Humaira N

22 Juli 2024 13:58

Iklan

Humaira N

22 Juli 2024 13:58

Pertanyaan

bagaimana letak geografis Indonesia mengaruhi keberagaman alam di negara?

bagaimana letak geografis Indonesia mengaruhi keberagaman alam di negara?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

20

:

05

:

55

Klaim

6

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

22 Juli 2024 14:34

Jawaban terverifikasi

Pengaruh Letak Geografis Indonesia Terhadap Keberagaman Alam Letak geografis Indonesia yang strategis, diapit oleh dua benua dan dua samudra, serta dilintasi garis khatulistiwa, memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keberagaman alam di negara ini. Berikut beberapa penjelasannya: 1. Iklim Tropis dengan Dua Musim * Indonesia memiliki iklim tropis dengan dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. * Hal ini disebabkan oleh pengaruh angin muson yang berhembus secara periodik. * Keberagaman iklim ini menyebabkan variasi flora dan fauna yang kaya di berbagai wilayah Indonesia. 2. Keanekaragaman Hayati * Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. * Hal ini disebabkan oleh letak geografisnya yang berada di zona khatulistiwa, yang memiliki kondisi ideal untuk pertumbuhan berbagai jenis flora dan fauna. * Keanekaragaman hayati ini dapat dilihat dari kekayaan hutan hujan tropis, terumbu karang, dan berbagai spesies hewan endemik. 3. Keadaan Topografi yang Beragam * Indonesia memiliki topografi yang beragam, dengan pegunungan, dataran rendah, dan pesisir pantai yang membentang luas. * Keragaman topografi ini menciptakan berbagai macam habitat yang mendukung kehidupan berbagai jenis flora dan fauna. * Contohnya, di pegunungan terdapat hutan tropis dengan flora dan fauna khas pegunungan, sedangkan di dataran rendah terdapat sawah, ladang, dan pesisir pantai dengan flora dan fauna khas wilayah tersebut. 4. Sumber Daya Alam yang Melimpah * Letak geografis Indonesia yang strategis juga memberikan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. * Indonesia memiliki hutan hujan tropis yang luas, kaya akan kayu, tanaman obat, dan berbagai sumber daya alam lainnya. * Selain itu, Indonesia juga memiliki kekayaan laut yang melimpah, dengan berbagai jenis ikan, terumbu karang, dan mineral laut. 5. Rawan Bencana Alam * Letak geografis Indonesia yang berada di zona aktif gempa bumi dan gunung berapi menyebabkan negara ini rawan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung berapi. * Bencana alam ini dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Kesimpulannya, letak geografis Indonesia yang unik dan strategis memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keberagaman alam di negara ini. Keberagaman alam ini menjadi salah satu kekayaan Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan.


Iklan

Nanda R

Community

27 Juli 2024 10:13

Jawaban terverifikasi

<p>Letak geografis Indonesia yang strategis memengaruhi keberagaman alam negara ini secara signifikan. Berikut adalah beberapa cara bagaimana letak geografis Indonesia memengaruhi keberagaman alamnya:</p><p>1. <strong>Posisi di Kawasan Tropis</strong></p><ul><li><strong>Iklim Tropis</strong>: Indonesia terletak di kawasan tropis, sehingga memiliki iklim yang lembap dan suhu yang relatif stabil sepanjang tahun. Iklim tropis ini mendukung pertumbuhan berbagai jenis vegetasi dan habitat alami, seperti hutan hujan tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati.</li><li><strong>Curah Hujan Tinggi</strong>: Curah hujan yang tinggi sepanjang tahun mendukung keberadaan berbagai ekosistem, seperti hutan hujan tropis, rawa, dan danau.</li></ul><p>2. <strong>Letak di Cincin Api Pasifik</strong></p><ul><li><strong>Gunung Berapi</strong>: Indonesia berada di Cincin Api Pasifik, yang merupakan jalur gunung berapi aktif. Keberadaan gunung berapi ini menciptakan berbagai jenis tanah vulkanik yang subur, mendukung pertumbuhan vegetasi yang berbeda-beda.</li><li><strong>Kepulauan Vulkanik</strong>: Aktivitas vulkanik juga menghasilkan berbagai pulau dengan karakteristik geologi yang unik, yang berkontribusi pada keberagaman spesies flora dan fauna.</li></ul><p>3. <strong>Posisi di Persimpangan Dua Samudera</strong></p><ul><li><strong>Kombinasi Flora dan Fauna</strong>: Indonesia terletak di persimpangan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Hal ini menyebabkan pengaruh dua ekosistem laut yang berbeda pada biodiversitas laut Indonesia. Campuran spesies laut dari kedua samudera ini meningkatkan keberagaman spesies di perairan Indonesia.</li><li><strong>Arus Laut</strong>: Arus laut yang berbeda dari kedua samudera mempengaruhi distribusi nutrisi dan spesies di laut Indonesia, yang berdampak pada keberagaman terumbu karang dan ekosistem laut lainnya.</li></ul><p>4. <strong>Kepulauan yang Luas dan Terpencil</strong></p><ul><li><strong>Isolasi Geografis</strong>: Indonesia terdiri dari lebih dari 17.000 pulau yang tersebar, yang menyebabkan isolasi geografis bagi spesies tertentu. Isolasi ini mengarah pada evolusi spesies yang unik dan adaptasi khusus pada berbagai pulau.</li><li><strong>Keragaman Ekosistem</strong>: Setiap pulau memiliki karakteristik geologis dan iklimnya sendiri, menciptakan berbagai ekosistem seperti hutan dataran rendah, hutan pegunungan, savana, dan ekosistem pesisir yang berbeda-beda.</li></ul><p>5. <strong>Perbedaan Ketinggian dan Topografi</strong></p><ul><li><strong>Variasi Ketinggian</strong>: Topografi yang bergunung-gunung dan perbedaan ketinggian memengaruhi jenis vegetasi yang dapat tumbuh di berbagai daerah. Misalnya, hutan pegunungan dan vegetasi alpine dapat ditemukan di daerah dengan ketinggian tinggi, sementara hutan dataran rendah ada di daerah rendah.</li><li><strong>Kawasan Ekosistem</strong>: Perbedaan topografi menghasilkan berbagai kawasan ekosistem, seperti hutan mangrove di pesisir, hutan bakau, dan hutan primer.</li></ul><p>6. <strong>Interaksi dengan Ekosistem Tetangga</strong></p><ul><li><strong>Keanekaragaman Genetik</strong>: Letak geografis Indonesia yang berbatasan dengan negara-negara Asia Tenggara dan Australia memungkinkan pertukaran genetik dan spesies antara ekosistem yang berbeda, meningkatkan keanekaragaman hayati.</li></ul>

