Agung S

11 Juli 2022 12:38

Iklan

Agung S

11 Juli 2022 12:38

Pertanyaan

Bagaimana pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif pada masa Orde Baru?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

06

:

59

:

10

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Feby

12 Juli 2022 13:22

Jawaban terverifikasi

Halo Agung. Kakak bantu jawab ya😊 Pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif pada masa Orde Baru yaityu dengan mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia, memutus hubungan dengan RRC, turut aktif dalam pembentukan organisasi ASEAN, menginvasi Timor Timur, kembali menjadi Anggota PPB, dan sebagai penengah berakhirnya konflik di Kamboja. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut: Berdasarkan UUD 1945, politik luar negeri yang dianut Indonesia pada masa orde baru adalah politik luar negeri bebas aktif. Bebas artinya menempuh caranya sendiri dalam menentukan sikap dengan dunia internasional dan tidak memihak salah satu blok, yaitu Blok Barat dan Blok Timur. Sedangkan aktif artinya turut dalam memperjuangkan terciptanya perdamaian dunia. Adapun kebijakan politik luar negeri yang di lakukan pada masa orde baru adalah: 1. Mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia. Setelah kekuasaan Presiden Suharto, ia mengambil alih kekuasaan dengan Supersemar, ia mengakhiri konfrontasi dengan konferensi antara Malaysia dan Indonesia di Bangkok pada 28 Mei 1966. 2. Ikut serta membentuk ASEAN. Bersama dengan negara-negara tetangga Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina. 3. Memutus hubungan dengan Republik Rakyat China. Setelah peristiwa 30 September 1965, pemerintah dibawah Suharto menuduh RRC mendanai dan mendukung para pelaku dan PKI. Karena itu hubungan diplomatis dengan China diputus pada Oktober 1967. 4. Menginvasi Timor Timur. Pada tahun 1974, Timor Portugis mengalami perang saudara yang berakhir dengan kemenangan Fretilin yang berhaluan kiri. Untuk menghindari kemungkinan berkembangnya komunisme di Timor Timur, Indonesia menginvasi negara itu pada tahun 1975 dengan Operasi Seroja. 5. Kembali menjadi Anggota PPB. Indonesia sempat keluar dari PPB pada tahun1965, dibawah pimpinan Sukarno yang membentuk organisasi tandingan, CONEFO. Namun setelah masa Presiden Suharto, Indonesia kembali meminta untuk bergabung dengan PBB pada 19 September 1966, dan diterima kembali oleh Dewan Umum PBB pada 28 September 1966. 6. Sebagai penengah berakhirnya konflik di Kamboja. Untuk membantu menghentikan perang saudara di Kamboja, Indonesia menjadi tuan rumah serangkaian pertemuan yang disebut Jakarta Informal Meetings pada tahun 1988 dan 1989. Dengan demikian, pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif pada masa Orde Baru antara lain mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia, memutus hubungan dengan RRC, turut aktif dalam pembentukan organisasi ASEAN, menginvasi Timor Timur, kembali menjadi Anggota PPB, dan sebagai penengah berakhirnya konflik di Kamboja. Semoga membantu 😊


Iklan

Aidil M

16 Maret 2023 15:15

πŸ˜‰πŸ˜‰sangat mantap


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

. Puncak kemarahan diponegoro terjadi dan hingga meletuslah perang setelah...

14

5.0

Jawaban terverifikasi