Milea W

13 Juli 2022 01:19

Iklan

Milea W

13 Juli 2022 01:19

Pertanyaan

Berikut yang bukan merupakan contoh kekerasan akibat faktor kelompok adalah .... A. konflik suku Monio dan suku Dani di Papua B. pembakaran gereja di Situbondo oleh 10.000 masa akibat kesalahpahaman C. konflik Sampit D. tawuran antarkelompok suporter bola E. bentrok akibat konflik rasial di Maluku

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

04

:

43

:

38

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

I. Sari

07 Agustus 2022 04:46

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang benar adalah B. Pembakaran gereja di Situbondo oleh 10.000 masa akibat kesalahpahaman Dalam Ilmu sosiologi konflik sosial dan kekerasan tidak bisa dipisahkan sebagai bentuk dari adanya gejala sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat. Pada konflik sosial dapat diartikan sebagai pertentangan antaranggota atau masyarakat yang bersifat menyeluruh di kehidupan. Konflik ini terjadi karena didasari adanya kepentingan-kepentingan dari pihak-pihak tertentu. Sebagai kajian ilmu sosiologi banyak sekali teori-teori yang menjelaskan tentang konflik dan kekerasan, adapaun teori-teori tersebut adalah sebagai berikut: 1. Teori faktor individual. Perilaku agresif seseorang dapat menyebabkan timbulnya kekerasan. Faktor penyebab perilaku kekerasan menurut teori ini adalah faktor pribadi dan faktor sosial. Faktor pribadi yaitu meliputi kelainan jiwa, seperti psikopat, stres, depresi, serta pengaruh obat bius. Sedangkan faktor yang bersifat sosial antara lain seperti konflik rumah tangga, faktor budaya, dan media massa. 2. Teori faktor kelompok. Menurut teori ini, individu cenderung membentuk kelompok dengan memprioritaskan identitas berdasarkan persamaan ras, agama, atau etnis. Identitas kelompok yang cenderung dibawa ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain ini rawan menyebabkan benturan antara identitas kelompok yang berbeda dan kemudian menjadi penyebab kekerasan. Contohnya ada pada perkelahian antar pendukung klub bola saat pertandingan di stadion. Selain itu, ada juga kekerasan berbau rasial yang terjadi di Afrika Selatan dan Amerika Serikat pada orang kulit hitam. 3. Teori dinamika kelompok. Kekerasan dapat timbul karena hilangnya rasa saling memiliki yang terjadi dalam kelompok. Hal ini dapat diartikan bahwa perubahan-perubahan sosial terjadi sedemikian cepat dalam sebuah masyarakat dan tidak mampu direspon sama cepatnya oleh sistem sosial dan nilai masyarakatnya. Contohnya bisa dilihat dari masuknya perusahaan internasional ke wilayah pedalaman Papua yang membawa berbagai teknologi, perilaku, hingga tata nilai yang berbeda. Hal ini menyebabkan masyarakat setempat merasa terasing dan muncullah kehilangan rasa memiliki yang berakhir dengan perlawanan kekuasaan. Berdasarkan uraian di atas, yang bukan merupakan contoh kekerasan akibat faktor kelompok adalah pembakaran gereja di Situbondo oleh 10.000 massa akibat kesalahpahaman. Karena kekerasan tersebut termasuk dalam teori faktor individu. Pada tanggal 10 Oktober 1996, terjadi kerusuhan anti-Kristen dan anti-orang keturunan Tionghoa di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Peristiwa kekerasan tersebut dipicu oleh satu orang (faktor individu), yaitu Saleh (beragama Islam) yang dihukum 5 tahun kasus penghinaan terhadap agama Islam. Massa yang tidak puas dengan hukuman tersebut dan adanya kesalahpahamannya bahwa Saleh disembunyikan di dalam gereja, menyebabkan massa mulai merusak dan membakar gereja-gereja di Kabupaten Situbondo. Dari peristiwa tersebut, dapat diketahui pula bahwa awal mula kerusuhan terjadi pada kelompok dengan identitas yang sama (sama-sama Islam), sedangkan pada teori kelompok, kekerasan rawan terjadi pada identitas suatu kelompok yang berbeda.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Identifikasikan lima dampak positif konflik sosial!

11

5.0

Jawaban terverifikasi