M R

27 Mei 2022 10:29

Iklan

M R

27 Mei 2022 10:29

Pertanyaan

bagaimana teladan sikap Wolter Monginsidi saat mendapat vonis hukuman mati dari pengadilan Belanda

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

01

:

21

:

55

Klaim

5

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

S. SheilaTeacherAssisstant

Mahasiswa/Alumni Universitas Pancasila

27 Mei 2022 11:57

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang benar adalah rasa cintanya pada bangsa Indonesia membuatnya dalam usia mudanya, telah mengorbankan banyak waktu dan tenaga serta hidupnya untuk bangsa Indonesia. Pembahasan: Robert Wolter Monginsidi adalah salah satu pahlawan nasional yang berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dilahirkan di Malalayang (saat ini menjadi bagian dari Manado) dan memulai pendidikannya pada tahun 1931 di Hollands Inlandsche School(setingkat SD), yang diikuti Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (setingkat SMP) di Frater Don Bosco di Manado. Mongisidi lalu dididik sebagai guru Bahasa Jepang pada sebuah sekolah di Tomohon.   Setelah lulus dari Hollands Inlandsche School dan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, Wolter melanjutkan pendidikan ke Sekolah Pertanian yang didirikan oleh Jepang di Tomohon, dan masuk ke Sekolah Guru Bahasa Jepang. Dia mengajar Bahasa Jepang di Liwutung, di Minahasa , Sulawesi Tengah, sebelum ke Makassar, Sulawesi Selatan. Dengan berbekal pengetahuannya, pada usia 18 tahun dia mulai mengajar di Malalayang. Wolter juga pernah bersekolah di SNIP Nasional di Makassar. Sayangnya, dia berhenti di tengah jalan karena terjadinya Perang Pasifik. Meskipun demikian, dia tidak hanya berpangku tangan, dia tetap aktif terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 28 Februari 1947 Wolter ditangkap tentara Belanda, namun berhasil melarikan diri bersama Abdullah Hadade, HM Yosep dan Lewang Daeng Matari setelah hampir 8 bulan mendekam di tahanan. Sepuluh hari kemudian Wolter kembali tertangkap dan kali ini Belanda memvonisnya dengan hukuman mati. Perjuangan Wolter tidak berhenti di situ, meskipun tak lagi mampu berjuang secara fisik dalam pertempuran, Wolter menyuarakan semangat perjuangan melalui tulisan-tulisannya. Berikut ini salah satu tulisannya yang menginspirasi bahkan hingga saat ini. "Dengan hati dan mata terbuka, aku ingin melihat peluru penjajah menembus dadaku, merdeka, merdeka, merdeka!"  Kalimat di atas merupakan kalimat terakhir yang diucapkan Robert Wolter Monginsidi sesaat sebelum delapan butir peluru penjajah bersarang di tubuhnya. Jadi, teladan sikap Wolter Monginsidi saat mendapat vonis hukuman mati dari pengadilan Belanda adalah rasa cintanya pada bangsa Indonesia membuatnya dalam usia mudanya, telah mengorbankan banyak waktu dan tenaga serta hidupnya untuk bangsa Indonesia.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Segala sumber kekayaan yang terdapat di Indonesia berada di bawah kekuasaan ... A. negara bekas penjajah B. pejabat negara yang berpengaruh C. pemerintah untuk kepentingan seluruh rakyat D. pihak swasta E. warga negara Indonesia

14

3.5

Jawaban terverifikasi