Gianendra T

13 September 2022 13:06

Iklan

Gianendra T

13 September 2022 13:06

Pertanyaan

bagaimana perubahan sosial yang dapat menyebabkan konflik dalam masyarakat

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

00

:

43

:

26

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Salsabila M

Community

05 Mei 2024 13:22

Jawaban terverifikasi

<p><br>Perubahan sosial memiliki potensi untuk memicu konflik dalam masyarakat karena adanya pergeseran dalam struktur, nilai, norma, dan institusi sosial. Beberapa bentuk perubahan sosial yang dapat menyebabkan konflik antara individu, kelompok, atau komunitas adalah:</p><p><strong>Perubahan Ekonomi:</strong> Perubahan dalam struktur ekonomi, seperti peningkatan atau penurunan tingkat penghasilan, kesenjangan ekonomi yang semakin melebar, atau perubahan dalam sistem distribusi kekayaan, dapat menyebabkan ketidakpuasan dan ketegangan antara berbagai kelompok sosial.</p><p><strong>Perubahan Politik:</strong> Perubahan dalam sistem politik, seperti transisi dari rezim otoriter ke demokrasi atau sebaliknya, konflik kekuasaan antarpartai politik, atau peningkatan ketegangan antara pemerintah dan oposisi politik, dapat memicu konflik politik dalam masyarakat.</p><p><strong>Perubahan Sosial dan Budaya:</strong> Perubahan dalam nilai-nilai, norma, dan budaya, seperti modernisasi, urbanisasi, atau globalisasi, dapat menimbulkan ketegangan antara tradisi dan modernitas, serta antara kelompok-kelompok yang mempertahankan nilai dan identitas budaya mereka.</p><p><strong>Perubahan Demografi:</strong> Perubahan dalam komposisi demografis masyarakat, seperti migrasi besar-besaran, pertumbuhan penduduk yang cepat, atau perubahan dalam struktur keluarga, dapat menyebabkan ketegangan antara kelompok-kelompok yang bersaing untuk sumber daya dan kekuasaan.</p><p><strong>Perubahan Lingkungan:</strong> Perubahan dalam lingkungan fisik, seperti penurunan ketersediaan sumber daya alam, perubahan iklim, atau degradasi lingkungan, dapat memicu konflik atas hak kepemilikan, akses terhadap sumber daya, atau dampak lingkungan yang merugikan.</p>


Perubahan sosial memiliki potensi untuk memicu konflik dalam masyarakat karena adanya pergeseran dalam struktur, nilai, norma, dan institusi sosial. Beberapa bentuk perubahan sosial yang dapat menyebabkan konflik antara individu, kelompok, atau komunitas adalah:

Perubahan Ekonomi: Perubahan dalam struktur ekonomi, seperti peningkatan atau penurunan tingkat penghasilan, kesenjangan ekonomi yang semakin melebar, atau perubahan dalam sistem distribusi kekayaan, dapat menyebabkan ketidakpuasan dan ketegangan antara berbagai kelompok sosial.

Perubahan Politik: Perubahan dalam sistem politik, seperti transisi dari rezim otoriter ke demokrasi atau sebaliknya, konflik kekuasaan antarpartai politik, atau peningkatan ketegangan antara pemerintah dan oposisi politik, dapat memicu konflik politik dalam masyarakat.

Perubahan Sosial dan Budaya: Perubahan dalam nilai-nilai, norma, dan budaya, seperti modernisasi, urbanisasi, atau globalisasi, dapat menimbulkan ketegangan antara tradisi dan modernitas, serta antara kelompok-kelompok yang mempertahankan nilai dan identitas budaya mereka.

Perubahan Demografi: Perubahan dalam komposisi demografis masyarakat, seperti migrasi besar-besaran, pertumbuhan penduduk yang cepat, atau perubahan dalam struktur keluarga, dapat menyebabkan ketegangan antara kelompok-kelompok yang bersaing untuk sumber daya dan kekuasaan.

