Jiea J

21 Oktober 2023 05:44

Iklan

Jiea J

21 Oktober 2023 05:44

Pertanyaan

Bagaimana pendapatmu terkait gejala sosial menjelang pemilu (pilpres 2024)? kaitkan dengan gejala sosial politik

Bagaimana pendapatmu terkait gejala sosial menjelang pemilu (pilpres 2024)? kaitkan dengan gejala sosial politik

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

20

:

44

:

47

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Rizki F

21 Oktober 2023 13:09

Jawaban terverifikasi

Gejala sosial menjelang Pilpres 2024 meliputi meningkatnya kampanye politik, polarisasi, penyebaran berita palsu, dan mobilitas massa. Ini terkait dengan gejala sosial politik karena memengaruhi tindakan politik masyarakat, partisipasi, dan dinamika pemilu.


Iklan

Vincent M

Community

29 Oktober 2023 05:14

Jawaban terverifikasi

<p>Menghadapi Pemilu (Pilpres 2024), gejala sosial politik mungkin akan mencakup berbagai fenomena yang memengaruhi interaksi dan dinamika sosial di masyarakat. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam menghadapi pemilu tersebut dan kaitannya dengan gejala sosial politik adalah:</p><p><strong>1. Polarisasi Politik:</strong></p><p>Tingginya polarisasi politik dapat terjadi menjelang pemilu, dimana masyarakat terbagi menjadi kelompok-kelompok dengan pandangan dan kepentingan politik yang berbeda. Hal ini bisa menyebabkan ketegangan sosial, konflik, atau divisiveness (pembagian) dalam masyarakat.</p><p><strong>2. Penyebaran Hoaks dan Disinformasi:</strong></p><p>Penyebaran informasi palsu, hoaks, dan disinformasi dapat meningkat di lingkungan online maupun offline. Hal ini dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap isu-isu politik, calon, dan platform kebijakan.</p><p><strong>3. Ketidakpercayaan terhadap Sistem dan Institusi:</strong></p><p>Ketidakpercayaan terhadap institusi pemerintahan dan kepercayaan terhadap keadilan dan kewajaran dalam proses pemilu bisa menjadi gejala sosial politik yang signifikan.</p><p><strong>4. Demonstrasi dan Unjuk Rasa:</strong></p><p>Meningkatnya demonstrasi atau unjuk rasa terkait isu-isu politik dan pemilihan calon bisa menjadi ciri sosial politik yang intens di masa menjelang pemilu.</p><p><strong>5. Polarisasi Media Sosial:</strong></p><p>Media sosial bisa menjadi alat utama di mana opini, pandangan politik, dan informasi disebarkan, namun kadang juga menjadi tempat polarisasi dan konflik pendapat yang kuat.</p><p><strong>6. Aliansi dan Koalisi Politik:</strong></p><p>Aliansi dan koalisi politik bisa menjadi gejala sosial politik yang penting, karena hubungan antarpartai politik dan kelompok masyarakat yang bersekutu bisa berdampak besar pada hasil pemilu.</p><p><strong>7. Partisipasi Masyarakat:</strong></p><p>Keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam proses pemilu, baik itu melalui keikutsertaan dalam pemungutan suara maupun aksi-aksi sosial, merupakan gejala sosial politik yang bisa menandakan tingkat keterlibatan dalam proses demokrasi.</p><p><strong>8. Kohesi Sosial:</strong></p><p>Gejala sosial politik juga mencakup bagaimana masyarakat mempertahankan keharmonisan dan kesatuan di tengah perbedaan pendapat politik yang mungkin sangat beragam.</p><p>Penting untuk diingat bahwa gejala sosial politik menjelang pemilu sangat dipengaruhi oleh konteks sosial, politik, dan budaya masyarakat. Dalam menghadapi pemilu, penting untuk mempromosikan pendidikan politik, membangun kesadaran akan pentingnya dialog, toleransi, dan partisipasi yang bertanggung jawab. Promosi atas informasi yang akurat, kritis, dan edukatif, serta upaya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemilihan yang adil dan transparan, akan membantu dalam meminimalisir gejala sosial yang negatif yang bisa muncul seiring dengan masa-masa menjelang pemilu.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Menghadapi Pemilu (Pilpres 2024), gejala sosial politik mungkin akan mencakup berbagai fenomena yang memengaruhi interaksi dan dinamika sosial di masyarakat. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam menghadapi pemilu tersebut dan kaitannya dengan gejala sosial politik adalah:

1. Polarisasi Politik:

Tingginya polarisasi politik dapat terjadi menjelang pemilu, dimana masyarakat terbagi menjadi kelompok-kelompok dengan pandangan dan kepentingan politik yang berbeda. Hal ini bisa menyebabkan ketegangan sosial, konflik, atau divisiveness (pembagian) dalam masyarakat.

2. Penyebaran Hoaks dan Disinformasi:

Penyebaran informasi palsu, hoaks, dan disinformasi dapat meningkat di lingkungan online maupun offline. Hal ini dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap isu-isu politik, calon, dan platform kebijakan.

3. Ketidakpercayaan terhadap Sistem dan Institusi:

Ketidakpercayaan terhadap institusi pemerintahan dan kepercayaan terhadap keadilan dan kewajaran dalam proses pemilu bisa menjadi gejala sosial politik yang signifikan.

4. Demonstrasi dan Unjuk Rasa:

Meningkatnya demonstrasi atau unjuk rasa terkait isu-isu politik dan pemilihan calon bisa menjadi ciri sosial politik yang intens di masa menjelang pemilu.

5. Polarisasi Media Sosial:

Media sosial bisa menjadi alat utama di mana opini, pandangan politik, dan informasi disebarkan, namun kadang juga menjadi tempat polarisasi dan konflik pendapat yang kuat.

6. Aliansi dan Koalisi Politik:

Aliansi dan koalisi politik bisa menjadi gejala sosial politik yang penting, karena hubungan antarpartai politik dan kelompok masyarakat yang bersekutu bisa berdampak besar pada hasil pemilu.

7. Partisipasi Masyarakat:

Keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam proses pemilu, baik itu melalui keikutsertaan dalam pemungutan suara maupun aksi-aksi sosial, merupakan gejala sosial politik yang bisa menandakan tingkat keterlibatan dalam proses demokrasi.

8. Kohesi Sosial:

Gejala sosial politik juga mencakup bagaimana masyarakat mempertahankan keharmonisan dan kesatuan di tengah perbedaan pendapat politik yang mungkin sangat beragam.

Penting untuk diingat bahwa gejala sosial politik menjelang pemilu sangat dipengaruhi oleh konteks sosial, politik, dan budaya masyarakat. Dalam menghadapi pemilu, penting untuk mempromosikan pendidikan politik, membangun kesadaran akan pentingnya dialog, toleransi, dan partisipasi yang bertanggung jawab. Promosi atas informasi yang akurat, kritis, dan edukatif, serta upaya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemilihan yang adil dan transparan, akan membantu dalam meminimalisir gejala sosial yang negatif yang bisa muncul seiring dengan masa-masa menjelang pemilu.

 

 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Identifikasikan lima dampak positif konflik sosial!

14

0.0

Jawaban terverifikasi