Radifa N

23 Desember 2021 12:42

Iklan

Radifa N

23 Desember 2021 12:42

Pertanyaan

Beberapa hari lagi, Lotus Department Store akan ditutup. Sejak minggu lalu, Lotus memberikan diskon hingga 80 persen untuk menghabiskan sisa barang yang masih ada di gerai. Pengunjung pun langsung membludak, ingin membeli barang yang didiskon besar. Diskon besar-besaran ini lantaran gerai Lotus Thamrin dijadwalkan tutup 31 Oktober 2017. Gerai Lotus di Thamrin Jakarta ini ditutup karena sepi pengunjung dan penjualannya turun. Penutupan gerai Lotus seolah melanjutkan tren penurunan bisnis ritel. Sebelumnya, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk menutup delapan supermarket pada 28 Agustus 2017. Begitu juga Matahari yang menutup gerainya di Pasaraya Blok M dan Manggarai. Sebelum itu, PT Modern Sevel Indonesia juga menutup seluruh gerai 7-Eleven pada akhir Juni 2017 lalu. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta menyatakan, kondisi usaha ritel memang tengah melemah. Kalaupun belum tutup, beberapa perusahaan disebutnya tengah melakukan efisiensi, meski ada juga yang tetap berekspansi. “Secara umum (bisnis ritel) melemah, banyak yang efisiensi. Tapi kalau bagus lokasinya dan dia bisa buat format yang cukup baik akan tetap ekspansi,” ujarnya. Melihat fenomena penutupan ritel ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah terus memonitor sektor ritel. Menurutnya, saat ini yang terjadi adalah perubahan perekonomian yang disebabkan oleh adanya era digitalisasi. Dia melanjutkan, pemerintah juga akan melihat kepada sektor lain terkait apakah ada tekanan atau perubahan karena adanya konsep digitalisasi ini. Menurut Sri Mulyani, berdasarkan data realisasi penerimaan perpajakan, capaian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sektor ritel meningkat sepanjang Januari-September 2017. Data Direktorat Jendral (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan, realisasi PPN dan PPnBM hingga bulan kesembilan ini sebesar Rp. 307,3 triliun atau tumbuh 13,70 persen dibanding Januari-September 2016. Sumber: Koran Banjarmasin Post, 26 Oktober 2017 Pernyataan berdasarkan berita: Mengacu pada berita di atas, disatu sisi era digitalisasi membuat beberapa bisnis ritel tutup karena sepi, sementara data ditjen pajak menyatakan bahwa pajak sektor ritel mengalami peningkatan yaitu 13,70 persen. Seharusnya ketika bisnis ritel tutup tentunya pajak turun, tetapi faktanya pajak sektor ritel mengalami peningkatan. Pertanyaan: Bagaimana tanggapan Anda terhadap 2 (dua) kondisi yang bertolak belakang tersebut?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

19

:

33

:

41

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Nadiyya

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

29 Desember 2021 06:28

Jawaban terverifikasi

Halo Radifa N, kakak bantu jawab ya. Jawabannya adalah: Proses digitalisasi adalah proses transformasi data dari data analog ke data digital. Data digital dalam bentuk kode biner yang nantinya akan diolah oleh komputer. Berdasarkan ilustrasi pada soal, era digitalisasi membuat beberapa bisnis ritel tutup karena sepi seharusnya bisa menyesuaikan keadaan dengan era digital yaitu membuka online shop agar bisnisnya tetap laku. Serta pajak pada sektor ritel juga harus lebih menyesuaikan dengan keadaan di lapangan, yaitu tidak menaikkan pajak yang membuat bisnis ritel bangkrut dan data yang diberikan kepada masyarakat harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya terjadi. Terima kasih sudah bertanya dan gunakan Roboguru, semoga membantu ya :)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Identifikasikan lima dampak positif konflik sosial!

18

5.0

Jawaban terverifikasi