Anonim A

23 Mei 2022 06:52

Iklan

Anonim A

23 Mei 2022 06:52

Pertanyaan

berikut ini tokoh-tokoh yang tidak menentang pelaksanaan tanam paksa di Indonesia adalah.. a. Baron Van Hoevel b. Fransen Van der Putte c. Eduard Douwes Dekker d. Van der Capellen

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

23

:

06

:

01

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

D. Trinuria

Mahasiswa/Alumni Universitas Jember

23 Mei 2022 10:12

Jawaban terverifikasi

Jawabannya adalah : D. Van der Capellen. Pembahasan : Culture stelsel atau sistem tanam paksa adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda yang dikeluarkan di era Gubernur Jenderal Johannes van Den Bosch. Tanam paksa berlangsung tahun 1830 – 1870 membuat sengsara rakyat Indonesia. Akan tetapi pelaksanaan tanam paksa tidak sepenuhnya didukung oleh orang-orang Belanda, terdapat tokoh-tokoh yang menentang tanam paksa yang berasal dari golongan liberal, yaitu : 1) Eduard Douwes Dekker (1820-1887) Douwes Dekker mengarang buku berjudul Max Havelaar atau Lelang Kopi Perdagangan Belanda yang terbuit tahun 1860. Buku tersebut menceritakan kesengsaraan rakyat Indonesia akibat pelaksanaan tanam paksa. Dalam buku tersebut, Douwes Dekker juga mengajukan tuntutan agar pemerintah Belanda memperhatikan kehidupan rakyak Indonesia yang telah berkorban dan menyerahkan kekayaan alam Indonesia untuk dibawa ke negeri Belanda. Douwes Dekker mengusulkan sikap balas budi kepada bangsa Indonesia melalui pelaksanaan Politik Etis yang berisi edukasi (pendidikan), irigasi (pengairan), dan perpindahan penduduk (imigrasi). 2) Fransen van der Putte (1822-1902) Menulis buku berjudul Sulker Constracten atau Kontrak Gula yang menunjukkan sikap menentang kebijaka tanam paksa. Buku tersebut menceritakan kecaman atas tanam paksa, menceritakan penderitaan dari petani tebu. Selain itu, ia juga menceritakan yang lebih realistis dalam mewujudkan pembangunan di Hindia Belanda dan di Belanda, yakni memberikan kepada swasta untuk ikut di dalam pembangunan ekonomi. 3) Baron van Hoevell (1812-1870) Merupakan seorang pendeta Belanda yang menuntut pemerintah pusat dan gubernur jendral agar memperhatikan nasib dan kepentingan rakyatnya. Baron van Hoevell bersama Fransen van de Putte menentang sistem tanam paksa. Baron van Hoevell dan Fransen van der Putte juga berjuang keras menghapuskan sistem tanam paksa melalui parlemen Belanda. Dengan demikian, tokoh yang tidak menentang pelaksanaan tanam paksa di Indonesia adalah Van der Capellen yang merupakan gubernur jenderal Hindia Belanda pertama yang memerintah sesudah kekuasaan Inggris berakhir di Indonesia atau Hindia Belanda pada tahun 1816.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

21

5.0

Jawaban terverifikasi