Emma R

31 Maret 2023 08:13

Iklan

Emma R

31 Maret 2023 08:13

Pertanyaan

Bagaimanakah reaksi Internasional atas penerapan Tanam Paksa di Indonesia?

Bagaimanakah reaksi Internasional atas penerapan Tanam Paksa di Indonesia?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

21

:

22

:

00

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Sulthan R

31 Maret 2023 12:21

Jawaban terverifikasi

<p>Penerapan sistem tanam paksa di Indonesia, terutama pada masa kolonialisme Belanda, mendapat reaksi negatif dari dunia internasional. Berbagai organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengutuk keras praktik ini sebagai pelanggaran hak asasi manusia.</p><p>&nbsp;</p><p>Pada tahun 1952, Majelis Umum PBB mengadopsi Resolusi 505 yang menyerukan penghapusan sistem tanam paksa di Indonesia dan negara-negara lain di seluruh dunia. Resolusi ini juga menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk memberikan ganti rugi kepada para petani yang terkena dampak dari praktik ini.</p><p>&nbsp;</p><p>Selain itu, banyak juga gerakan sosial dan politik di seluruh dunia yang mengutuk praktik tanam paksa di Indonesia. Salah satu contohnya adalah gerakan Boikot Belanda yang dilakukan oleh aktivis di berbagai negara sebagai bentuk protes terhadap praktik kolonialisme Belanda, termasuk penerapan sistem tanam paksa di Indonesia.</p><p>&nbsp;</p><p>Pada akhirnya, tekanan internasional dan perlawanan dari dalam negeri akhirnya memaksa pemerintah Belanda untuk menghapuskan sistem tanam paksa di Indonesia pada tahun 1950-an. Meskipun demikian, dampak sistem tanam paksa terhadap masyarakat dan ekonomi Indonesia masih dirasakan hingga saat ini.</p>

Penerapan sistem tanam paksa di Indonesia, terutama pada masa kolonialisme Belanda, mendapat reaksi negatif dari dunia internasional. Berbagai organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengutuk keras praktik ini sebagai pelanggaran hak asasi manusia.

 

Pada tahun 1952, Majelis Umum PBB mengadopsi Resolusi 505 yang menyerukan penghapusan sistem tanam paksa di Indonesia dan negara-negara lain di seluruh dunia. Resolusi ini juga menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk memberikan ganti rugi kepada para petani yang terkena dampak dari praktik ini.

 

Selain itu, banyak juga gerakan sosial dan politik di seluruh dunia yang mengutuk praktik tanam paksa di Indonesia. Salah satu contohnya adalah gerakan Boikot Belanda yang dilakukan oleh aktivis di berbagai negara sebagai bentuk protes terhadap praktik kolonialisme Belanda, termasuk penerapan sistem tanam paksa di Indonesia.

 

Pada akhirnya, tekanan internasional dan perlawanan dari dalam negeri akhirnya memaksa pemerintah Belanda untuk menghapuskan sistem tanam paksa di Indonesia pada tahun 1950-an. Meskipun demikian, dampak sistem tanam paksa terhadap masyarakat dan ekonomi Indonesia masih dirasakan hingga saat ini.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

15

5.0

Jawaban terverifikasi