RESTU C

11 Oktober 2023 00:33

Iklan

RESTU C

11 Oktober 2023 00:33

Pertanyaan

Bagaimana pemikiran sosiologi Indonesia pada awal ilmu sosiologi dikenal di Indonesia?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

15

:

48

:

13

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Rizki F

19 Oktober 2023 04:28

Jawaban terverifikasi

Pada awal perkembangan ilmu sosiologi di Indonesia, pemikiran sosiologi dipengaruhi oleh pandangan sosial budaya masyarakat Indonesia dan perjuangan politik. Penjelasan: Para pionir seperti Soekarno dan Soemarsono menggabungkan elemen-elemen lokal dengan gagasan-gagasan sosiologi Barat untuk membentuk pemikiran sosiologi Indonesia yang khas. Mereka menggagas konsep "gotong royong" dan "nasionalisme" sebagai landasan pemikiran sosiologi di Indonesia.


Iklan

Vincent M

Community

29 Oktober 2023 05:18

Jawaban terverifikasi

<p>Pada awalnya, pemikiran sosiologi mulai dikenal di Indonesia ketika terjadi penjajahan Belanda pada abad ke-19. Meskipun pada masa itu konsep dan ilmu sosiologi masih belum dikenal, namun Belanda membawa serta pemikiran-pemikiran tentang masyarakat yang kemudian menjadi landasan bagi pengembangan ilmu sosiologi di Indonesia.</p><p>Beberapa tahapan penting dalam perkembangan sosiologi di Indonesia antara lain:</p><p><strong>1. Pengenalan Pemikiran Sosiologi oleh Kolonial Belanda</strong></p><p>Kolonial Belanda membawa serta konsep-konsep tentang masyarakat yang telah berkembang di Eropa. Pemikiran ini turut memengaruhi cara pandang masyarakat di Indonesia, terutama terkait dengan organisasi masyarakat, struktur sosial, dan pandangan terhadap perubahan sosial.</p><p><strong>2. Pendirian Lembaga Pendidikan</strong></p><p>Pada masa itu, Belanda mendirikan lembaga-lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang turut mengenalkan pemikiran-pemikiran sosiologi. Salah satunya adalah pendirian Sekolah Tinggi Hukum di Batavia (kini Fakultas Hukum Universitas Indonesia) yang mengajarkan mata kuliah tentang ilmu sosiologi.</p><p><strong>3. Pengaruh Pemikiran Eropa</strong></p><p>Pemikiran-pemikiran dari para sosiolog Eropa seperti Auguste Comte, Emile Durkheim, Max Weber, dan Karl Marx mulai dikenal dan diakses oleh para cendekiawan dan intelektual di Indonesia.</p><p><strong>4. Perkembangan dan Kesadaran Sosial</strong></p><p>Pada periode awal abad ke-20, muncul kesadaran sosial yang kuat di kalangan cendekiawan dan aktivis, yang mengarah pada pengembangan pemikiran tentang masyarakat dan struktur sosial di Indonesia.</p><p><strong>5. Pendekatan Kebudayaan dan Masyarakat Adat</strong></p><p>Perkembangan sosiologi di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh pemikiran Eropa, namun juga berkembang dari kearifan lokal dan budaya masyarakat adat di Indonesia, yang turut berkontribusi pada perkembangan konsep sosiologi yang lebih lokal.</p><p><strong>6. Peran Awal Cendekiawan Indonesia</strong></p><p>Para cendekiawan Indonesia pada masa itu, seperti Soekarno, Sutan Sjahrir, dan Mohammad Hatta, tidak hanya membahas politik dan kemerdekaan, namun juga memperhatikan persoalan sosial yang menjadi dasar bagi pengembangan ilmu sosiologi di Indonesia.</p><p>Selama masa tersebut, pemikiran sosiologi di Indonesia terus berkembang. Meskipun pada awalnya lebih banyak dipengaruhi oleh konsep-konsep Barat, sosiologi di Indonesia kemudian tumbuh dengan mencermati realitas sosial Indonesia yang unik, seperti masyarakat adat, kebudayaan lokal, dan tantangan sosial-politik di dalam negeri.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Pada awalnya, pemikiran sosiologi mulai dikenal di Indonesia ketika terjadi penjajahan Belanda pada abad ke-19. Meskipun pada masa itu konsep dan ilmu sosiologi masih belum dikenal, namun Belanda membawa serta pemikiran-pemikiran tentang masyarakat yang kemudian menjadi landasan bagi pengembangan ilmu sosiologi di Indonesia.

Beberapa tahapan penting dalam perkembangan sosiologi di Indonesia antara lain:

1. Pengenalan Pemikiran Sosiologi oleh Kolonial Belanda

Kolonial Belanda membawa serta konsep-konsep tentang masyarakat yang telah berkembang di Eropa. Pemikiran ini turut memengaruhi cara pandang masyarakat di Indonesia, terutama terkait dengan organisasi masyarakat, struktur sosial, dan pandangan terhadap perubahan sosial.

2. Pendirian Lembaga Pendidikan

Pada masa itu, Belanda mendirikan lembaga-lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang turut mengenalkan pemikiran-pemikiran sosiologi. Salah satunya adalah pendirian Sekolah Tinggi Hukum di Batavia (kini Fakultas Hukum Universitas Indonesia) yang mengajarkan mata kuliah tentang ilmu sosiologi.

3. Pengaruh Pemikiran Eropa

Pemikiran-pemikiran dari para sosiolog Eropa seperti Auguste Comte, Emile Durkheim, Max Weber, dan Karl Marx mulai dikenal dan diakses oleh para cendekiawan dan intelektual di Indonesia.

4. Perkembangan dan Kesadaran Sosial

Pada periode awal abad ke-20, muncul kesadaran sosial yang kuat di kalangan cendekiawan dan aktivis, yang mengarah pada pengembangan pemikiran tentang masyarakat dan struktur sosial di Indonesia.

5. Pendekatan Kebudayaan dan Masyarakat Adat

Perkembangan sosiologi di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh pemikiran Eropa, namun juga berkembang dari kearifan lokal dan budaya masyarakat adat di Indonesia, yang turut berkontribusi pada perkembangan konsep sosiologi yang lebih lokal.

6. Peran Awal Cendekiawan Indonesia

Para cendekiawan Indonesia pada masa itu, seperti Soekarno, Sutan Sjahrir, dan Mohammad Hatta, tidak hanya membahas politik dan kemerdekaan, namun juga memperhatikan persoalan sosial yang menjadi dasar bagi pengembangan ilmu sosiologi di Indonesia.

Selama masa tersebut, pemikiran sosiologi di Indonesia terus berkembang. Meskipun pada awalnya lebih banyak dipengaruhi oleh konsep-konsep Barat, sosiologi di Indonesia kemudian tumbuh dengan mencermati realitas sosial Indonesia yang unik, seperti masyarakat adat, kebudayaan lokal, dan tantangan sosial-politik di dalam negeri.

 

 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Identifikasikan lima dampak positif konflik sosial!

14

0.0

Jawaban terverifikasi