Perubahan Lingkungan: Perubahan dalam lingkungan fisik, seperti penurunan ketersediaan sumber daya alam, perubahan iklim, atau degradasi lingkungan, dapat memicu konflik atas hak kepemilikan, akses terhadap sumber daya, atau dampak lingkungan yang merugikan.


Iklan

Nanda R

Community

29 Mei 2024 13:24

Jawaban terverifikasi

<p>Perubahan sosial dapat menyebabkan konflik dalam masyarakat melalui berbagai mekanisme. Beberapa jenis perubahan sosial dan bagaimana mereka dapat memicu konflik termasuk:</p><p><strong>Perubahan Ekonomi</strong>:</p><ul><li><strong>Ketimpangan Ekonomi</strong>: Pertumbuhan ekonomi yang tidak merata dapat memperbesar jurang antara kaya dan miskin, menimbulkan ketidakpuasan dan rasa ketidakadilan di kalangan masyarakat yang kurang mampu.</li><li><strong>Pengangguran</strong>: Restrukturisasi ekonomi, seperti otomatisasi atau globalisasi, dapat menyebabkan pengangguran massal, memicu ketidakstabilan dan konflik sosial.</li></ul><p><strong>Perubahan Demografis</strong>:</p><ul><li><strong>Migrasi dan Urbanisasi</strong>: Peningkatan migrasi dan urbanisasi dapat mengakibatkan persaingan untuk sumber daya seperti pekerjaan, perumahan, dan layanan publik, serta memicu ketegangan antara penduduk asli dan pendatang.</li><li><strong>Pertumbuhan Populasi</strong>: Pertumbuhan populasi yang cepat dapat membebani infrastruktur dan layanan dasar, menimbulkan ketidakpuasan dan potensi konflik.</li></ul><p><strong>Perubahan Politik</strong>:</p><ul><li><strong>Pergantian Kekuasaan</strong>: Perubahan rezim atau pergantian kepemimpinan politik dapat memicu konflik, terutama jika prosesnya dianggap tidak adil atau tidak demokratis.</li><li><strong>Kebijakan Kontroversial</strong>: Implementasi kebijakan baru yang kontroversial atau tidak populer dapat memicu protes dan oposisi dari berbagai kelompok masyarakat.</li></ul><p><strong>Perubahan Budaya dan Nilai</strong>:</p><ul><li><strong>Modernisasi dan Westernisasi</strong>: Adopsi nilai-nilai atau budaya asing dapat menimbulkan resistensi dari kelompok-kelompok yang ingin mempertahankan tradisi lokal, memicu konflik antara kelompok konservatif dan progresif.</li><li><strong>Perubahan Norma Sosial</strong>: Perubahan dalam norma-norma sosial, seperti peningkatan hak-hak perempuan atau komunitas LGBTQ+, dapat menimbulkan reaksi dari kelompok-kelompok yang merasa terancam atau tidak setuju.</li></ul><p><strong>Perubahan Lingkungan</strong>:</p><ul><li><strong>Perubahan Iklim</strong>: Dampak perubahan iklim seperti bencana alam, kelangkaan air, dan pengurangan hasil pertanian dapat memicu konflik sumber daya di berbagai komunitas.</li><li><strong>Degradasi Lingkungan</strong>: Aktivitas industri yang merusak lingkungan dapat menyebabkan ketegangan antara masyarakat yang terdampak dan perusahaan atau pemerintah.</li></ul><p><strong>Inovasi Teknologi</strong>:</p><ul><li><strong>Disrupsi Teknologi</strong>: Perkembangan teknologi yang cepat dapat mengubah cara hidup dan bekerja, menciptakan kesenjangan antara mereka yang mampu beradaptasi dan yang tertinggal.</li><li><strong>Privasi dan Keamanan</strong>: Penggunaan teknologi baru seperti big data dan pengawasan digital dapat memicu kekhawatiran tentang privasi dan kebebasan individu, menimbulkan konflik antara pemerintah dan masyarakat.</li></ul><p><strong>Perubahan dalam Sistem Pendidikan</strong>:</p><ul><li><strong>Reformasi Pendidikan</strong>: Perubahan kurikulum atau metode pendidikan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat dapat menimbulkan protes dari siswa, orang tua, dan tenaga pendidik.</li><li><strong>Akses Pendidikan</strong>: Ketidakadilan dalam akses ke pendidikan yang berkualitas dapat memperdalam kesenjangan sosial dan ekonomi, memicu ketidakpuasan dan konflik.</li></ul>