Letak geografis Indonesia yang strategis memengaruhi keberagaman alam negara ini secara signifikan. Berikut adalah beberapa cara bagaimana letak geografis Indonesia memengaruhi keberagaman alamnya:

1. Posisi di Kawasan Tropis

  • Iklim Tropis: Indonesia terletak di kawasan tropis, sehingga memiliki iklim yang lembap dan suhu yang relatif stabil sepanjang tahun. Iklim tropis ini mendukung pertumbuhan berbagai jenis vegetasi dan habitat alami, seperti hutan hujan tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati.
  • Curah Hujan Tinggi: Curah hujan yang tinggi sepanjang tahun mendukung keberadaan berbagai ekosistem, seperti hutan hujan tropis, rawa, dan danau.

2. Letak di Cincin Api Pasifik

  • Gunung Berapi: Indonesia berada di Cincin Api Pasifik, yang merupakan jalur gunung berapi aktif. Keberadaan gunung berapi ini menciptakan berbagai jenis tanah vulkanik yang subur, mendukung pertumbuhan vegetasi yang berbeda-beda.
  • Kepulauan Vulkanik: Aktivitas vulkanik juga menghasilkan berbagai pulau dengan karakteristik geologi yang unik, yang berkontribusi pada keberagaman spesies flora dan fauna.

3. Posisi di Persimpangan Dua Samudera

  • Kombinasi Flora dan Fauna: Indonesia terletak di persimpangan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Hal ini menyebabkan pengaruh dua ekosistem laut yang berbeda pada biodiversitas laut Indonesia. Campuran spesies laut dari kedua samudera ini meningkatkan keberagaman spesies di perairan Indonesia.
  • Arus Laut: Arus laut yang berbeda dari kedua samudera mempengaruhi distribusi nutrisi dan spesies di laut Indonesia, yang berdampak pada keberagaman terumbu karang dan ekosistem laut lainnya.

4. Kepulauan yang Luas dan Terpencil

  • Isolasi Geografis: Indonesia terdiri dari lebih dari 17.000 pulau yang tersebar, yang menyebabkan isolasi geografis bagi spesies tertentu. Isolasi ini mengarah pada evolusi spesies yang unik dan adaptasi khusus pada berbagai pulau.
  • Keragaman Ekosistem: Setiap pulau memiliki karakteristik geologis dan iklimnya sendiri, menciptakan berbagai ekosistem seperti hutan dataran rendah, hutan pegunungan, savana, dan ekosistem pesisir yang berbeda-beda.

5. Perbedaan Ketinggian dan Topografi

  • Variasi Ketinggian: Topografi yang bergunung-gunung dan perbedaan ketinggian memengaruhi jenis vegetasi yang dapat tumbuh di berbagai daerah. Misalnya, hutan pegunungan dan vegetasi alpine dapat ditemukan di daerah dengan ketinggian tinggi, sementara hutan dataran rendah ada di daerah rendah.
  • Kawasan Ekosistem: Perbedaan topografi menghasilkan berbagai kawasan ekosistem, seperti hutan mangrove di pesisir, hutan bakau, dan hutan primer.

6. Interaksi dengan Ekosistem Tetangga

  • Keanekaragaman Genetik: Letak geografis Indonesia yang berbatasan dengan negara-negara Asia Tenggara dan Australia memungkinkan pertukaran genetik dan spesies antara ekosistem yang berbeda, meningkatkan keanekaragaman hayati.

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Jelaskan akibat keberagaman masyarakat Indonesia! 2. Jelaskan dan berilah masing-masing dua contoh akibat positif dari konflik yang terjadi dalam masyarakat! 3. Jelaskan macam-macam konflik yang terjadi akibat keberagaman masyarakat dan berilah contohnya! 4. Mengapa dalam masyarakat yang memiliki keberagaman diperlukan harmoni? 5. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman baik dilihat dari agama, suku, ras, bahasa, dan budaya. Berdasarkan pernyataan tersebut, apa yang dapat kalian lakukan untuk menjaga keberagaman supaya terhindar dari konflik?

33

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

12

5.0

Jawaban terverifikasi