Naval H

16 Mei 2023 14:38

Iklan

Naval H

16 Mei 2023 14:38

Pertanyaan

Bagaimana sikap kaum pergerakan terhadap penjajahan yang dilakukan jepang?

 Bagaimana sikap kaum pergerakan terhadap penjajahan yang dilakukan jepang?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

15

:

56

:

03

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Shoimah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

17 Mei 2023 03:29

Jawaban terverifikasi

<p>Sikap kaum pergerakan terhadap penjajahan Jepang awalnya adalah menerima dengan baik, namun lambat laun berubah menjadi melawan dengan memanfaatkan organisasi bentukan Jepang, serta melakukan perlawanan dengan sembunyi-sembunyi.</p><p>&nbsp;</p><p>Yuk simak pembahasannya!</p><p>&nbsp;</p><p>Jepang menjajah Indonesia terbilang tidak lama, hanya dari tahun 1942-1945, namun penderitaan yang dirasakan oleh Indonesia tidak kalah dengan pada saat penjajahan Belanda. Awlanya kedatangan Jepang disambut baik oleh kaum pergerakan, karena menganggap jika kedatangan mereka adalah untuk membeaskan Indonesia dari penjajahan. Jepang memberikan propaganda dengan selalu menyebut diri mereka sebagai saudara tua Indonesia.</p><p>Seiring berjalannya waktu, Jepang bersikap mulai semana-mena dan membuat bangsa Indonesia semakin menderita dengan berbagai kebijakan yang diterapkan. Jepang banyak membentuk organisasi dengan tujuan untuk memobilisasi kekuatan Indonesia yang akan dimanfaatkan untuk membantu mereka dalam Perang Asia Pasifik. Kaum pergerakan mulai sadar dengan sikap Jepang, sehingga organisasi bentukan Jepang kemudian dimanfaatkan untuk menghimpun kekuatan melawan Jepang. Selain memanfaatkan organisasi, kaum pergerakan juga ada yang melakukan perlawanan secara sembunyi-sembunyi atau melalui gerakan bawah tanah.</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, sikap kaum pergerakan terhadap penjajahan Jepang awalnya adalah menerima dengan baik, namun lambat laun berubah menjadi melawan dengan memanfaatkan organisasi bentukan Jepang, serta melakukan perlawanan dengan sembunyi-sembunyi.</p>

Sikap kaum pergerakan terhadap penjajahan Jepang awalnya adalah menerima dengan baik, namun lambat laun berubah menjadi melawan dengan memanfaatkan organisasi bentukan Jepang, serta melakukan perlawanan dengan sembunyi-sembunyi.

 

Yuk simak pembahasannya!

 

Jepang menjajah Indonesia terbilang tidak lama, hanya dari tahun 1942-1945, namun penderitaan yang dirasakan oleh Indonesia tidak kalah dengan pada saat penjajahan Belanda. Awlanya kedatangan Jepang disambut baik oleh kaum pergerakan, karena menganggap jika kedatangan mereka adalah untuk membeaskan Indonesia dari penjajahan. Jepang memberikan propaganda dengan selalu menyebut diri mereka sebagai saudara tua Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, Jepang bersikap mulai semana-mena dan membuat bangsa Indonesia semakin menderita dengan berbagai kebijakan yang diterapkan. Jepang banyak membentuk organisasi dengan tujuan untuk memobilisasi kekuatan Indonesia yang akan dimanfaatkan untuk membantu mereka dalam Perang Asia Pasifik. Kaum pergerakan mulai sadar dengan sikap Jepang, sehingga organisasi bentukan Jepang kemudian dimanfaatkan untuk menghimpun kekuatan melawan Jepang. Selain memanfaatkan organisasi, kaum pergerakan juga ada yang melakukan perlawanan secara sembunyi-sembunyi atau melalui gerakan bawah tanah.

 

Dengan demikian, sikap kaum pergerakan terhadap penjajahan Jepang awalnya adalah menerima dengan baik, namun lambat laun berubah menjadi melawan dengan memanfaatkan organisasi bentukan Jepang, serta melakukan perlawanan dengan sembunyi-sembunyi.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

14

5.0

Jawaban terverifikasi