Shofi A

06 September 2023 13:04

Iklan

Shofi A

06 September 2023 13:04

Pertanyaan

bagaimana pemikiran tokoh bangsa tentang hubungan agama dan negara oleh kelompok nasionalis sekuler?

bagaimana pemikiran tokoh bangsa tentang hubungan agama dan negara oleh kelompok nasionalis sekuler?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

05

:

52

:

27

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Sahel S

08 September 2023 12:30

Jawaban terverifikasi

<p>【Jawaban】:</p><p>2. Pemikiran tokoh-tokoh bangsa tentang hubungan agama dan negara oleh kelompok nasionalis sekuler adalah bahwa negara harus dipisahkan dari agama. Mereka percaya bahwa negara harus netral dan tidak memihak kepada agama tertentu.&nbsp;</p><p>3. Nilai instrumental sila ketiga Pancasila adalah persatuan Indonesia.</p><p>【Penjelasan】:</p><p>2. Dalam sejarah Indonesia, ada banyak tokoh yang memiliki pemikiran tentang hubungan antara agama dan negara. Kelompok nasionalis sekuler, seperti Soekarno, Mohammad Hatta, dan lainnya, berpendapat bahwa dalam pembentukan negara, prinsip-prinsip agama tidak harus menjadi dasar utama. Mereka percaya bahwa Indonesia, yang memiliki keragaman agama, harus membangun negara berdasarkan prinsip-prinsip universal yang dapat diterima oleh semua warga negara, tanpa memandang latar belakang agama mereka. Oleh karena itu, mereka menganjurkan pemisahan antara agama dan negara.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>3. Sila ketiga Pancasila adalah "Persatuan Indonesia". Nilai instrumental dari sila ini adalah pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di tengah-tengah keragaman suku, ras, dan agama. Ini mengajarkan bahwa walaupun berbeda-beda, tetapi tetap satu, yaitu Indonesia.</p>

【Jawaban】:

2. Pemikiran tokoh-tokoh bangsa tentang hubungan agama dan negara oleh kelompok nasionalis sekuler adalah bahwa negara harus dipisahkan dari agama. Mereka percaya bahwa negara harus netral dan tidak memihak kepada agama tertentu. 

3. Nilai instrumental sila ketiga Pancasila adalah persatuan Indonesia.

【Penjelasan】:

2. Dalam sejarah Indonesia, ada banyak tokoh yang memiliki pemikiran tentang hubungan antara agama dan negara. Kelompok nasionalis sekuler, seperti Soekarno, Mohammad Hatta, dan lainnya, berpendapat bahwa dalam pembentukan negara, prinsip-prinsip agama tidak harus menjadi dasar utama. Mereka percaya bahwa Indonesia, yang memiliki keragaman agama, harus membangun negara berdasarkan prinsip-prinsip universal yang dapat diterima oleh semua warga negara, tanpa memandang latar belakang agama mereka. Oleh karena itu, mereka menganjurkan pemisahan antara agama dan negara. 

 

3. Sila ketiga Pancasila adalah "Persatuan Indonesia". Nilai instrumental dari sila ini adalah pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di tengah-tengah keragaman suku, ras, dan agama. Ini mengajarkan bahwa walaupun berbeda-beda, tetapi tetap satu, yaitu Indonesia.


Iklan

MUTIARA S

08 September 2023 11:58

tidak ada hubungan antara sistim kenegaraan dengan agama.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Upaya yang dapat dilakukan pelajar dalam rangka mendukung upaya bela negara adalah…

16

3.7

Jawaban terverifikasi

1.Bagaimana hubungan antar Perundang - undangan sesuai dg herarkis tata urutan ? 2. Simaklah beberapa peraturan perundangan apakah peraturan tersebut SBG terjemahan atas peraturan perundangan atau tumpang tindih ? ( UU no 12 Tahun 2011, UU no 23Tahun 2014, UU No 25 Tahun 2004 ) 3 . Tuliskan peraturan perundangan yg di undangkan atas perintah TAP MPR NO I / MPR/ 2003 4.sebutkan produk UU atas perintah UUD NRI Tahun 1945 ( pasal18, pasal 22, pasal 23, Pasal 26 , Pasal 27,pasal ,pasal 28, pasal 29, pasal 30 ,pasal 31 dan pasal 33 )

10

2.2

Lihat jawaban (3)