Perubahan sosial dapat menyebabkan konflik dalam masyarakat melalui berbagai mekanisme. Beberapa jenis perubahan sosial dan bagaimana mereka dapat memicu konflik termasuk:

Perubahan Ekonomi:

  • Ketimpangan Ekonomi: Pertumbuhan ekonomi yang tidak merata dapat memperbesar jurang antara kaya dan miskin, menimbulkan ketidakpuasan dan rasa ketidakadilan di kalangan masyarakat yang kurang mampu.
  • Pengangguran: Restrukturisasi ekonomi, seperti otomatisasi atau globalisasi, dapat menyebabkan pengangguran massal, memicu ketidakstabilan dan konflik sosial.

Perubahan Demografis:

  • Migrasi dan Urbanisasi: Peningkatan migrasi dan urbanisasi dapat mengakibatkan persaingan untuk sumber daya seperti pekerjaan, perumahan, dan layanan publik, serta memicu ketegangan antara penduduk asli dan pendatang.
  • Pertumbuhan Populasi: Pertumbuhan populasi yang cepat dapat membebani infrastruktur dan layanan dasar, menimbulkan ketidakpuasan dan potensi konflik.

Perubahan Politik:

  • Pergantian Kekuasaan: Perubahan rezim atau pergantian kepemimpinan politik dapat memicu konflik, terutama jika prosesnya dianggap tidak adil atau tidak demokratis.
  • Kebijakan Kontroversial: Implementasi kebijakan baru yang kontroversial atau tidak populer dapat memicu protes dan oposisi dari berbagai kelompok masyarakat.

Perubahan Budaya dan Nilai:

  • Modernisasi dan Westernisasi: Adopsi nilai-nilai atau budaya asing dapat menimbulkan resistensi dari kelompok-kelompok yang ingin mempertahankan tradisi lokal, memicu konflik antara kelompok konservatif dan progresif.
  • Perubahan Norma Sosial: Perubahan dalam norma-norma sosial, seperti peningkatan hak-hak perempuan atau komunitas LGBTQ+, dapat menimbulkan reaksi dari kelompok-kelompok yang merasa terancam atau tidak setuju.

Perubahan Lingkungan:

  • Perubahan Iklim: Dampak perubahan iklim seperti bencana alam, kelangkaan air, dan pengurangan hasil pertanian dapat memicu konflik sumber daya di berbagai komunitas.
  • Degradasi Lingkungan: Aktivitas industri yang merusak lingkungan dapat menyebabkan ketegangan antara masyarakat yang terdampak dan perusahaan atau pemerintah.

Inovasi Teknologi:

  • Disrupsi Teknologi: Perkembangan teknologi yang cepat dapat mengubah cara hidup dan bekerja, menciptakan kesenjangan antara mereka yang mampu beradaptasi dan yang tertinggal.
  • Privasi dan Keamanan: Penggunaan teknologi baru seperti big data dan pengawasan digital dapat memicu kekhawatiran tentang privasi dan kebebasan individu, menimbulkan konflik antara pemerintah dan masyarakat.

Perubahan dalam Sistem Pendidikan:

  • Reformasi Pendidikan: Perubahan kurikulum atau metode pendidikan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat dapat menimbulkan protes dari siswa, orang tua, dan tenaga pendidik.
  • Akses Pendidikan: Ketidakadilan dalam akses ke pendidikan yang berkualitas dapat memperdalam kesenjangan sosial dan ekonomi, memicu ketidakpuasan dan konflik.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Pertandingan sepak bola antara dua kesebelasan menunjukkan bentuk hubungan sosial …. a. Kelompok dengan kelompok b. Individu dengan kelompok c. Individu dengan Individu d. Kelompok dengan individu

4

2.3

Jawaban terverifikasi