Ira N

16 Agustus 2024 04:46

Iklan

Ira N

16 Agustus 2024 04:46

Pertanyaan

bagaimana pengaruh konsentrasi larutan garam terhadap peristiwa osmosis?

bagaimana pengaruh konsentrasi larutan garam terhadap peristiwa osmosis?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

02

:

07

:

15

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Tyrannosaurus T

16 Agustus 2024 05:35

Jawaban terverifikasi

<p>Pengaruh konsentrasi larutan garam terhadap peristiwa osmosis sangat signifikan. Osmosis adalah perpindahan air melalui membran semipermeabel dari daerah dengan konsentrasi zat terlarut rendah ke daerah dengan konsentrasi zat terlarut tinggi. Ketika konsentrasi garam di luar sel lebih tinggi daripada di dalam sel (larutan hipertonik), air akan keluar dari sel menuju larutan garam untuk mencapai keseimbangan, menyebabkan sel menyusut atau mengalami plasmolisis.</p><p>&nbsp;</p><p>Sebaliknya, jika sel berada dalam larutan dengan konsentrasi garam yang lebih rendah daripada di dalam sel (larutan hipotonik), air akan masuk ke dalam sel, membuatnya mengembang atau bahkan pecah (lisis) jika tekanan terlalu tinggi. Pada kondisi isotonik, di mana konsentrasi garam di dalam dan di luar sel seimbang, tidak ada perpindahan netto air, sehingga sel tetap dalam kondisi stabil. Dengan demikian, konsentrasi larutan garam sangat memengaruhi arah dan jumlah air yang bergerak melalui membran selama osmosis, yang pada akhirnya memengaruhi kondisi fisiologis sel.</p>

Pengaruh konsentrasi larutan garam terhadap peristiwa osmosis sangat signifikan. Osmosis adalah perpindahan air melalui membran semipermeabel dari daerah dengan konsentrasi zat terlarut rendah ke daerah dengan konsentrasi zat terlarut tinggi. Ketika konsentrasi garam di luar sel lebih tinggi daripada di dalam sel (larutan hipertonik), air akan keluar dari sel menuju larutan garam untuk mencapai keseimbangan, menyebabkan sel menyusut atau mengalami plasmolisis.

 

Sebaliknya, jika sel berada dalam larutan dengan konsentrasi garam yang lebih rendah daripada di dalam sel (larutan hipotonik), air akan masuk ke dalam sel, membuatnya mengembang atau bahkan pecah (lisis) jika tekanan terlalu tinggi. Pada kondisi isotonik, di mana konsentrasi garam di dalam dan di luar sel seimbang, tidak ada perpindahan netto air, sehingga sel tetap dalam kondisi stabil. Dengan demikian, konsentrasi larutan garam sangat memengaruhi arah dan jumlah air yang bergerak melalui membran selama osmosis, yang pada akhirnya memengaruhi kondisi fisiologis sel.


Iklan

Ozzy A

16 Agustus 2024 07:22

Jawaban terverifikasi

<p>berikut penjelasan tanpa tanda asterisk:</p><p>Konsentrasi larutan garam mempengaruhi peristiwa osmosis dengan cara berikut:</p><p>&nbsp;</p><p>1. Konsentrasi Larutan Garam Tinggi (Hipertonik): Jika larutan garam di luar sel lebih tinggi daripada konsentrasi garam di dalam sel (hipertonik), maka air akan bergerak keluar dari sel melalui membran semipermeabel ke larutan garam yang lebih pekat. Ini dapat menyebabkan sel menjadi kering dan mengerut.</p><p>2. Konsentrasi Larutan Garam Rendah (Hipotonik): Jika larutan garam di luar sel lebih rendah daripada konsentrasi di dalam sel (hipotonik), maka air akan masuk ke dalam sel, menyebabkan sel mengembang dan berpotensi pecah jika tekanan terlalu tinggi.</p><p>3. Konsentrasi Sama (Isotonik): Jika konsentrasi garam di luar sel sama dengan di dalam sel (isotonik), tidak ada pergerakan bersih air ke dalam atau keluar sel, sehingga ukuran sel tetap stabil.</p><p>&nbsp;</p><p>Dalam semua kasus ini, pergerakan air melalui membran sel terjadi untuk mencoba mencapai keseimbangan konsentrasi garam di kedua sisi membran.</p>

berikut penjelasan tanpa tanda asterisk:

Konsentrasi larutan garam mempengaruhi peristiwa osmosis dengan cara berikut:

 

1. Konsentrasi Larutan Garam Tinggi (Hipertonik): Jika larutan garam di luar sel lebih tinggi daripada konsentrasi garam di dalam sel (hipertonik), maka air akan bergerak keluar dari sel melalui membran semipermeabel ke larutan garam yang lebih pekat. Ini dapat menyebabkan sel menjadi kering dan mengerut.

2. Konsentrasi Larutan Garam Rendah (Hipotonik): Jika larutan garam di luar sel lebih rendah daripada konsentrasi di dalam sel (hipotonik), maka air akan masuk ke dalam sel, menyebabkan sel mengembang dan berpotensi pecah jika tekanan terlalu tinggi.

3. Konsentrasi Sama (Isotonik): Jika konsentrasi garam di luar sel sama dengan di dalam sel (isotonik), tidak ada pergerakan bersih air ke dalam atau keluar sel, sehingga ukuran sel tetap stabil.

 

Dalam semua kasus ini, pergerakan air melalui membran sel terjadi untuk mencoba mencapai keseimbangan konsentrasi garam di kedua sisi membran.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

enzim adalah

1

5.0

Jawaban terverifikasi