari sumber- sumber dalam negerinya sebesar $ 700 miliar, sedangkan belanja atau pengeluaran untuk keperluan rutin senilai $ 600 miliar. Bertolak dari informasi ini, tabungan pemerintah Negara tersebut adalan sebesar .. a. $ 100 miliar b. $ 200 miliar c. $ 300 miliar d. $ 400 miliar e. $ 1.000 miliar

7

5.0

Jawaban terverifikasi