Kayla R
23 Mei 2023 02:03
Iklan
Kayla R
23 Mei 2023 02:03
Pertanyaan
Bagaimana upaya kesultanan Aceh Darusalam menjadikan wilayah kekuasaannya sebagai bandar transito?
1
2
Iklan
Nanda R

Community
05 Februari 2024 12:49
Kesultanan Aceh Darussalam pada masa kejayaannya, terutama pada abad ke-16 dan 17, berhasil menjadikan wilayah kekuasaannya sebagai bandar transito atau pusat perdagangan yang strategis di kawasan tersebut. Beberapa upaya dan faktor yang mendukung kesultanan tersebut dalam mencapai tujuan ini melibatkan aspek politik, ekonomi, dan strategis, antara lain:
Posisi Geografis yang Strategis:
Kontrol atas Selat Malaka:
Kerjasama dengan Pedagang Asing:
Pembangunan Pelabuhan dan Fasilitas Perdagangan:
Kepemilikan Sumber Daya Alam yang Berlimpah:
Sistem Pajak dan Bea Cukai yang Efisien:
Diplomasi dan Aliansi Strategis:
Penyebaran Agama Islam:
· 0.0 (0)
Iklan
Salsabila M

Community
31 Maret 2024 04:21
Kesultanan Aceh Darussalam, yang berada di ujung barat Pulau Sumatra, berperan sebagai bandar transito (transit trade) dalam perdagangan maritim di wilayah tersebut. Beberapa upaya yang dilakukan oleh Kesultanan Aceh untuk menjadikan wilayah kekuasaannya sebagai bandar transito antara lain:
Pengendalian Selat Malaka: Kesultanan Aceh berada di lokasi strategis yang mengendalikan Selat Malaka, jalur perdagangan utama antara India, Tiongkok, dan Timur Tengah ke Asia Tenggara. Dengan mengendalikan jalur perdagangan ini, Aceh memiliki keunggulan komparatif dalam perdagangan maritim.
Pemberian Perlindungan dan Fasilitas: Kesultanan Aceh memberikan perlindungan kepada kapal-kapal dagang yang melintasi perairannya. Mereka juga menyediakan fasilitas seperti pelabuhan, gudang, dan pengawalan untuk kapal-kapal dagang yang berlabuh di wilayahnya.
Pembangunan Infrastruktur: Untuk mendukung perdagangan maritim, Kesultanan Aceh membangun dan memperbaiki infrastruktur pelabuhan di wilayahnya. Pelabuhan-pelabuhan seperti Lamreh, Kuala Batas, dan Kuala Samak menjadi pusat perdagangan penting di Aceh.
Perjanjian Dagang: Kesultanan Aceh menjalin perjanjian dagang dengan negara-negara lain, termasuk Kesultanan Utsmaniyah, Portugis, Belanda, dan Inggris. Melalui perjanjian-perjanjian ini, Aceh dapat memperluas jaringan perdagangannya dan mendapatkan akses ke pasar-pasar internasional.
Pengembangan Produk Unggulan: Aceh mengembangkan produk-produk unggulan seperti rempah-rempah, emas, dan kayu cendana, yang sangat diminati dalam perdagangan internasional. Hal ini menjadikan Aceh sebagai pusat perdagangan rempah-rempah yang penting di kawasan Asia Tenggara.
· 0.0 (0)
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!